Saturday, March 25, 2023

#22HBB Day 3 and Day 4 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 



Day 3 #22HBB Vol. 2 (24 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 84-127 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie mendapatkan sebuah amplop dengan pesan: "Mengapa Lego merupakan mainan paling cerdik di dunia?". Ia memikirkan hal itu, lalu mengambil Lego miliknya.

Keesokan hari nya ia menerima amplop cokelat besar, dan itu berisi pelajaran: "Teori Atom". Ya, Sophie akan berkenalan dengan filosof alam besar yang terakhir, namanya adalah Democritus (kira-kira 460 - 370 SM), dia berasal dari kota kecil Abdera di pantai utara Aegea.

Democritus setuju dengan para pendahulunya bahwa perubahan-perubahan alam tidak mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa segala sesuatu sungguh-sungguh "berubah". Oleh karena itu ia beranggapan bahwa segala sesuatu dibuat dari balok-balok tak terlihat yang sangat kecil, yang masing-masing kekal dan abadi. Democritus menamakan unit-unit terkecil ini atom. Kata a-tom berarti "tidak dapat dipotong". Bagi Democritus adalah sangat penting untuk menekankan bahwa bagian-bagian pokok yang membentuk segala sesuatu tidak mungkin dibagi secara tak terhingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Ia percaya bahwa semua atom itu keras dan padat dan mereka tidak mungkin sama karena memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda juga memiliki "kait" dan "mata kait" sehingga dapat disambungkan-sambungkan untuk menyusun apa saja, layaknya Lego. Democritus tidak percaya pada "kekuatan" atau "jiwa", sehingga kita menyebutnya materialis. Teori Atom Democritus menandai berakhirnya Filsafat alam Yunani untuk saat ini.

Sophie merasa bahwa gagasan-gagasan Democritus sangat cerdik. Dia telah menemukan solusi nyata bagi masalah tentang "bahan dasar" dan "perubahan".

Sophie merasa penasaran siapa yang telah mengirimi surat selama ini, sehingga ia menulis surat untuk sang filosof dan mengundangnya untuk minum kopi di rumah. Lalu semalaman ia menunggu di jendela untuk melihat kotak surat agar bisa tahu siapa yang mengirimi nya surat. Lalu ia melihat bayangan seorang pria tua menggunakan topi baret, tapi tak sempat ia kejar.

Keesokan harinya ia mendapatkan surat di sarang persembunyian nya dengan ujung berlubang dan basah. Dan ternyata nama pria itu adalah Alberto Knox, ia meminta Sophie untuk bersabar dan menunggu ia menemui Sophie pada waktu yang tepat. Dan agar aman mulai sekarang yang akan mengirimkan surat adalah Hermes, anjing Labrador yang pintar ke sarang persembunyian Sophie.

Dibalik surat balasan itu terdapat tulisan: "Adakah sesuatu yang disebut kesopanan ilmiah? Orang yang paling bijaksana adalah yang paling mengetahui bahwa dia tidak tahu.. Pengetahuan yang sejati berasal dari dalam. Barang siapa mengetahui yang benar akan bertindak benar."

Lalu Hermes datang membawakan amplop besar dan Sophie membaca: "Filsafat Athena". Kini Sophie akan bertemu dengan tiga filosof klasik besar: Socrates, Plato, dan Aristoteles. Para filosof alam disebut juga pra-Socrates sebab mereka hidup sebelum zaman Socrates.

Socrates (470 - 399 SM) barangkali adalah tokoh paling penuh teka-teki dalam seluruh sejarah Filsafat. Kehidupan Socrates hanya dapat kita ketahui melalui tulisan-tulisan Plato, yaitu muridnya. Karena Plato menyuarakan filsafatnya sendiri maka tidak mudah untuk membedakan antara ajaran-ajaran Socrates dan Filsafat Plato.

Socrates selalu mengajak berdiskusi. Ia beranggapan bahwa tugas nya adalah seperti membantu orang-orang "melahirkan" wawasan yang benar, sebab pemahaman sejati harus timbul dari dalam diri sendiri. Itu tidak dapat ditanamkan oleh orang lain dan hanya pemahaman yang timbul dari dalam itulah yang dapat menuntun kepada wawasan yang benar.

Kemampuan melahirkan adalah suatu ciri alamiah. Dengan cara yang sama, setiap orang dapat menangkap kebenaran-kebenaran filosofis jika mereka mau menggunakan akal sehat mereka sendiri. Menggunakan akal sendiri berarti masuk ke dalam diri sendiri dan memanfaatkan apa yang ada disana. Dengan berlagak bodoh, Socrates memaksa orang-orang yang ditemuinya untuk menggunakan akal sehat mereka. 

Socrates berpendapat bahwa "Orang paling bijaksana adalah yang mengetahui bahwa dia tidak tahu". Seorang filosof mengetahui bahwa dalam kenyataannya hanya sedikit yang diketahuinya.

Seorang filosof Roma, Cicero, mengatakan: Socrates "menurunkan Filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah, dan memaksanya untuk menelaah kehidupan, etika, kebaikan, dan kejahatan."

Wawasan yang benar menuntun pada tindakan yang benar. Socrates menyatakan bahwa dia dituntun oleh suara batin Ilahi, dan bahwa "hati nurani" ini mengatakan kepadanya apa yang benar. "Orang yang mengetahui apa yang baik akan berbuat baik", katanya.

Sophie pun pulang ke rumah dari sarang persembunyian nya. Ia berjanji pada Ibunya akan mencuci piring.


@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

 


Day 4 #22HBB Vol. 2 (25 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 128-160 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Kali ini Sophie mendapatkan sebuah kaset video di sarang persembunyian nya. Ibu nya sedang pergi dan ia pun memutar kaset itu di rumah menggunakan VCR.

Setelah satu dua menit, tampak gambar close-up seorang pria setengah umur, dia agak pendek, dengan janggut hitam yang dicukur rapi, dan mengenakan sebuah baret biru. Dialah Alberto Knox katanya dan mengucapkan selamat datang di Athena kepada Sophie.

Video itu berisi tur di reruntuhan Kota Athena. Alberto Knox mengajak Sophie berkeliling ke berbagai tempat di reruntuhan Athena. Tapi diakhir video ia mengajak Sophie melihat kembali bangunan-bangunan Athena di masa kejayaan nya. Sophie melihat gedung yang megah berlapis emas dan terheran-terheran bisa melihat kembali bangunan itu. Alberto Knox mengatakan bahwa disana ada Socrates dan Plato, dan Plato ingin berbicara kepada Sophie. Dia memberi Sophie empat tugas: Pertama, kamu harus memikirkan bagaimana seorang tukang roti membuat lima puluh buah kue yang persis sama. Selanjutnya kamu dapat menanyakan kepada dirimu sendiri mengapa semua kuda itu sama. Lalu kamu harus memutuskan apakah manusia itu mempunyai jiwa yang kekal. Dan akhirnya kamu harus menjawab apakah pria dan wanita sama-sama bijaksana. Sophie pun berusaha memikirkan hal itu dengan jernih.

Keesokan harinya Sophie datang ke sarang persembunyiannya dan Hermes mendatangi nya dengan sebuah amplop cokelat tebal. Ia pun membukanya dan ia mendapat pelajaran: "Akademi Plato".

Plato (428-347 SM) berusia 29 tahun ketika Socrates minum racun cemara. Bagi Plato kematian Socrates merupakan contoh mencolok dari konflik yang dapat timbul antara masyarakat sebagaimana adanya dan masyarakat sejati atau ideal. Tindakan Plato yang pertama sebagai seorang filosof adalah menerbitkan karya Socrates, Apologi,  suatu penjelasan tentang penjelasannya dihadapan juri. Socrates tidak pernah menuliskan sesuatu, berbeda dengan Plato yang hampir seluruh pemikiran nya dituliskan. Kita bisa mendapatkan karya-karya ini sekarang berkat tindakan Plato yang mendirikan sekolah filsafatnya sendiri disebuah hutan kecil tidak jauh dari Athena, yang dinamai sesuai dengan pahlawan legendaris Yunani, Academus. Karena nya sekolah itu dikenal dengan sebagai Akademi. (Sejak itu, ribuan "Akademi" didirikan diseluruh dunia.)

Kebenaran Abadi, Keindahan Abadi, Kebaikan Abadi. Plato memikirkan hubungan antara yang kekal dan abadi, di satu pihak, dan yang "berubah", di pihak lain. Plato percaya bahwa segala sesuatu yang nyata di alam ini "mengalir". Maka tidak ada "zat" yang tidak hancur. Jelas bahwa segala sesuatu yang termasuk dalam "dunia material" itu terbuat dari materi yang dapat terkikis oleh waktu, namun segala sesuatu dibuat sesuai dengan "cetakan" atau "bentuk" yang tak kenal waktu, yang kekal dan abadi.

Plato heran melihat bagaimana seluruh fenomena alam dapat begitu serupa, dan dia menyimpulkan bahwa itu pasti karena ada sejumlah terbatas bentuk- bentuk "di balik" segala sesuatu yang kita lihat di sekeliling kita. Plato menyebut bentuk-bentuk ini ide. Dibalik setiap kuda, babi, atau manusia, ada "kuda ideal", "babi ideal", dan "manusia ideal". Dengan cara yang sama, toko roti yang kita bicarakan dapat mempunyai kue jahe orang, kue jahe kuda, dan kue jahe babi. Sebab setiap toko roti terkenal mempunyai lebih dari satu cetakan. Tapi satu cetakan  sudah cukup untuk setiap jenis kue jahe.

Plato sampai pada kesimpulan bahwa pasti ada realitas di balik "dunia materi". Dia menyebut realitas ini dunia ide, di situ tersimpan "pola-pola" yang kekal dan abadi dibalik berbagai fenomena yang kita temui di alam. Pandangan yang luar biasa ini dikenal sebagai Teori Ide Plato.

Plato percaya bahwa realitas itu terbagi menjadi dua wilayah:

Satu wilayah adalah dunia indra, yang mengenai nya kita hanya dapat mempunyai pengetahuan yang tidak tepat atau tidak sempurna dengan menggunakan lima indra kita. Di dunia indra ini, "segala sesuatu berubah" dan tidak ada yang permanen. Dalam dunia indra ini tidak ada sesuatu yang selalu ada, yang ada hanyalah segala sesuatu yang datang dan pergi.

Wilayah yang lain adalah dunia ide, yang mengenainya kita dapat memiliki pengetahuan sejati dengan menggunakan akal kita. Dunia ide ini tidak dapat ditangkap dengan indra, tetapi ide (atau bentuk-bentuk) itu kekal dan abadi.

Plato juga percaya bahwa semua fenomena alam itu hanyalah bayang-bayang dari bentuk atau ide yang kekal. Tapi kebanyakan orang sudah puas dengan kehidupan di tengah bayang-bayang. Mereka tidak memikirkan apa yang membentuk bayang-bayang itu. Dengan begitu mereka tidak mengindahkan  keabadian jiwa mereka sendiri.

Dan Plato percaya bahwa pria dan wanita sama-sama memiliki akal sehat sehingga mereka akan memiliki kebijaksanaan yang sama.

Jadi itulah Plato. Teori-teorinya yang menakjubkan telah dibahas dan dikecam selama lebih dari dua ribu tahun. Orang pertama yang melakukan itu adalah salah satu murid akademinya sendiri. Namanya Aristoteles, dan dialah filosof besar ketiga dari Athena.

Sophie pun memikirkan pelajaran nya hari ini sambil memperhatikan sekeliling nya.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

Wednesday, March 22, 2023

#22HBB Day 1 and Day 2 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 

Saya sedang mengikuti Challenge 22 Hari Baca Buku #22HBB Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Salman Reading Corner, FIM Bandung, dan FIM Tangerang Raya. Dan saya memutuskan untuk membaca lagi buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder yang terakhir saya baca di tahun 2013, kurang lebih 10 tahun lalu. Di setiap harinya, saya harus menyetorkan rangkuman/insight/catatan dari halaman buku yang saya baca. Dan saya akan men-share setiap dua hari di blog ini mengenai rangkuman/insight/catatan yang saya setorkan di grup komunitas ini. Selamat menyimak!

 

Day 1 #22HBB Vol. 2 (22 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 01- 53 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie Amundsend, gadis 14 tahun yang serba ingin tahu, baru saja pulang dari sekolah dan mendapatkan sebuah surat di kotak surat atas nama dirinya tanpa nama pengirim. Surat itu berisi secarik kertas bertuliskan "Siapakah kamu?" Tak lama kemudian, ia mendapatkan sebuah surat baru yang bertuliskan "Dari mana datangnya dunia?" Dua hal itu membuatnya berpikir tentang eksistensi dunia dan dirinya sendiri. Orang itu menyentakkan Sophie keluar dari keberadaannya sehari-hari dan tiba-tiba membawa nya berhadapan dengan teka-teki besar tentang alam raya. Lalu ia mendapati surat ketiga bercap pos batalion PBB atas nama Hilde Moller Knag, dan ia terheran kenapa ada surat itu datang kepadanya. Keesokan harinya ia mendapat amplop besar dengan tulisan dibagian belakang: "Pelajaran Filsafat. Hati-hati." Lalu ia membaca isi amplop yang berisi:

'Apakah Filsafat itu?'

Cara terbaik untuk mendekati Filsafat adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan filosofis: Bagaimana dunia diciptakan? Adakah kehendak atau makna dibalik yang terjadi? Adakah kehidupan setelah kematian? Bagaimana kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Dan yang terpenting, bagaimana seharusnya kita hidup? Orang-orang telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini selama berdabad-abad. Kita tidak mengenal kebudayaan yang tidak mengaitkan diri dengan pertanyaan apakah manusia itu dan dari mana datangnya dunia.

Satu-satu nya cara yang kita butuhkan untuk menjadi filosof yang baik adalah rasa ingin tahu. Dan orang dewasa di saat ini, tidak seperti anak-anak, sudah kehilangan rasa ingin tahu dan keheranannya terhadap dunia. Mereka terlalu nyaman dengan rutinitas dan permasalahan sehari-hari, lalu apatis dan acuh tak acuh dengan pertanyaan mendasar mengenai kehidupan.

Dan Sophie membuktikan nya dengan bertanya mengenai pertanyaan esensial kepada Ibunya, yang menganggap nya aneh dan meracau.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

 

Day 2 #22HBB Vol. 2 (23 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 54-83 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie mendapatkan lagi amplop cokelat dengan namanya tertera disana, dan amplop itu berisi pelajaran tentang: "Gambaran Mitologis Dunia".

Pelajaran itu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Filsafat adalah cara pikir yang sama sekali baru yang berkembang di Yunani sekitar enam ratus tahun sebelum kelahiran Kristus. Hingga masa itu, semua pertanyaan yang diajukan oleh manusia dijawab oleh berbagai agama. Penjelasan-penjelasan agama ini disampaikan dari generasi ke generasi dalam bentuk mitos. Mitos adalah sebuah cerita mengenai dewa-dewa untuk menjelaskan mengapa kehidupan berjalan seperti adanya. Selama ribuan tahun, banyak sekali penjelasan mitologis bagi pertanyaan-pertanyaan Filsafat yang tersebar ke seluruh dunia. Para filosof Yunani berusaha untuk membuktikan bahwa penjelasan-penjelasan ini tidak boleh di percaya. Seperti di Skandinavia yang mempercayai Thor dan Odin, Freyr dan Freyja, Hoder dan Balder serta banyak Dewa lainnya. Pada masa itu mereka percaya bahwa guntur dan halilintar adalah akibat palu Thor, sehingga menyebabkan hujan. Juga di Yunani, para Dewa dinamakan Zeus dan Apollo, Hera dan Athena, Dionysos dan Asklepios, Herakles dan Hephaestos, dan yang lainnya. Para filosof Yunani paling awal mengecam mitologi itu sebab para dewa terlalu menyerupai manusia dan sama egois dan sama curangnya. Untuk pertama kalinya dikatakan bahwa mitos-mitos itu tidak lain dari hasil pemikiran manusia. Seiring berkembang nya kota-kota di Yunani, setiap individu atau warga negara mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis tanpa berpaling pada mitos-mitos kuno. Kita menyebut ini perkembangan dari cara pikir mitologis menuju cara pikir yang didasarkan pengalaman dan akal. Tujuan para filosof Yunani awal adalah menemukan penjelasan-penjelasan alamiah, dan bukannya supranatural, untuk berbagai proses alam.

Pada suatu sore Sophie mendapatkan lagi surat yang berisikan secarik kertas dengan tulisan: "Adakah zat dasar yang menjadi bahan untuk membuat segala sesuatu? Dapatkah air berubah menjadi anggur? Bagaimana tanah dan air dapat menghasilkan seekor katak hidup?"

Ketika pulang sekolah hari itu ia mendapatkan amplop tebal di kotak surat yang berisi "Proyek Para Filosof" yang diawali oleh "Para Filosof Alam".

Para filosof Yunani paling awal kadang-kadang disebut filosof alam sebab mereka hanya menaruh perhatian pada alam dan proses-prosesnya. Mereka ingin memahami proses yang sesungguhnya dengan menelaah alam itu sendiri. Ini sangat berbeda dengan menjelaskan guntur dan halilintar atau musim semi dan musim salju dengan menciptakan dongeng mengenai dewa-dewa.

Filosof yang pertama kita kenal adalah Thales dari Miletus, sebuah koloni Yunani di Asia Kecil. Thales beranggapan bahwa sumber dari segala sesuatu adalah air.

Filosof berikutnya adalah Anaximander. Dia beranggapan bahwa dunia kita hanyalah salah satu dari banyak dunia yang muncul dan sirna di dalam sesuatu yang disebutnya tak terbatas, tapi tampaknya jelas bahwa dia tidak sedang memikirkan suatu zat yang dikenal dengan cara yang dibayangkan Thales. Jelas bahwa zat dasar itu tidak mungkin sesuatu yang sangat biasa seperti air.

Selanjutnya Anaximenes (kira-kira 570-526 SM) yang beranggapan bahwa segala sesuatu pastilah berasal dari udara atau uap.

Ketiga filosof ini semuanya percaya pada keberadaan satu zat dasar sebagai sumber dari segala hal. Namun bagaimana mungkin satu zat dapat dengan tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang lain? Kita dapat menyebut ini masalah perubahan. Sejak sekitar 500 SM, ada sekelompok filosof di koloni Yunani Elea di Italia Selatan. "Orang-Orang Elea" ini tertarik pada masalah ini.

Yang paling penting diantara para filosof ini adalah Parmenides (kira-kira 540 - 480 SM). Parmenides beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada pasti telah selalu ada dan tidak ada yang disebut perubahan aktual. Tidak ada yang dapat menjadi sesuatu berbeda dari yang sebelumnya.

Rekan sezaman nya Heraclitus beranggapan bahwa perubahan terus menerus atau aliran sesungguhnya merupakan ciri alam yang paling mendasar. "Segala sesuatu mengalir".

Dua filosof tadi saling bertentangan, tapi siapa yang benar? Adalah Empedocles (kira-kira 490 - 430 SM) dari Sicilia yang menuntun mereka keluar dari kekacauan yang telah mereka masuki itu. Empedocles menyimpulkan bahwa gagasan mengenai satu zat dasar itulah yang harus ditolak. Sumber alam tidak mungkin satu unsur saja. Ia yakin bahwa alam itu terdiri dari empat unsur, atau "akar" sebagaimana ia mengistilahkan. Keempat akar ini adalah tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau berpisahnya keempat unsur ini.

Anaxagoras (500 - 428 SM) adalah filosof lain yang tidak setuju bahwa satu bahan dasar tertentu -air, misalnya- dapat diubah menjadi segala sesuatu yang kita lihat di alam ini. Dia juga tidak dapat menerima bahwa tanah, udara, api, dan air dapat diubah menjadi darah dan tulang. Anaxagoras berpendapat bahwa alam diciptakan dari partikel-partikel sangat kecil yang tidak dapat dilihat mata dan jumlahnya tak terhingga. Lebih jauh, segala sesuatu dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang jauh lebih kecil lagi, bahkan dalam bagian yang paling kecil masih ada pecahan-pecahan dari semua yang lain.

Dan nanti Sophie akan bertemu Democritus ujar sang penulis surat.

Akhirnya Sophie memutuskan bahwa Filsafat bukanlah sesuatu yang dapat kita pelajari, namun barangkali kita dapat belajar untuk berpikir secara filosofis.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

Monday, March 6, 2023

MySkill E-Learning: Facebook Ads/Meta Ads

Baru saja menyelesaikan topik Facebook Ads/Meta Ads di path learning Digital Marketing di e-learning MySkill. Topik Facebook Ads ini terdiri dari course:

1. Facebook Ads Intro
2. Targeting Facebook Ads
3. Facebook Ads Optimization #1
4. Facebook Ads Optimization #2
5. App Install Ads on Facebook
6. Facebook Ads Manager
7. Facebook Ads Dashboard
8. Facebook Ads Reporting

 

 

 

Pada pekerjaan saya sebelumnya saya tidak secara langsung menghandle Meta Ads ini dan belajar lebih banyak dari beberapa course belakangan yang saya ikuti, meskipun memang sudah memiliki gambaran secara garis besar.

Semoga bisa belajar lebih banyak dan menerapkan best practice dari penggunaan Meta Ads ini :)

#digitalmarketing #facebookads #metaads #learning #facebook

Saturday, March 4, 2023

Pelatihan Online Reuters: Pengantar Jurnalisme Digital

 


Sangat senang bisa menyelesaikan Pelatihan Online dari Reuters: Pengantar Jurnalisme Digital. Pelatihan ini menjadi panduan dan menambah pengetahuan bagi saya untuk menjadi seorang jurnalis digital yang bertanggung jawab, profesional, dan memberitahukan informasi yang sesuai dan objektif dengan kaidah jurnalistik. 

Terima kasih Reuters :) 

Friday, March 3, 2023

Pre-Course Fundamental of Digital Marketing Course-Net


Baru saja menyelesaikan Pre-Course Fundamental of Digital Marketing di Course-Net. Berikut ini adalah materi di hari pertama "Introduction to Digital Marketing" :

  

Dan berikut ini adalah materi di hari kedua "Introduction to Organic dan Paid Ads" :

  

Semoga bermanfaat :)

Thursday, March 2, 2023

PEMBANGUNAN DAN POLITIK PERTANIAN DI INDONESIA

PEMBANGUNAN DAN POLITIK PERTANIAN DI INDONESIA

oleh Prof. Sri Widodo (Guru Besar Fakultas Pertanian UGM)


 

Halo kawan-kawan, saya mau share publikasi dari Prof. Sri Widodo yang saya kira masih relevan untuk dibaca sampai sekarang tentang pembangunan dan politik pertanian. Selama dua tahun ini saya berkecimpung di tataran ekonomi mikro yang berkaitan dengan manajemen perusahaan yang menghasilkan produk F&B untuk menambah nilai (added value) produk pertanian melalui proses pasca panen dan pengolahan. Dan belum masuk ke tataran ekonomi makro pertanian yang berkaitan dengan kebijakan dan pemikiran-pemikiran pertanian jangka panjang. Apabila ada kesempatan untuk S2 (semoga diluluskan di SMUP ke S2 Ilmu Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD dan dapat beasiswa. Aamiin..) saya sangat ingin mendalami topik yang dibahas di publikasi ini, dan bisa berkontribusi sebagai "pemikir ekonomi pertanian" terkemuka di Indonesia dan tataran global seperti yang dilakukan oleh Prof. Sri Widodo.

Izin tag Dosen Ekonomi Pertanian sekaligus pembimbing saya di Program Studi Rekayasa Pertanian SITH ITB  @rekayasapertanianitb @sithitb Ibu Mia Rosmiati @miarosmiati185 juga sarjana dan calon sarjana pertanian yang saya kenal, Kak Nanda @widnst , Kiki @mrizky_3 , Asya @auliaahasna , Esa @esrzqsryprtma , Ii @yesi.m.indira juga Ferrell @fr2l 

Mari berkontribusi untuk pertanian Indonesia :)

"Mestinya Perencanaan Perdesaan dan Pertanian Didukung Aspek Hukum" - Hastu Prabatmodjo (Dosen Planologi ITB)

 

Ingin membagikan salah satu tulisan dari Buku "Alumni Berbagi Membuka Cakrawala Takdir: Curah Pikiran dan Asa Para Alumni Planologi ITB tentang Kuliah dan Masa Depan Planner" yang diterbitkan oleh Alumni Planologi ITB (API) pada tahun 2010 yang saya beli setelah mengikuti salah satu acara HMP Pangripta Loka dengan tajuk dan judul tulisan "Mestinya Perencanaan Perdesaan dan Pertanian Didukung Aspek Hukum" dari narasumber Hastu Prabatmodjo (Dosen Planologi ITB) yang saya kira masih relevan sampai saat ini. Topik ini sengaja saya tulis karena berkaitan dengan bidang pertanian yang menjadi interest dan bidang keahlian yang ingin saya tekuni kedepannya. Selamat menyimak!

Mulai tahun 1985 saya bergabung di Planologi dibimbing Pak Bambang Bintoro, Ibu Zohara dan Pak Uton. Dari ketiga orang itulah saya belajar. Sejak awal saya diplot di bidang pengembangan pertanian, perdesaan, dan kadang-kadang menyerempet pengembangan wilayah. Bagaimanapun pengembangan wilayah merupakan bingkai dari keduanya. Pertanian adalah subset sektoral, dan perdesaan adalah subset spasial dari wilayah.

Dari studio-studio wilayah, saya juga membimbing Kuliah Kerja Nyata. Sekarang tidak ada lagi. KKN adalah kesempatan mengenal secara dekat tentang perdesaan. Di sana, realita perdesaan tampak nyata bukan saja teori. Jadi, ada lubang pengetahuan dan pengalaman yang hilang pada mahasiswa sekarang. Tapi itu adalah tuntutan perkembangan zaman.

Perencanaan perdesaan dan pertanian masih merupakan kebutuhan di Indonesia. Faktanya bahwa penduduk Indonesia masih banyak di perdesaan. Tugas planologi, mengantarkan agar bagian wilayah bernama perdesaan bisa menjalani transformasi dengan harmonis. Transformasi perdesaan merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Itu bagian dari perubahan besar sistem spasial kita. Perencanaan perdesaan perlu menghindari pendekatan konservatif. Kita tidak melakukan sesuatu yang mengembalikan desa kembali seperti zaman nenek moyang. Tetapi bagaimana caranya agar desa bisa menjalani perubahannya dengan manfaat yang maksimal dan efek negatif yang minimal. Paradigma itu penting sekali sehingga kita tidak terjebak dalam romantisme suasana perdesaan yang aman dan damai.

Kedepan, wilayah perdesaan akan berkurang. Ciri-ciri perdesaan lama-lama akan hilang berubah menjadi lebih well-organized. Urbanisasi merupakan mekanisme permukaan yang menandai transformasi perdesaan. Tapi bukan berarti desa akan hilang. Fungsi perdesaan sebagai tempat produksi pangan, keseimbangan ekologi, rekreasi, dan cadangan air harus tetap dipertahankan. Kalau fungsi tersebut hilang justru berbahaya. Yang berkurang adalah ciri komunitas perdesaan saja. Perencanaan perdesaan dikatakan sukses jika berhasil mengurangi ciri-ciri fisik perdesaan tanpa mengubah fungsinya.

Komunitas perdesaan saat ini sudah berubah. Perangkat modernisasi seperti televisi, teknologi komunikasi, dan internet nyata-nyata sangat mempengaruhi masyarakat desa. Dan faktanya perubahan  yang terjadi di perdesaan di Indonesia menuju arah yang kurang baik. Karakteristik perubahan yang terjadi lebih spontan, unplanned, mengikuti tren pasar. Intinya tidak mengikuti pedoman tertentu. Perencanaan bagian dari panduan itu dan tidak dihiraukan. Kalau tidak mengikuti perencanaan, akhirnya yang berlaku adalah hukum efisiensi, produktivitas. Ada hukum perdesaan yang tak bisa diserahkan pada pasar. Jangan sampai terjadi perubahan fungsi perdesaan yang ekstrem dan degradasi lingkungan yang mengancam ekologi.

Mestinya perencanaan pertanian didukung oleh aspek hukum, jadi perlu ada asas pemaksaan untuk menjaga keseimbangan. Namun faktanya masyarakat kita belum mengerti tentang hukum. Masyarakat kita masih mabuk demokrasi dan kebebasan. Literatur tentang perencanaan untuk masyarakat demokrasi sudah banyak. Tapi, persoalannya yang berdemokrasi di Indonesia adalah masyarakat yang belum berpengetahuan. Pelaksanaannya masih transaksional. Akhirnya keputusan yang terjadi bukan yang terbaik. Tapi, memang demokrasi tidak menghasilkan wisdom. Demokrasi merupakan suara terbanyak. Kalau banyak yang setuju, jadi keputusan meskipun bukan yang terbaik.

Wujud perencanaan perdesaan di Indonesia berupa program ad hoc yang merespon kebutuhan tertentu. Sekarang ada, ganti presiden bisa hilang. Selain itu juga aktivitas pengembangan sektoral: pertanian, pekerjaan umum dan lain-lainnya. Selain itu juga pengembangan kawasan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET), yang sebagian berbasis pengembangan perdesaan. Namun demikian, program-program tersebut tidak mengikuti perencanaan tertentu yang terpadu. Konsep yang dijalankan adalah bagaimana memperbaiki keterkaitan antara desa dan kota yang termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).

Bagaimana mengubah desa agar lebih maju, tidak ketinggalan dari kota? Kuncinya adalah agrobisnis. Bagaimana membangun pertanian yang sensitif dengan kebutuhan pasar. Produk pertanian harus memperhatikan kebutuhan pasar dan dikelola dengan manajemen bisnis modern. Namun demikian untuk bergerak ke arah sana perlu banyak usaha. Banyak petani yang belum mampu. Meskipun sekarang petani dipaksa untuk bertarung sendiri menghadapi pasar. Belum lagi tantangan perubahan iklim. Pertanian perlu mengikuti permintaan pasar yang lebih modern dan dinamis. Kalau pertanian kita tak bisa menjawab kebutuhan pasar, maka sudah pasti akan diisi oleh perusahaan asing. Misalkan, orang saat ini ingin makan kentang goreng rasa pizza. Padahal bahan dasarnya singkong, melimpah di Indonesia. Kalau pertanian kita tak bisa mengolah lebih modern sudah pasti akan diambil oleh perusahaan asing.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah, jangan sampai pemilik agrobisnis adalah pemilik modal besar, apalagi dari luar. Percuma saja, jika yang beragrobisnis adalah pemodal luar, keuntungannya sebagian besar lari ke mereka. Kalau bisa berasal dari petani itu sendiri melalui koperasi-koperasi dan kelompok tani. Sehingga petani sendiri yang akan menikmati hasilnya.

Kebijakan pemerintah saat ini masih menganut rezim neolib. Pertanian kita dibiarkan lepas berhadapan langsung dengan pasar. Sementara kondisi pertanian di Indonesia sangat beragam. Ada pertanian yang modern dan lebih banyak yang masih tradisional. Karena itu perlu ada diferensiasi kebijakan, tidak disamaratakan. Kalau semua berbasis pasar, maka petani tradisional akan tergilas. Karena pasar itu kejam, yang efisien yang menang dan yang tidak efisien akan kalah.

Kunci lain untuk menyelamatkan petani adalah organisasi petani. Kalau petani sendiri-sendiri akan menjadi makanan empuk bagi para pemilik modal. Jika berkelompok mereka akan lebih kuat bersama-sama menghadapi pihak luar. Petani biasanya terjebak pada kebutuhan mendesak dan pemilik modal punya uang banyak. Di situlah jeratan tengkulak mengancam. Namund demikian, mengorganisasikan petani adalah pekerjaan melawan arus modernisasi. Tren masyarakat modern justru individual. Karena itu, diperlukan pioneer yang bisa kuat menghadapi itu.

Potret lainnya adalah perbedaan karakter antara Jawa dan luar Jawa. Pertanian di Jawa pada umumnya sawah, sedangkan di luar Jawa banyak ladang dan perkebunan. Namun demikian, ada juga pertanian sawah di luar Jawa. Kalau perkebunan, tantangan yang dihadapi adalah kapitalis. Sejak dulu perkebunan dikuasai oleh pemilik modal bukan oleh masyarakat pertanian. Di sana yang ada bukan petani tapi buruh perkebunan.

Terkait dengan persoalan petani dan buruh perkebunan, penguasaan lahan yang jadi pangkal persoalan. Makanya ada gagasan Reforma Agraria (Land Reform) yaitu perubahan kepemilikan lahan. Supaya tidak ada seseorang atau korporasi yang menguasai lahan terlalu dominan. Tetapi ini sangat sulit dilakukan.

Investasi untuk Desa

Apa yang harus diinvestasikan pemerintah untuk mengkondisikan desa bisa menjalani transformasi dengan harmonis dan menjawab tantangan modernisasi yang arusnya kuat menghanyutkan? Investasi jangka panjang yang diperlukan adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Pendidikan merupakan kunci utama. Masyarakat desa harus lebih berpendidikan. Jangan lagi ada kisah keluarga petani mengadu nasib ke luar negeri dan pulang dengan tubuh penuh siksaan. Masyarakat desa harus lebih terampil mendayagunakan potensi lokal agar mampu memanfaatkan arus modernisasi untuk kemajuan. Selama ini pendidikan Indonesia masih generik dan baru mengantarkan pada modernisasi. Kedepan, perlu ada perkawinan antara pendidikan yang berorientasi pada modernitas dan pendidikan untuk mendayagunakan potensi desa.

Perangkat modernisasi harus juga memberi keuntungan pada desa. Teknologi komunikasi dan internet merupakan salah satu modal yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas pasar bagi produk desa. Justru, orang tidak perlu datang ke kota untuk mendapatkan berbagai akses informasi dan berhubungan dengan dunia luar. Keduanya bisa membuka pintu dunia yang selama ini menciptakan kesenjangan. Karena itu, kesempatan mendapatkan pendidikan di desa harus sama dengan masyarakat kota.

Investasi kedua adalah kesehatan. Pelayanan kesehatan harus sampai pada tingkat keluarga. Adanya Posyandu dan PKK merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa. Jangan sampai kesehatan menjadi penyebab kemiskinan petani. Infrastruktur perdesaan juga penting untuk menjamin kebutuhan dasar; air, energi, jalan, dan sanitasi. Kebutuhan infrastruktur dasar di kota sama dengan desa.      
       

Buku "Wajah Bandoeng Tempo Doeloe" karya Ir. Haryoto Kunto Tahun 1984


"Bandoeng is het paradijs der aardsche schoonen. Daarom is het goed daar te wonen."

"Bandung adalah sorga permai di atas dunia. Itulah sebabnya, baik untuk bermukim di sana!"

Baru saja membaca ulang Buku "Wajah Bandoeng Tempo Doeloe" karya Ir. Haryoto Kunto, sarjana Planologi ITB, yang diterbitkan pada tahun 1984. Buku ini merupakan hadiah dari Pak Angga Dwiartama saat saya mengerjakan project penulisan dengan bellau.

Buku ini mengulas sejarah Kota Bandung yang tidak lepas dengan pesatnya perkebunan kopi, teh, dan kina di kawasan pegunungan yang mengelilingi Kota Bandung oleh para Orang Belanda di perkebunan Priangan yang lebih terkenal dengan sebutan "Preangerplanters". Para "Toean Tanah" ini melakukan Tanam Paksa atau Cultuurstelsel yang tentu menyebabkan penderitaan dan duka bagi rakyat pribumi Priangan tapi juga memberikan "hikmah" yang cukup berarti seperti:

(1) Rakyat Priangan menjadi kenal, terbiasa, dan menguasai teknik, tata cara dari sistem pertanian, bagi jenis tanaman perkebunan. Pada umumnya hasil perkebunan lebih banyak mendatangkan keuntungan ketimbang hasil pertanian tanaman pangan.

(2) Selama Tanam Paksa dijalankan, banyak dibangun jalan-jalan "Kontrak" (Onderneming) untuk memudahkan pengangkutan hasil perkebunan ke kota. Jalur jalan perkebunan inilah kemudian, yang banyak membantu membuka "isolasi" daerah pedalaman Jawa Barat.

(3) Untuk menjaga kesuburan tanah, sistem pengairan, dan irigasi mulai dilaksanakan dengan teratur dan lebih intensif. Tentu saja upaya itu tidak terlepas untuk melipatgandakan hasil perkebunan.

(4) Beberapa "Lembaga Penyelidikan" tanaman perkebunan (kopi, teh, kina) didirikan di Wilayah Priangan. 

Beberapa "berkah" dari pelaksanaan Tanam Paksa tersebut merupakan faktor pendorong bagi intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan di Jawa Barat, khususnya di Priangan.

Buku ini juga mengulas asal usul mengenai julukan Kota Bandung sebagai "Kota Kembang" dan "Parijs van Java" dan bagaimana "Vereeniging tot nut van Bandoeng em Omstreken" (Perkumpulan Kesejahteraan Masyarakat Bandung dan Sekitarnya), yang menunjukkan bahwa sejak zaman dulu pihak swasta dan keterlibatan masyarakat sangat berpengaruh pada kota.

Saya juga ingin menuliskan Bab 18 Buku ini yang menjadi refleksi penulis nya mengenai "Bandung Antara Harapan dan Kenyataan" pada era tahun 1984 yang saya kira masih relevan hingga saat ini. 

Selamat menyimak!

 

BAB XVIII  
BANDUNG ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN


Ada sebagian warga kota yang nyengir sinis dan agak alergis mendengar ungkapan Bandung "Parijs van Java".


Memang benar, kalau orang mengatakan, bahwa "Parijs van Java" adalah "cerita lama". "syahibul hikayat", "bagaikan langit dan bumi", beda kenyataannya dengan Kota Bandung sekarang.


Kejayaan Bandung "Parijs van Java" telah lama berlalu, sebab gelar sanjungan itu lahir di jaman (maaf!) "tai kotok dilebuan" kata orang Sunda atau "jaman sepur lempung" kata orang Jawa.


Jadi dalam pembangunan Kota Bandung, mustahil bisa dikembalikan lagi ke jaman lampau. "de goede oude tijd" itu. Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan, bahwa Kota Bandung yang sering dilanda banjir pada musim hujan, tidak layak lagi disebut "Paris", tapi lebih sesuai disebut "Venezia", Venezia adalah sebuah kota di Italia yang penduduknya hidup di atas air.


Ada lagi "usul" yang "tidak lucu" konon sebutan "Paris" harus disesuaikan dengan lirik "aa" versi baru lagu "Hallo Hallo Bandung", yang bait akhirnya diubah menjadi "Sekarang telah menjadi lautan cai" (bukan lautan Api!), maka Bandungpun jadi "Parit" van Java, alias "Selokan" van Java masya Allah!


Biarlah - Sekarang telah menjadi lautan cai, asalkan - Mari Bung Bangun kembali! Ditata kembali - bangunan fisik kotanya, kehidupan masyarakatnya, alam-lingkungan sekitarnya, dan sistem komunikasi dan aktivitas penduduk kotanya.


Dalam kaitannya dengan "penataan kembali" Kota Bandung inilah, suatu "Program Konservasi Bangunan dan Lingkungan Kota" sangat diperlukan.


Apa yang dimaksud dengan "konservasi", bukanlah upaya "proservasi" yang ditujukan untuk menjaga mengawetkan dan mempertahankan bangunan-bangunan lama dan alam lingkungan kota, agar masih tetap utuh bentuk dan wujudnya sebagaimana mula terjadi.


Bilapun di Kota Bandung nanti, ada usaha untuk memugar kembali bangunan - monumen dan obyek bersejarah, hal itu bukanlah upaya untuk mengembalikan sebagai "Parijs van Java" -- bukan itu yang dimaksud.


Jadi apakah yang dimaksud dengan "konservasi" itu? Sementara pihak ada yang mengatakan bahwa "konservasi", ialah pemanfaatan yang arif akan sumber daya alam dan mencegah kerusakan dan kemunduran mutunya (Wildan Yatim -"PR", 7 April 1983).


Sedangkan arti "konservasi" dalam "Proses Perancangan Kota" yang selalu berubah terus menerus dan berkembang secara dinamis adalah upaya untuk menjaga keberlangsungan proses perubahan alami secara wajar.


Dengan begitu, apa yang harus dikonservasi dan dilestarikan adalah - "proses perubahan alamiahnya".


Pendapat ini tentu agak kontraversil dan sedikit melawan arus. Namun bila kita berpijak kepada kenyataan bahwa di alam semesta ini tidak ada satu benda atau makhluk pun yang akan tetap langgeng dan abadi, maka upaya untuk melestarikan "proses perubahan alamiah" merupakan satu-satunya alternatip yang bisa dilakukan oleh manusia.


Untuk lebih menjelaskan maksud dari menjaga kelangsungan proses perubahan alami secara wajar dalam "proses perancangan dan pembangunan kota", bisa diikuti uraiannya seperti di bawah ini.


Seorang "perancang kota" (City Planner) yang arif, akan selalu berpegang kepada motto - "The City is The People!" ("Kota adalah manusia-manusia penghuninya").


Dengan berpegang pada pendapat itu, maka seorang perancang kota akan mendasari dan memperhitungkan "faktor manusia" (warga kota yang dimaksud) dalam menentukan kebijakan perencanaannya. Jadi tidak hanya memperhitungkan "faktor teknis" semata-mata.
 

Sebagai contoh - "modernisasi" pasar bertingkat, setelah selesai dibangun, banyak kios (terutama tingkat atas) masih kosong dan tidak terpakai, karena pembeli segan menaiki tangga ke atas.


Pelebaran jalan sebagai alternatip untuk memecahkan kemacetan lalu lintas tidak akan berhasil, tanpa mengetahui lebih dulu pola perjalanan sehari-hari dari penduduk kota.


Sebagaimana telah diungkapkan di depan, pelebaran jalan telah banyak menelan korban bangunan lama yang antik dan bersejarah - sedangkan problem kemacetan lalu lintas masih tetap belum teratasi.


Jembatan penyeberangan sudah disediakan, mengapa orang tidak mau memanfaatkannya?
Larangan parkir di pinggir jalan, tanpa menyediakan lokasi parkir, mendorong orang untuk memarkir kendaraan di trotoar.


Rambu-rambu lalu lintas sering kali tidak diindahkan dan banyak dilanggar oelh para pemakai jalan. Apakah ini disebabkan kurangnya rasa disiplin dan tidak ada kesadaran mentaati peraturan lalu lintas di kalangan masyarakat? Atau mungkin karena sistem pengaturan lalu lintasnya yang kurang tepat?


Semua itu mungkin saja.


Yang jelas dari beberapa contoh dikemukakan tadi, terlihat adanya "perbedaan kepentingan" ("conflict of interest") antara warga kota (masyarakat) di satu pihak, dengan para "pengambil keputusan" di lain pihak - dalam hal ini adalah para administrator pengelola kota.


Atau bisa juga dikatakan - tidak terdapat "keselarasan" antara "perilaku", "naluri alami" dan "hajat kepentingan" masyarakat dengan "peraturan-peraturan" dan "fasilitas kota" yang telah dibuat atau disediakan oleh para pengelola kota.


Apa yang disebut "conflict of interest", merupakan problema yang akan selalu dihadap, dalam penentuan kebijakan yang berkaitan dengan "perancangan kota" (Marvin L. Manheim. 1979)


Bila kita mesti berpihak dalam "konflik kepentingan" kepentingan siapa yang harus didahulukan? - Berpaling kemabli kepada semboyan "The City is The People", maka kepentingan masyarakat atau manusianyalah yang harus dimenangkan.


Namun bila unsur manusia harus dimenangkan dan mengatasi segala "peraturan" yang ada, lalu bagaimana caranya menjaga ketertiban hidup di dalam kota? Ya, tentu saja harus dengan "aturan-aturan" juga! Tapi "aturan" yang bagaimana?


Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan "lalu lintas" dan "Pembinaan Kota" akan efektif dan mencapai sasaran, sejauh peraturan tadi "selaras" dengan "naluri alami" dan memenuhi "hajat kepentingan" masyarakat. Yang lebih penting lagi, "peraturan-peraturan" tersebut tidak bertentangan dengan hakikat konservasi - yang menjamin kelangsungan proses perubahan alami secara wajar.


Nah, dalam menjaga "kewajaran" dalam membangun Kota Bandung yang sama-sama kita cintai inilah, perlu disarankan kepada para pengelola Kota Bandung agar dapat memetik "kearifan' dari kekeliruan -kekeliruan pembangunan dan perancangan yang pernah dialami oleh kota-kota lainnya.


Pembangunan Kota Bandung tidak perlu "meniru" atau "berpola" kepada "pembangunan" kota lainnya. Sekedar ingin disebut Moderen dan tidak ketinggalan jaman. Karena setiap kota memiliki "karakter", "problem", dan "potensi" yang khas dan memerlukan penanganan khusus dab memadai dengan kota itu masing-masing.


Para pengelola kota, tentunya telah menguasai prinsip elementer "perancangan kota" yaitu mahir menyusun Skala Prioritas Pembangunan dan memilih alternatip yang paling tepat, sesuai dengan tingkat urgensi dan kebutuhan paling mendesak bagi warga kota. Sebagai contoh yang spesifik di Kota Bandung, mana yang harus lebih diutamakan: "membangun patung badak atau membenahi lebih dulu sungai-sungai dangkal agar banjir tidak meluap, sehingga dapatlah dihindarkan jatuhnya korban jiwa dan harta penduduk".


Rupanya sudah sampai pada gilirannya, bahwa Program Konservasi Gedung dan Monumen Bersejarah di Kota Bandung mendapat perhatian dan prioritas utama. Sebelum tangan manusia "progresip revolusioner" merombak - membongkar - memusnahkan "harta budaya kota" yang bersejarah dan tak ternilai harganya - hilang lenyap - ditelan roda pembangunan yang berputar cepat.


Tak apalah warga Kota Bandung sedikit bersikap "konservatip" dalam upaya mempertahankan sekelumit wajah Kota Bandung "tempo doeloe".


Warisan masa lalu apalagi, yang cukup berharga dimiliki oelh Kota Bandung? Gedung, monumen atau obyek bersejarah sisa "peradaban" masa lalu - yang patut "dilindungi" dan "diselamatkan" oelh warga kota sekalian.


"This is The City, and I am one of the Citizen!"(Inilah sebuah kota dan saya adalah salah seorang Warganya!") kata penyair Walt Whitman.


Ucapan itu mengandung makna, bahwa "nasib", hidup - mati sebuah kota ("City") tidak bisa dipisahkan dengan "kehidupan" warga kotanya (Citizens).


Oleh sebab itu, menjadi "hak" dan "kewajiban" setiap "Warga Kota", untuk merasa memilki dan melibatkan diri dalam penataan maupun pembangunan kotanya.


Bagaimana "brengsek" dan "semrawutnya" Kota Bandung, tidak ada pilihan lain bagi "Warga Kota" untuk tinggal bersamanya dan - tetap mencintainya!


Warga-Kotalah sebenarnya ayng paling berhak "mengukir" bentuk wajah kotanya bukan semata-mata memperturutkan "selera" para administrator pengelola kota yang memiliki otoritas.


Dengan demikian "baik-buruk" wajah sebuah kota, pada hakikatnya adalah juga "cermin kehidupan" dari Warga Kotanya.

 
Akan berdiam dirikah para pembaca, khususnya "warga kota" Bandung, bila mendengar kota pemukimannya disebut orang "brengsek" dan "semrawut"?             

Wednesday, March 1, 2023

"Mengapa Kita Suka Makan Nasi?"

 

Sebuah video yang sangat menarik dan insightful dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) tentang "Mengapa Kita Suka Makan Nasi?" 

Selamat menyimak!

 



MySkill Short Class: Social Media Strategy dan Intro to SQL

Saya baru saja mengikuti Short Class di MySkill yaitu Short Class Digital Marketing dan Short Class Data Analysis. Dalam pelaksanaan Short Class tersebut peserta diwajibkan untuk membuat dan mengerjakan Mini Task dan juga twibbon lalu menguploadnya ke sosial media.

 

Berikut ini adalah Mini Task Short Class Digital Marketing: Social Media Strategy di MySkill dan saya membahas mengenai Content Pillar Instagram dari Cap Panah Merah atau PT East West Seed Indonesia.

 

 Dan berikut adalah Certificate of Completion nya:

 

Dan berikut ini adalah Mini Task saya di Short Class Data Analysis: Intro to SQL, terdiri dari Course Summary dan Hasil Olah Data.

 

Dan berikut adalah Certificate of Completion nya:

 

Semoga bermanfaat :)

Tuesday, February 28, 2023

MySkill E-Learning: Social Media Marketing


Baru saja menyelesaikan course dengan topik Social Media Marketing di e-learning MySkill setelah sebelumnya menyelesaikan topik Marketing Management. Topik course ini menjadi ajang evaluasi dan tambahan pengetahuan dari jobdesk di pekerjaan saya sebelumnya. Ternyata Digital Marketing memang sedinamis itu sehingga kita dituntut untuk terus belajar dan update tools serta insight terbaru sehingga bisa tetap berkompetisi di persaingan yang sangat ketat di dunia digital, khususnya social media :)

MySkill E-Learning: Marketing Management

Baru saja menyelesaikan e-learning course topik Marketing Management di path learning Digital Marketing di MySkill oleh Ryan Dwana dengan judul course:

1. Marketing Introduction
2. Branding Introduction
3. Brand Positioning Introduction
4. Consumer and Audience Insight
5. Finding The Brand Benefit
6. Campaign and Media Planning
7. Assessing Marketing Materials
8. Build a Marketing Team


Materi di topik ini sangat padat juga lengkap dan menjadi ajang kristalisasi pengetahuan dan evaluasi dari pekerjaan saya sebelumnya yang juga berkaitan dengan bidang Marketing Management.

Presentasi di atas adalah salah satu materi dan case study pada course Campaign dan Media Planning yang saya rasa sangat bermanfaat dan relevan dengan pengalaman saya di pekerjaan sebelumnya, sehingga menjadi bekal untuk terus upgrade tools juga pengetahuan terkini dan juga menjadi evaluasi dari kesalahan-kesalahan saya di pekerjaan sebelumnya tersebut.

Saya akan mempelajari materi-materi lain di path learning Digital Marketing dan path learning lainnya sehingga bisa upskilling dan reskilling sehingga tetap relevan dengan update tools dan tren yang ada saat ini.

Bravo MySkill.id!

Saturday, February 25, 2023

Digital Marketing Mini Course RevoU

Beberapa waktu lalu saya baru saja menyelesaikan Digital Marketing Mini Course di RevoU dan ingin membagikan beberapa materi yang saya capture saat lecture. Semoga bermanfaat!

Monday, February 13, 2023

[Part IV-Habis] Kutipan Buku “Unlimited Power” karya Anthony Robbins @tonyrobbins

 

Lima Kunci Untuk Kekayaan dan Kebahagiaan.

Kunci pertama: Anda harus belajar bagaimana untuk mengatasi frustasi.

Kunci kedua: Anda harus belajar bagaimana menangani penolakan.

Kunci ketiga: Anda harus belajar untuk menangani tekanan keuangan.

Kunci keempat: Anda harus belajar mengenai bagaimana menangani kepuasan diri.

Kunci kelima dan terakhir: Selalu memberi lebih daripada apa yang Anda harapkan untuk Anda terima. "Rahasia hidup adalah memberi."

Sunday, February 12, 2023

[Part III] Kutipan Buku “Unlimited Power” karya Anthony Robbins @tonyrobbins

 

 

Hubungan yang selaras adalah alat utama untuk menciptakan hasil dengan orang lain. Ingat, kita telah mempelajari di bab sebelumnya bahwa orang merupakan sumberdaya terpenting Anda. Tidak peduli apa pun yang Anda inginkan dalam hidup Anda, jika Anda membangun hubungan keselarasan Anda dengan orang yang tepat, Anda akan mampu memenuhi kebutuhannya, dan mereka akan mampu memenuhi kebutuhan Anda.

Bagaimana untuk mendapatkan apa pun yang Anda inginkan: "Minta," ucap saya. "Bagian akhir pembelajaran."

Apakah saya bercanda? Tidak. Ketika saya mengatakan, "Minta," saya tidak memaksudkan dengan memelas atau mengemis atau komplain atau menyembah-nyembah. Saya tidak memaksudkan harapan mendapatkan sedekah atau makan siang gratis atau mendapatkan derma. Saya tidak memaksudkan agar Anda berharap seseorang melakukan pekerjaan Anda untuk Anda. Apa yang saya maksudkan adalah belajar untuk meminta dengan cerdas dan dengan akurat. Belajar untuk meminta dengan cara yang dapat membantu Anda mendefinisikan sekaligus mencapai hasil Anda. Sekarang Anda memerlukan beberapa peralatan lisan yang spesifik. Terdapat lima panduan untuk meminta dengan cerdas serta akurat.

1. Meminta dengan spesifik. Anda harus menjelaskan apa yang Anda inginkan, baik bagi diri Anda sendiri maupun untuk orang lain. Seberapa tinggi, seberapa jauh, seberapa banyak? Kapan, dimana, bagaimana, dengan siapa? Jika bisnis Anda memerlukan pinjaman, Anda akan mendapatkannya -jika Anda mengetahui bagaimana cara meminta. Anda tidak akan mendapatkannya jika Anda mengatakan, "Kami memerlukan lebih banyak uang untuk mengembangkan lini produk baru. Kami mohon pinjami kami uang." Anda perlu mendefinisikan dengan akurat apa yang Anda inginkan, mengapa Anda menginginkan itu, dan kapan Anda membutuhkannya. Anda perlu untuk menunjukkan apa yang dapat Anda hasilkan dengannya. Dalam seminar-seminar penetapan tujuan kami, orang-orang selalu mengatakan mereka menginginka lebih banyak uang. Saya memberikan seperempat dolar. Mereka meminta dan mereka menerimanya, namum mereka tidak meminta dengan cerdas, jadi mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

2. Meminta kepada seseorang yang dapat membantu Anda. Tidak cukup hanya dengan meminta secara spesifik, Anda harus meminta secara spesifik kepada seseorang yang memiliki sumberdaya -pengetahuan, modal, sensitivitas, atau pengalaman bisnis. Katakanlah Anda memliki permasalahan dengan pasangan Anda. Hubungan Anda memburuk. Anda dapat mencurahkan isi hati Anda. Anda dapat menjadi begitu spesifik dan jujur. Akan tetapi jika Anda mencari pertolongan dari seseorang yang memiliki hubungan yang menyedihkan sebagaimana hubungan Anda, akankah Anda berhasil? Tentu tidak.

3. Ciptakan nilai bagi orang tempat Anda meminta. Jangan hanya meminta dan mengharapkan seseorang memberikan sesuatu kepada Anda. Cari tahu bagaimana Anda dapat membantunya terlebih dahulu. Jika Anda memiliki gagasan bisnis dan memerlukan uang untuk mendorongnya, satu cara untuk melakukan adalah dengan menemukan seseorang yang bisa membantu sekaligus bisa mendapatkan keuntungan. Tunjukan kepadanya bagaimana ide Anda dapat menghasilkan uang bagi Anda dan juga baginya. Nilai yang Anda ciptakan tidak harus selalu bersifat kentara seperti itu. Nilai yang Anda ciptakan dapat hanya berupa perasaan atau sebuah mimpi, namun itu sering kali sudah cukup. Jika Anda datang kepada saya dan mengatakan bahwa Anda membutuhkan 10.000 dolar, saya mungkin akan mengatakan, "Demikian juga dengan banyak orang lainnya." Jika Anda mengatakan bahwa Anda memerlukan uang tersebut untuk membuat perbedaan bagi kehidupan orang lain, saya mungkin akan mulai mendengarkan. Jika Anda secara spesifik menunjukan kepada saya bagaimana Anda ingin menolong orang lain dan menciptakan nilai bagi mereka dan diri Anda sendiri, saya mungkin akan melihat bagaimana membantu Anda akan dapat menciptakan nilai juga bagi diri saya.

4. Memintalah dengan keyakinan yang fokus, kongruen. Cara yang paling pasti untuk memastikan kegagalan adalah menyampaikan dengan keraguan (dua perasaan yang bertentangan). Jika Anda tidak yakin mengenai apa yang Anda minta, bagaimana dengan orang lain? Jadi ketika Anda meminta, lakukan hal tersebut dengan keyakinan bulat. Ekspresikan hal tersebut dalam kata-kata dan gerak fisik Anda. Mampukanlah diri Anda untuk menunjukkan bahwa Anda yakin terhadap apa yang Anda inginkan, Anda yakin bahwa Anda akan sukses, dan Anda yakin bahwa Anda akan menciptakan nilai, bukan hanya bagi Anda namun juga bagi orang yang Anda meminta kepadanya.

5. Meminta hingga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Itu tidak berarti meminta kepada orang yang sama. Itu tidak berarti meminta dengan cara yang persis sama. Ingat, Formula Sukses Utama mengatakan Anda  perlu menumbuhkan ketajaman indra untuk mengetahui bagaimana dan untuk mengetahui apa yang Anda peroleh, dan Anda harus memiliki fleksibilitas diri untuk berubah. Jadi ketika Anda meminta, Anda harus berubah dan menyesuaikan diri hingga Anda mendapat apa yang Anda inginkan. Ketika Anda mempelajari kehidupan orang-orang sukses, Anda akan mendapatkan bahwa mereka lagi dan lagi tetap meminta, tetap mencoba, tetap berubah -karena mereka tahu bahwa cepat atau lambat mereka akan menemukan seseorang yang dapat memuaskan kebutuhan mereka.

Selain meminta, kemampuan untuk mewujudkan hubungan keselarasan adalah salah satu kemampuan terpenting yang dapat dimiliki oleh seseorang. Untuk menjadi bintang pertunjukan atau tenaga penjual yang baik, menjadi orang tua atau teman baik, pendorong atau politisi yang baik, apa yang amat Anda butuhkan adalah hubungan keselarasan, kemampuan untuk membentuk ikatan kesamaan manusia yang kuat dan hubungan yang responsif.        

Saturday, February 11, 2023

[Part II] Kutipan Buku “Unlimited Power” karya Anthony Robbins @tonyrobbins

 

Jalan menuju kesuksesan terdiri atas mengetahui hasil Anda, bertindak, mengetahui hasil apa yang akan Anda dapatkan, dan memiliki keluwesan untuk berubah hingga Anda sukses. Hal yang sama juga berlaku pada keyakinan. Anda harus menemukan keyakinan yang mendukung hasil Anda -keyakinan yang akan membawa Anda ke tempat yang ingin dituju. Jika keyakinan Anda tidak dapat melakukannya, maka Anda harus membuang keyakinan itu dan mencoba keyakinan baru.

Keyakinan #1: Semuanya terjadi karena suatu alasan dan tujuan, dan itu bermanfaat bagi kita.

Keyakinan #2: Tidak ada yang namanya kegagalan. Yang ada hanyalah hasil.

Keyakinan #3: Apa pun yang terjadi, bertanggungjawablah.

Keyakinan #4: Anda tidak perlu memahami segalanya agar bisa menggunakan segalanya.

Keyakinan #5: Manusia adalah sumberdaya terbesar Anda

Keyakinan #6: Bekerja itu sama dengan bermain.

Keyakinan #7: Tidak ada kesuksesan tanpa komitmen.

Pebalet besar dari Rusia yaitu Anna Pavlova pernah mengatakan, "Mengikuti sebuah tujuan tanpa berhenti, itulah rahasia dari kesuksesan." Itu hanya cara lain untuk menjelaskan Rumus Kesuksesan Besar kita --ketahuilah hasil Anda, contohlah apa yang berhasil, bertindaklah, kembangkan sensor tajam untuk mengetahui apa yang Anda raih, dan teruslah memperbaikinya hingga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan.

[Part I] Kutipan Buku "Unlimited Power" karya Anthony Robbins @tonyrobbins



Membaca lagi buku "Unlimited Power" dari Tony Robbins yang saya beli di tahun 2014. Saya sudah membaca sampai bab 4 dan akan mencoba menampilkan kutipan-kutipan yang bermakna dan penting bagi saya. Selamat menyimak!

"Kehidupan orang-orang yang berhasil telah menunjukkan kepada kita berulang kali bahwa kualitas hidup kita bukan ditentukan oleh apa yang terjadi pada diri kita, tetapi oleh apa yang kita lakukan terhadap apa yang terjadi."

"Sekali lagi, memiliki pengetahuan tidaklah cukup. Tindakanlah yang menciptakan hasil."

"Semakin banyak saya membaca buku tentang NLP (Neuro-Linguistic-Programming), semakin besar keheranan saya saat mengetahui bahwa sedikit atau tidak ada buku yang membahas tentang proses mencontoh. Bagi saya, mencontoh adalah jalan menuju keberhasilan. Ini berarti jika melihat siapa pun di dunia ini menciptakan hasil yang saya inginkan, maka saya bisa menciptakan hasil yang sama jika saya bersedia menyediakan waktu dan usaha yang diperlukan. Jika Anda ingin meraih keberhasilan, maka yang harus Anda lakukan adalah mencari cara untuk mencontoh mereka yang telah berhasil. Seperti mengetahui tindakan apa yang mereka lakukan, khususnya bagaimana mereka menggunakan otak dan tubuh mereka untuk meciptakan hasil yang ingin Anda tiru. Jika Anda ingin menjadi teman yang lebih baik, orang yang lebih kaya, orangtua yang lebih baik, atlet yang lebih baik, pengusaha yang lebih berhasil maka yang harus Anda lakukan adalah mencari contoh orang yang berhasil. ...Namun, tujuan saya untuk Anda bukan hanya untuk mempelajari berbagai pola keberhasilan ini, tetapi juga lebih dari itu yaitu menciptakan contoh Anda sendiri."

"Keyakinan/Sikap -> Kemampuan -> Tindakan -> Hasil -> Keyakinan/Sikap"
 
"Keyakinan kitalah yang menentukan seberapa banyak kemampuan yang dapat kita gunakan. Keyakinan dapat membuka atau menutup aliran ide. Bayangkan situasi berikut ini. Seseorang mengatakan kepada Anda, "Tolong ambilkan garam," dan saat Anda memasuki ruangan sebelah Anda berkata, "Tetapi aku tidak tahu tempatnya." Setelah mencari selama beberapa menit, Anda berteriak, "Aku tidak bisa menemukan garamnya." Kemudian orang itu berjalan menghampiri Anda, lalu mengambil garam dari rak yang berada tepat di depan Anda, dan berkata, "Lihatlah, garamnya tepat didepanmu. Seandainya garam ini ular, ia pasti sudah menggigitmu." Saat Anda berkata, "Aku tidak bisa," Anda memberi otak Anda perintah untuk tidak melihat garam. Dalam psikologi, kami menyebutnya skotoma. Ingatlah bahwa setiap pengalaman manusia, apapun yang pernah Anda katakan, lihat, dengar, raba, cium, atau rasakan disimpan dalam otak Anda. Saat Anda mengatakan Anda tidak ingat, maka Anda benar. Saat Anda mengatakan Anda ingat, maka Anda memberi perintah pada susunan saraf Anda untuk membuka jalan menuju bagian otak Anda yang kemungkinan bisa memberikan jawaban yang Anda butuhkan."

"Mereka bisa karena mereka berpikir mereka bisa." -Virgil