Friday, July 28, 2023

Yuk Belajar Bahasa Daring (YB2D) English from Language Center of UNJ. My First, Second, and Third Meetings.

 

I have been joining Yuk Belajar Bahasa Daring (YB2D) English from Language Center of UNJ (LCU) since June 2023. It is a free English Course that is held once in two weeks. I joined this event after I took TOEFL ITP Digital at LCU. Here are the recap and learning materials of my first, second, and third meetings. Enjoy!

 

June 21st, 2023. First Meeting.


I was really glad to join "Yuk Belajar Bahasa Daring - English" from Language Center of UNJ @uptbahasaunj

I knew this event because I followed LCU's IG account after I had finished my TOEFL ITP Digital Test on June 14th.
 

On that day, we watched movie clips from Puss and Boots and we discussed about them.

What I learned that day were the meaning of words was not always based on the real meaning, but we must see the context in the conversation, I also learned about the rules of sound "d" after word "at" when the word was followed by vowel sounds.

 

July, 13th 2023. Second Meeting.


 

It was my second meeting on Yuk Belajar Bahasa Daring (YB2D) English from Language Center of UNJ @uptbahasaunj and we discussed about subordinating conjunction vs coordinating conjunction. The pdf above is the learning materials.

I really enjoyed today's learning with Mr Pieter and all of the participants. I could relearn about these basic but important materials :)

 

July 28th, 2023. Third Meeting.

 

I was really glad to attend my third meeting on Yuk Belajar Bahasa Daring (YB2D) English Language Center of UNJ @uptbahasaunj

I met again with Mr. Pieter as my tutor. We discussed about expressing opinion. The materials can be seen on the pdf above.

Happy learning everyone :)

Thursday, July 27, 2023

"How to Publish Your Research in Well-Known Journals" Seminar from Professor Hiroshi Ezura, University of Tsukuba, Japan






Today, July 27th, 2023, I just attended "How to Publish Your Research in Well-Known Journals" Seminar from Professor Hiroshi Ezura, University of Tsukuba, Japan. The seminar was held by World Class Professor 2023 Program, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran @universitaspadjadjaran @ekper_unpad @ilmupertanian.s3.unpad in Student Center Faperta UNPAD.

As a beginner researcher, this seminar is eye-opening that doing and writing Excellent Original Research and Review Articles are very important to academicians.

I will try to learn more and increase my capabilities to do research and write Original Research Paper and Review Articles at Agricultural Economics Master's Program, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran.

Wish me luck!

Tuesday, July 18, 2023

GENIE•chat, Chat dan Pembelajaran Interaktif yang Didukung AI dengan PDF dan Dokumen yang Anda Upload

Artificial Intelligence (AI) berbentuk chatbot menjadi salah satu tools yang akan terus berkembang dan dibutuhkan ke depan. Banyak sekali chatbot AI yang bisa menjadi opsi untuk melakukan pembelajaran dan pendalaman berbagai materi, baik untuk kepentingan akademis, bisnis, maupun hanya sekadar mencari pengetahuan baru. Sebut saja chatbot ChatGPT dari OpenAI yang sempat menghebohkan jagat maya tanah air beberapa waktu kemarin. 

Saat ini terdapat salah satu Chatbot AI yang memiliki fitur unik dan lebih lengkap yang patut untuk dicoba, yaitu GENIE•chat atau bisa dikunjungi di link:  https://mygenie.chat/id 

Yang membedakan antara GENIE•chat dengan Chatbot AI lain adalah kita bisa mengupload file referensi berupa PDF atau file berisi teks lainnya yang menjadi sumber rujukan dari pembelajaran dan pencarian materi yang kita lakukan melalui chatbot AI. File PDF tersebut akan tergabung dalam satu folder library sehingga kita bisa merujuk pada beberapa file PDF untuk satu topik yang sedang kita cari.

Tidak hanya bersumber dari PDF yang kita upload, selayaknya chatbot AI yang lain, GENIE•chat juga bisa memberikan jawaban dari topik yang kita cari bersumber dari internet dengan validasi tinggi karena menggunakan versi GPT-4. 

Penggunaan GENIE•chat ini sudah saya lakukan dan menghasilkan jawaban yang memuaskan. Kelebihan lain dari GENIE•chat yang lain adalah di setiap jawaban yang dihasilkan oleh chatbot, diberikan suggestion question yang berkaitan dengan pertanyaan kita sebelumnya atau isi dari file PDF yang kita upload, sehingga tentu hal ini akan memperluas pengetahuan dan memudahkan kita dalam memahami dan menggali materi yang sedang kita cari.

Untuk menggunakan GENIE•chat ini, saya hanya perlu sign up dan log in dengan Google Account, lalu mengupload  file PDF, dalam hal ini saya mengupload proposal penelitian saya untuk program magister atau S2 dan keperluan mendaftar beasiswa. 

Saya bisa menggali kembali isi dari dokumen saya dan menanyakan hal yang saya belum paham benar dari metode penelitian pada file tersebut. Hal yang saya tanyakan yaitu mengenai teknik triangulasi. 

Dan gambar di bawah ini adalah jawaban GENIE•chat dari pertanyaan yang saya ajukan, sangat mendalam dan tepat sasaran. Saya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dimaksud teknik triangulasi yang merupakan salah satu teknik analisis yang saya pilih dalam penelitian kualitatif yang akan saya lakukan.


 
Hal ini tentu akan sangat membantu siswa, mahasiswa, pengajar, kalangan akademik, dan peneliti untuk mencari referensi dan pertanyaan yang masih mengganjal dan belum terjawab.

Dilansir dari website GENIE•chat, GENIE•chat akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa serta pengajar. GENIE•chat adalah alat belajar yang akan sangat membantu dalam pemahaman buku teks, catatan, dan slide sehingga akan menjadi lebih mudah. Tidak perlu lagi membuang waktu untuk makalah dan artikel akademis yang membingungkan. Dengan GENIE•chat, kita akan unggul secara akademis dan bisa belajar dengan lebih cerdas.

Untuk kalangan pebisnis profesional GENIE•chat juga akan sangat bermanfaat. GENIE•chat dapat menyederhanakan proses peninjauan dokumen, seperti proposal atau dokumen hukum. Kita bisa mendapatkan wawasan tepat dalam waktu singkat dan bisa menyimpan data dengan aman di cloud. GENIE•chat bisa diakses kapan pun kita membutuhkannya dan menghapus data kapan pun kita mau. 

Untuk para Knowledge Seekers, kita bisa ajukan pertanyaan dalam bahasa apa pun dan mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kita bisa memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman dengan Perpustakaan pengetahuan pribadi GENIE•chat. Ini adalah alat untuk semua pertanyaan dan keingintahuan Anda.

Jadi tunggu apa lagi, ayo gunakan GENIE•chat! https://mygenie.chat/id

Friday, July 14, 2023

Riset: Mahasiswa Pertanian Tak Ingin Jadi Petani, Apa Sebabnya?

Riset: Mahasiswa Pertanian Tak Ingin Jadi Petani, Apa Sebabnya?
 
 

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia petani meningkat dari 39,9 tahun pada 2000 menjadi 45,7 tahun pada 2020. Ini menunjukkan tren penuaan tenaga kerja sektor pertanian dan rendahnya minat anak muda menjadi petani.

Sayangnya, hasil riset saya pada 577 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa lulusan pertanian memiliki minat yang rendah untuk bergelut di sektor ini karena kurangnya pengetahuan mereka, rendahnya kepercayaan diri, stigma, hingga ketiadaan dukungan dari orang tua dan pendidik.

Keinginan mahasiswa IPB menjadi petani cukup rendah, yaitu sebesar rata-rata 5,65 dari 10, jauh di bawah rata-rata keinginan mereka untuk membuka bisnis di sektor lain yaitu sebesar 8,29.

Hal ini bisa menjadi ancaman karena menurut penelitian beberapa pakar, petani tua cenderung kurang produktif dan efisien serta enggan untuk mengadopsi teknologi terbaru. Indikasi ancaman ini dibuktikan dengan 4,79% penduduk Indonesia – atau setara dengan 13 juta penduduk – mengalami kerawanan pangan di tahun 2021, yang salah satunya dapat disebabkan kekurangan produksi pangan dalam negeri.

Kekurangan produksi pangan juga ditunjukkan dengan rata-rata peningkatan impor pangan sebesar 5,98% tiap tahunnya. Padahal, dengan adanya krisis global saat ini, termasuk pandemi COVID-19 dan Perang Rusia-Ukraina yang mengguncang perdagangan lintas negara, para ahli mengakui perlunya mencapai swasembada dan ketahanan rantai pasokan.

Menghadapi situasi ini, Indonesia butuh regenerasi di sektor pertanian dan lebih banyak petani muda.

Mengapa generasi muda enggan menjadi petani?

 
Keinginan menjadi petani dan membuka bisnis di non-pertanian.

Saya menemukan beberapa faktor yang signifikan mempengaruhi keinginan mahasiswa menjadi petani.

Keakraban atau pengetahuan mahasiswa terhadap aktivitas bertani berpengaruh positif terhadap keinginan mereka menjadi petani. Rata-rata tingkat keakraban mahasiswa IPB terhadap aktivitas bertani hanya sebesar 5,83 dari 10.

Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sekalipun mereka adalah mahasiswa di universitas pertanian, bukan berarti mereka mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk aktivitas bertani dari kegiatan belajar di kelas. Aktivitas ini termasuk produksi pertanian di lapangan, baik dalam bercocok tanam, manajemen tenaga kerja, maupun penjualan hasil panen. Sulit bagi mereka membayangkan menjadi petani jika mereka merasa asing dengan aktivitas bertani itu sendiri.

Saya juga menemukan bahwa kepercayaan diri mahasiswa untuk mengambil risiko menjadi faktor yang signifikan di balik keinginan menjadi petani.

Hasil survei yang saya lakukan menunjukkan bahwa rata-rata skala kesediaan mahasiswa mengambil keputusan berisiko apabila mereka menjadi petani hanya berkisar di angka 5,42.

Memang, penelitian menyebutkan bahwa pekerjaan petani memiliki risiko yang lebih besar daripada pekerjaan lain. Petani harus menghadapi beragam tantangan seperti kegagalan panen karena iklim atau hama, harga yang tidak stabil di pasar, bunga dari pembayaran pinjaman, dan kecelakaan kerja dan kesehatan. Tanpa keyakinan yang tinggi untuk mengambil risiko, berat bagi generasi muda untuk memiliki aspirasi menjadi petani.

Sementara itu, dukungan dari orang tua memiliki pengaruh yang positif terhadap keinginan mahasiswa menjadi petani. Terdapat sekitar 47.5% mahasiswa yang tidak menerima dukungan dari orang tua untuk menjadi petani.

Mahasiswa yang menerima dukungan yang rendah dari orang tua kemungkinan terkait dengan faktor lain yang saya temukan berpengaruh terhadap keinginan mahasiswa menjadi petani, yaitu pendidikan ayah. Temuan saya menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan ayah, semakin rendah keinginan anaknya untuk menjadi petani. Hal ini sejalan dengan data yang saya temukan bahwa 48% mahasiswa yang ayahnya berpendidikan SMA dan universitas tidak menerima dukungan dari orang tua untuk menjadi petani.

Saya juga menghubungkan penemuan tersebut dengan faktor lain yang signifikan dalam mempengaruhi keinginan mahasiswa menjadi petani, yaitu pandangan mahasiswa terhadap pekerjaan petani adalah untuk orang yang berpendidikan rendah. Bisa jadi, karena responden adalah mahasiswa sedang menempuh pendidikan tinggi di universitas, mereka (begitu pula orang tuanya) tidak bisa membayangkan untuk menjalani profesi yang lekat dengan stigma pendidikan rendah.

Dukungan untuk tidak menjadi petani ternyata dapat diteruskan antargenerasi. Saya menjumpai mahasiswa yang keinginannya rendah juga akan tidak mendukung anak mereka di masa depan jika ingin menjadi petani.

Terakhir, saat ditanya hal apa yang dapat meningkatkan keinginan mahasiswa untuk menjadi petani, kebanyakan menekankan pentingnya akses terhadap modal dan aset. Hal ini mengindikasikan juga bahwa rendahnya keinginan mereka menjadi petani adalah karena tidak memiliki kecukupan sumber daya untuk memulai usaha bertani.

Lalu, bagaimana meningkatkan keinginan mereka menjadi petani?

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keakraban mahasiswa terhadap aktivitas bertani, universitas dapat bekerja sama dengan petani individu maupun perusahaan untuk menawarkan program magang kepada mahasiswa. Selain membuat mahasiswa lebih akrab dengan aktivitas bertani, ini juga membuat mahasiswa memiliki sosok mentor untuk ke depannya.

Mentor juga dapat mengenalkan mahasiswa tentang keputusan berisiko apa saja yang harus diambil sebagai petani, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk masuk ke sektor pertanian.

Kita juga perlu mengubah persepsi mengenai pekerjaan petani, khususnya bahwa pekerjaan ini hanya untuk mereka yang berpendidikan rendah. Persepsi tersebut harus direm supaya tidak berlanjut ke generasi berikutnya dan membuat semakin sedikit yang ingin menjadi petani.

Pemerintah bisa mulai mempromosikan kampanye bahwa penting bagi Indonesia untuk memiliki petani muda yang berpendidikan tinggi demi mendukung produksi pangan lebih produktif, efisien, dan inovatif. Upaya mengubah persepsi ini perlu mendapat dukungan penuh dari orang tua dan pendidik.

Sekitar 70% mahasiswa yang disurvei merasa mendapat dukungan dari dosen untuk menjadi petani. Dukungan tersebut secara signifikan berdampak positif terhadap keinginan mahasiswa menjadi petani. Ini perlu ditingkatkan lagi agar keinginan mahasiswa menjadi petani semakin tinggi dan dirasakan oleh semua mahasiswa.

Terakhir, pemerintah perlu meningkatkan program bantuan modal dan aset bagi mahasiswa yang ingin menjadi petani sekaligus secara gencar mempromosikan program tersebut. Sebab, peningkatan keinginan mahasiswa menjadi petani sangat diperlukan untuk menjamin keamanan pangan serta tercapainya swasembada dan ketahanan rantai pasokan.The Conversation

Lukas Bonar Nainggolan, Researcher, Lembaga Demografi FEB UI

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Wednesday, June 21, 2023

Korporasi Pangan Petani, Bisakah Menjadi Solusi yang Menyejahterakan?

 

Terkadang kita selalu melihat keseluruhan petani sebagai petani gurem yang tidak berdaya, tidak memiliki modal, tidak memiliki lahan, dan juga tentu saja, miskin. Padahal tidak semua petani mengalami kondisi tersebut. Kita tentu bisa melihat juga banyak petani sukses dalam menekuni berbagai bidang pertanian dan membawa kesejahteraan untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Tapi adakah solusi yang tepat untuk mengatasi petani gurem yang tentu jumlah masih sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia? Tentunya ada, salah satunya adalah: membentuk Korporasi Pangan Petani secara swadaya.

Saat ini petani gurem sudah banyak yang membentuk kelompok tani  (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Tapi dari sekian banyak poktan dan gapoktan yang ada, masih banyak diantaranya yang tidak memiliki kelembagaan atau organisasi yang jelas dan ajeg. Sehingga keberadaannya tidak memiliki peran dan daya tawar.

Untuk mengatasi masalah itu haruslah dicarikan jalan keluar yang tentu tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu solusi yang harus kita lirik adalah pembentukan Korporasi Pangan Petani melalui Koperasi dan BUMDES.

Tentu hal ini bukan menjadi hal yang baru dan sudah banyak dibahas di berbagai forum pertanian. Tetapi kenyataannya banyak sekali petani yang belum bisa mengakses dan membentuk koperasi dan BUMDES di tempatnya berproduksi.

Korporasi pangan petani menjadi isu menarik untuk dicermati sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang semakin sempit kepemilikan lahannya, bahkan kebanyakan dari mereka hanya sebagai pengolah lahan, karena lahan yang dimiliki biasanya telah dibagi sesama anggota waris atau bahkan dijual.

Akibatnya hasil usaha yang diperoleh semakin kecil dan ada yang harus dibagi dengan pemilik. Dengan sekelumit cerita ini mengindikasikan terjadi penurunan pendapatan para petani yang berakibat terhadap penurunan kesejahteraannya.

Dari buku berjudul "Pertanian Bantalan Resesi: Resiliensi Sektor Selama Pandemi Covid 19" karya Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc., Ekonom Pertanian ternama Indonesia, pembentukan korporasi pangan petani dalam Sistem Agribisnis di Indonesia diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. Banyak proyek percontohan yang dilakukan pemerintah di lapangan tapi juga masih banyak petani yang tidak tersentuh oleh terobosan kelembagaan ini.

Banyak kendala yang ditemui di lapangan dalam pembentukan suatu korporasi pangan petani, baik dalam bentuk koperasi maupun BUMDES, seperti rendahnya tingkat pendidikan petani, kurangnya tenaga terampil dalam administrasi, petani yang sudah tua dan berusia lanjut, kurangnya petani melek terhadap teknologi, terkungkungnya petani dengan pengepul dan tengkulak, sampai tidak berdayanya petani dalam berproduksi sampai tidak bisa dan tidak terpikir untuk membentuk suatu kelembagaan.

Tahapan yang harus dilalui untuk membentuk suatu korporasi pangan petani adalah penguatan petani, penguatan kelembagaan, korporasi petani, dan akses pasar (lokal, nasional dan global).

Penguatan petani dilakukan melalui penggabungan petani, khususnya petani kecil dan gurem, ke dalam kelembagaan Gapoktan. Pembentukan Gapoktan dimaksudkan untuk menjaga kecukupan bahan input dengan pengelolaan kebutuhan tani, pendampingan secara intensif oleh penyuluh dengan pengelolaan tanam dan penggunaan teknologi, serta membantu akses terhadap lembaga keuangan dan asuransi.

Dengan demikian kebutuhan input akan terpenuhi sesuai rekomendasi penyuluh, karena petani mempunyai akses terhadap lembaga pembiayaan. Produksi hasil usahatani pun akan lebih efisien yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. 

Tahapan selanjutnya adalah penguatan lembaga. Gapoktan-gapoktan tingkat Desa bergabung menjadi Gapoktan Bersama tingkat Kecamatan membentuk suatu badan hukum baik badan hukum koperasi ataupun badan hukum lainnya. Lalu Gapoktan Bersama tingkat Kecamatan bekerjasama dengan BUMDES Bersama tingkat Kecamatan membentuk PT Mitra BUMDES Bersama (MBB) dengan penyertaan modal sesuai kesepakatan.

Program Korporasi Pangan Petani melalui PT MBB memungkinkan petani dapat mengakses produk pembiayaan perbankan dari HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara) sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani dengan PT MBB sebagai penjamin.

Pencairan kredit yang diterima petani akan digunakan untuk membeli bahan input usaha tani dan pembayaran premi asuransi. Petani dapat membayar angsuran kredit setelah menerima pembayaran hasil panen. Jika gagal panen petani bisa menerima klaim asuransi.

PT Mitra BUMDES Bersama yang telah dibentuk dalam tahapan Korporasi Pertanian harus mampu memberikan manfaat bagi usaha yang dilakukan petani dan masyarakat bukan hanya sekedar untuk memperoleh keuntungan seperti tujuan korporasi pada umumnya.

PT Mitra BUMDES Bersama berperan sebagai penyerap hasil panen dan pengelola hasil pembelian dari petani sehingga tidak ada lagi saluran tata niaga yang panjang antara petani dan konsumen. PT Mitra BUMDES Bersama memiliki kemampuan daya beli yang kuat untuk membeli hasil panen, bersumber dari BUMN Mitra yang bekerja sama dengan korporasi pangan tersebut.

Hal yang menjadi pekerjaan rumah dari pelaksanaan tahapan dan proses ini adalah pendampingan lapangan kepada petani. Berbagai stakeholder harus mampu mendampingi petani untuk menciptakan suatu korporasi pangan petani yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat, khususnya petani itu sendiri.

Lalu pekerjaan rumah lainnya adalah apabila suatu korporasi pangan petani sudah terbentuk, dibutuhkan suatu pengawasan yang kredibel dan profesional agar keberlanjutan usaha petani dan Gapoktannya bisa berjalan dengan baik. Hal ini harus difasilitasi oleh Mitra BUMN yang bekerja sama dan pemerintah terkait seperti Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian.

Jadi apakah korporasi pangan petani bisa menjadi solusi yang menyejahterakan? Tentu patut kita coba dan ikhtiarkan bersama.

Monday, June 19, 2023

SEPASANG PERMATA - "Seperti Sungai yang Mengalir: Buah Pikiran dan Renungan" karya Paulo Coelho

 

SEPASANG PERMATA - "Seperti Sungai yang Mengalir: Buah Pikiran dan Renungan" karya Paulo Coelho

Dari biarawan Cistercian, Marcos Garria, di Burgos, Spanyol.

"Kadang-kadang Tuhan mengambil kembali suatu berkah yang telah diberikan-Nya pada seseorang, supaya orang itu bisa memahami-Nya, bahwa Dia bukan semata-mata tempat untuk memnjatkan permohonan dan permintaan. Tuhan tahu seberapa jauh Dia bisa menguji jiwa seseorang, dan tidak akan pernah melewati batas ketahanan orang itu. Pada saat-saat demikian, janganlah kita berkata, "Tuhan telah meninggalkan aku." Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, walau kita kadang-kadang meninggalkan-Nya. Kalau Tuhan menetapkan suatu ujian berat pada kita, Dia selalu membekali kita dengan cukup -malah lebih dari cukup- kebutuhan untuk bisa lulus dari ujian tersebut."

Menyangkut hal ini, salah satu orang pembaca saya, Camila Galvao Piva, mengirimkan sebuah kisah menarik yang berjudul Sepasang Permata.

Seorang rabi yang sangat saleh hidup bahagia bersama keluarganya -seorang istri yang baik dan dua anak lelaki mereka tercinta. Suatu kali, urusan pekerjaan membuat sang rabi harus mengadakan perjalanan selama beberapa hari. Ketika dia sedang tidak di rumah, kedua anaknya tewas dalam kecelakaan mobil yang dahsyat.

Sang ibu menanggung kesedihannya seorang diri, dalam diam. Namun karena dia seorang perempuan yang tegar, ditopang oleh iman dan kepercayaannya kepada Tuhan, bencana ini ditanggungnya dengan penuh harga diir serta ketabahan. Tetapi dia akan mengabarkan peristiwa tragis ini kepada suaminya? Suaminya juga orang yang beriman kuat, tetapi dulu dia pernah masuk rumah sakit karena masalah-masalah jantung, dan istrinya khawatir sang suami akan meninggal begitu diberitahu tentang tragedi tersebut.

Maka dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan, memohon petunjuk, bagaimana mesti bertindak. Menjelang kepulangan suaminya, sang istri berdoa dengan khusyuk dan akhirnya memperoleh jawabannya.

Keesokan harinya sang rabi tiba di rumah; dia memeluk istrinya dan menanyakan keadaan anak-anaknya. Sang istri berkata tak usahlah dia mengkhawatirkan mereka, sebaiknya mandi saja dan beristirahat.

Sejenak kemudian, mereka duduk untuk makan siang. Sang istri menanyakan tentang perjalanan suaminya, dan sang rabi menceritakan apa saja yang dialaminya; dia berbicara tentang belas kasih Tuhan, dan setelah itu dia kembali menanyakan anak-anaknya.

Dengan agak canggung istrinya menjawab, "Jangan khawatir tentang anak-anak. Kita bicarakan nanti saja. Pertama-tama, aku perlu bantuanmu untuk menyelesaikan suatu masalah yang sangat penting."

Suaminya bertanya dengan cemas, "Ada apa? Kau kelihatan begitu tertekan. Ceritakan semua yang kau susahkan, dan aku yakin, dengan pertolongan Tuhan, kita bisa menyelesaikan masalah itu bersama-sama."

"Waktu kau sedang bepergian, seorang teman kita datang berkunjung dan meninggalkan sepasang permata yang tak ternilai harganya; dia minta aku merawat sepasang permata itu. Betapa indahnya mereka! Belum pernah aku melihat permata-permata seindah itu. Tetapi kemudian dia datang lagi untuk mengambilnya, padahal aku tidak ingin memulangkannya. Aku sudah terlalu sayang pada mereka. Apa yang mesti kuperbuat?"

"Aku sungguh heran akan sikapmu! Selama ini kau bukanlah perempuan yang memetingkan harta benda duniawi!"

"Tetapi aku belum pernah melihat permata-permata seperti itu. Aku tidak tahan kalau mesti kehilangan mereka selamanya."

Dan sang rabi pun berkata dengan tegas, "Tak seorang pun bisa kehilangan sesuatu yang bukan miliknya. Menyimpan permata-permata itu sama saja artinya mencuri. Kita mesti mengembaliksnnya, dan aku akan membantumu mengatasi kehilangan itu. Kita akan lakukan ini bersama-sama, hari ini juga."

"Baiklah kalau itu yang kau katakan, kasihku. Permata-permata itu akan kita pulangkan. Bahkan sebenarnya mereka telah dikembalikan. Sepasang permata berharga itu adalah anak-anak kita. Tuhan telah memercayakan mereka pada kita, dan ketika kau sedang bepergian, Dia datang untuk mengambil mereka kembali. Mereka sudah tiada."

Maka mengertilah sang rabi. Dipeluknya istrinya dan mereka menangis sedih bersama-sama; namun mereka telah memahami pesan itu, dan mulai hari itu, mereka berjuang untuk menanggung kehilangan mereka bersama-sama.

Saturday, June 17, 2023

Ramuan Kebahagiaan - La Tahzan (Dr. 'Aidh al-Qarni)

 

Ramuan Kebahagiaan - La Tahzan (Dr. 'Aidh al-Qarni)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tarmidziy Rasulullah bersabda, "Barangsiapa tidur dengan tenang di tempat tidurnya, sehat badannya, memiliki jatah makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah mendapatkan dunia dan semua kenikmatannya."

Maksud hadits di atas adalah bahwa jika seseorang telah mendapatkan makanan yang cukup dan tempat berlindung yang aman, maka dia telah mendapatkan kebahagiaan yang sempurna dan kebaikan terindah. Ini terjadi pada kebanyakan orang. Namun mereka tidak pernah menyebutnya, melihatnya, dan merasakannya sebagai kebahagiaan dan kebaikan.

Allah berfirman kepada Rasul-Nya,

"Dan, telah Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu." (Q.S. Al-Maidah: 3)

Nikmat apa yang diberikan kepada Rasulullah secara sempurna? Apakah nikmat itu berupa materi? Apakah itu makanan yang melimpah? Apakah istana-istana, emas, dan perak? Tentu tidak. Rasulullah tidak memiliki semua itu.

Kenyataannya Rasulullah yang agung ini masih tidur di sebuah kamar yang beralaskan tanah dan beratapkan pelepah kurma. Dia mengikat perutnya dengan dua buah batu untuk menahan rasa laparnya, dan hanya beralaskan tikar yang terbuat dari pelepah kurma yang membekas di belikatnya. Dia menggadaikan pakaian perangnya kepada seorang Yahudi dengan harga tiga puluh sha' gandum. Dia berkeliling selama tiga hari untuk mendapatkan kurma yang paling jelek untuk dimakan dan untuk sekadar menutup rasa lapar, namun tidak mendapatkannya.

"Kau meninggal, dan baju perangmu digadaikan dengan gandum dan barang (gadaian) mu tetap tak tertebus hingga ajal menjelang."

"Dalam dirimu ada makna keyatiman yang menghiasi, dan engkau bergelar bapak orang-orang yatim."

"Dan, sesungguhnya hari akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Rabb-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas." (Q.S. Adh-Dhuha: 4-5)

"Sesungguhnya, telah Kami berikan kepadamu sebuah sungai di surga." (Q.S. Al-Kautsar: 1)

Wednesday, June 14, 2023

Tips Persiapan TOEFL ITP Intensif Selama 7 Hari

 


Saya baru saja melaksanakan tes TOEFL ITP Digital/Online Remote Proctoring dan Alhamdulillah mendapat skor 543, skor yang lumayan baik dan masuk kategori B2 pada CEFR serta mendapatkan silver certificate of achievement.

Saya ingin share pengalaman saya mempersiapkan tes TOEFL ITP yang saya intensifkan selama 7 hari sebelum pelaksanaan tes, tentu setelah sebelumnya selama 6 bulan saya mengikuti English online class di Cetta English @cettaenglish

Jadi yang pertama saya lakukan adalah menyimak kembali rekaman kelas intensif TOEFL gratis yang dilaksanakan oleh IIEF @iiefjakarta berikut:

Kelas Virtual Tips Raih Skor TOEFL ITP(R) Maksimal di YouTube IIEF Channel:

Listening Section: 

Structure Section: 


Setelah punya gambaran, saya mendrill diri saya dengan course di e-learning MySkill @myskill.id dan mengerjakan mock test yang berasal dari buku "Longman Complete Course for The TOEFL TEST".

Buku Longman bisa didownload di sini:
https://drive.google.com/file/d/1adsFMP9loYk0FYntJttZRDlrM0L1fiFE/view?usp=drivesdk

Materi TOEFL ITP di e-learning MySkill cukup lengkap serta berisi tips dan trik yang jitu dan tepat sasaran. Sangat direkomendasikan untuk diikuti dan dipelajari.

Saya mencoba mengerjakan mock test dari buku Longman sebagai latihan dan simulasi tes yang sebenarnya dengan menggunakan timer HP sebagai penanda waktu.

Hal ini menjadi evaluasi atas tes ELT Unpad yang saya ikuti di Pusat Bahasa Unpad @unpadpusatbahasa Pada tes ELT Unpad saya mendapat skor 493 dengan tanpa persiapan sebelumnya.

Saya mencoba menerapkan tips-tips yang dibagikan di kelas IIEF dan e-learning MySkill selama real test dan Alhamdulillah berjalan lancar.

Semoga membantu dan mencerahkan buat teman-teman yang juga akan mengikuti tes :)