Monday, June 20, 2016

Memori: Gerokgak-Buleleng, Bali.


Rayuan Pulau Kelapa.
Gerokgak, Buleleng. Salah satu perbenihan Kerapu terbesar di Indonesia dan Asia. Mungkin di tempat lain, pemandangan yang sama jadi salah satu alasan kenapa Ismail Marzuki mengaransemen “Rayuan Pulau Kelapa” sekhidmat itu. Indonesia itu Kaya.


Memori: Singaraja, Bali.


Wednesday Morning in Singaraja.

Muhammad Ali: 'Float Like Butterfly, Sting Like a Bee.'

The Soul of Butterfly.




"Turning my back on Malcolm was one of the mistakes that I regret most in my life. I wish I’d been able to tell Malcolm I was sorry, that he was right about so many things. But he was killed before I got the chance. He was a visionary ahead of us all….I might never have become a Muslim if it hadn’t been for Malcolm. If I could go back and do it over again, I would never have turned my back on him."

"Allah is the Greatest, I'm just the Greatest Boxer."


-Muhammad Ali

 

 
"We declare our right on this earth to be a man, to be a human being, to be respected as a human being, to be given the rights of a human being in this society, on this earth, in this day, which we intend to bring into existence by any means necessary."
— Malcolm X, 1965


Muhammad Ali Memorial Service: Powerful Eulogy from Rabbi Michael Lerner




Rabbi Michael Lerner delivered a powerful eulogy for boxing legend Muhammad Ali at his funeral on Friday. 

He told the thousands who had gathered at Ali’s funeral in Kentucky that American Jews will not “tolerate” anyone “putting down Muslims and blaming Muslims for a few people”.


In the highly political speech, Rabbi Lerner said that he was speaking as a representative of American Jews.


"If Muhammad Ali were here today, I'm sure his message would be this: Don't waste your time on this planet fighting the small battles - put your life energies and money into fundamental systemic transformation," said Lerner, who is also a political activist and editor of the Jewish magazine Tikkun.


Rabbi Lerner also showed love to Palestinians by calling on the US government to stand up against the oppression Palestinians face from the Israel government.


Lerner said that what made Ali a hero was his courage to stand up to the "immoral" war in Vietnam by proclaiming himself a conscientious objector. Lerner was an anti-war activist along with Ali, who refused to serve in the US army and was immediately stripped of his heavyweight title in 1967.


"Knowing he would lose his title, knowing he would face the racism of American society that would be heaped upon him for saying no to the crazy war in Vietnam," Ali said no to the war, Lerner said.


"He spoke truth to power - we must speak truth to power," he added.


He said: “We today stand in solidarity with the Islamic community, in this country and all around the world.”


He added: “We will not tolerate politicians, or anyone else, putting down Muslims and blaming Muslims for a few people."


“We know what it’s like to be demeaned."

“We know what it’s like to have a few people who act against the highest visions of our traditions to then be identified as the value of the entire tradition.”


His comments received a standing ovation, with loud cheers from those in attendance.


The rabbi also took aim at “racist police and racist judges”, who he said imprison African Americans for offences that “white people get away with all the time”.


He then had a message for the next US president, saying that “she” should seek a constitutional amendment on how election campaigns are funded.


His suggestion that the next president will be female - and therefore Democrat nominee Hillary Clinton - received rapturous applause and laughter from the crowd.


Former US president, Bill Clinton, was caught on camera smiling as he spoke to actor Billy Crystal during the ceremony.


To honor Ali, he said:


"Tell the leaders of Turkey to stop bombing and murdering their Kurd minority. Tell the US to stop sending military supplies to Saudi Arabia, which is the sponsor of some of the most hate-filled teachings in the Islamic world and is one of the most repressive regimes on the face of the earth."


He ended by affirming his "commitment to the well-being of all Muslims on this planet, as well as all people of all faiths and secular humanists."


Said Lerner:


"We Jews, as well as our non-Jewish allies in all religions and secular humanists, wish to pay honor to the Muslims of the world as they continue today the fast of Ramadan, and join with them in mourning the loss and celebrating the life of Muhammad Ali, a great fighter for justice and peace."

Memori: Bergerak Selaras Satu Suara.


 Memori, 18 April 2016.

 

 


 

Satu tahun kepengurusan Kak Anna akhirnya berakhir.
Kalau ditanya apa hal paling mahal yang dipelajarin selama setahun kebelakang dari Kak Anna, Kakak-Kakak, dan teman-teman Tim?
Jawabannya...
'Ketulusan Hati dalam Bertindak dan Melakukan.'
Membawa sesuatu yang mungkin tidak dikenali orang, menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak dianggap penting, dan melakukan sesuatu yang mungkin tidak diperhatikan. Tapi itu semua terus dilakukan dan dilakukan lagi sampai apa yang dituju tercapai.
Dan itu semua berbuah manis ketika kepengurusan selesai dan tongkat estafet berlanjut dengan semangat dan keyakinan baru dari kepengurusan yang baru.
Terima kasih Kak Anna sudah mengajak bergabung dalam tim dan semuanya yang ga bisa disebut satu persatu. :D
"Sometimes you will never know the value of a moment until it becomes a memory."
#BergerakSelarasSatuSuara

Foto Habis LPJ :D

LKM ITB 2016 : Sebuah Wahana Untuk Menggembleng Kepemimpinan Mahasiswa

Sebuah tulisan untuk Artikel Kilas Boulevard ITB

“Belok kiri maju jalan! : ITB!”. Nyanyian Halo-halo Bandung, Garuda Pancasila, dan Hari Merdeka terdengar lantang diiringi derap langkah sigap “Kiri, kiri!” yang serempak beraturan. Semua terlihat bersemangat dan bergelora. Pleton-pleton dengan teratur berjalan melewati jalan “kawasan perang” di luar Gedung Oerip Soemohardjo menuju ke halaman Masjid Sabilul Iman untuk melaksanakan shalat. Disiplin dan koordinasi terus dipacu untuk meningkatkan mental kepemimpinan mahasiswa.

Begitulah sedikit cuplikan Latihan Kepemimpinan ITB (LKM ITB) 2016 dilaksanakan pada tanggal 20-22 Mei 2016 di Bumi Panorama, Secapa AD (Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat) di kawasan Hegarmanah, Bandung. Kegiatan yang diikuti 155 peserta perwakilan himpunan, unit, dan kabinet ini diprakarsai oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK) ITB dibawah Sekretaris Bidang Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengembangan Karakter sebagai wahana pengembangan kepemimpinan dan karakter mahasiswa.

Kegiatan LKM ITB 2016 berisi kegiatan pemaparan materi, kegiatan outbond, kegiatan renungan malam, dan insight time. Kegiatan dibuka oleh Apel Pembukaan dengan Wakil Komandan Secapa AD sebagai inspektur Apel dan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni dan Komunikasi,  Dr. Miming Miharja, ST,M.Sc.Eng. Acara dilanjutkan dengan kegiatan yang berisi pemaparan materi dan kegiatan outbond. Kegiatan pemaparan materi berlangsung padat selama tiga hari yang terdiri dari materi Proxy War dari Panglima Kodam III/Siliwangi, materi Leadership dan Manajemen Organisasi dari Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, materi mengenai karakter dari Ketua UPT Pengembangan Manusia dan Organisasi ITB, materi kebangsaan dari Kasub Depjuang Secapa AD, materi mengenai Peradaban dari Prof. Ir. Hermawan K. Dipojono, MSEE., Ph.D., dan materi pengenalan Lembaga Kemahasiswaan dan Rektorat dari Ketua LK ITB dan jajaran serta Direktur Humas dan Alumni ITB. Sedangkan kegiatan outbond berisi kegiatan problem solving kelompok dan permainan kerjasama serta kekompakan. Selama kegiatan berlangsung dari awal sampai dengan akhir acara, peserta didampingi oleh pelatih-pelatih perwira TNI dari Secapa AD untuk membentuk mental disiplin dan kepemimpinan. Pelatih-pelatih dari Secapa AD memberikan berbagai materi kedisiplinan untuk menempa mental peserta seperti pembagian pleton, sikap duduk siap, materi baris berbaris,  kerjasama tim, pelaksanaan apel, yel-yel, menyanyi lagu kebangsaan, dan materi lainnya.  Di hari kedua dilaksanakan kegiatan renungan malam dengan pembacaan amanat untuk anak bangsa, penciuman bendera merah putih, dan kegiatan kebersamaan api unggun. Di setiap akhir acara terdapat insight time yang dipandu oleh panitia LKM ITB sebagai refleksi dari dari setiap mata acara.  Kegiatan berlangsung padat dari pagi sampai dengan malam hari selama tiga hari pelaksanaan acara. Setiap kegiatan berlangsung menarik dengan antusiasme tinggi dari peserta dengan banyaknya peserta yang bertanya dan aktif selama kegiatan berlangsung.


Peserta LKM  pun menyambut antusias dan mengapresiasi pelaksanaan LKM ini. Salah satu peserta LKM ITB 2016, Gilang, perwakilan dari URPA ITB, menyebutkan pada salah satu sesi acara, “Saya banyak belajar dari acara ini yang sebelumnya saya tidak tahu. Semoga LKM ini dapat berlangsung terus kedepannya.” Begitu pula dengan Zaki perwakilan dari HMTL ITB menyebutkan, “Acara ini sudah cukup baik, hanya perlu ditambahkan materi mengenai manajemen kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang diperlukan oleh pengurus maupun calon pengurus dari himpunan atau unit  di ITB untuk mengatur satu tahun kepengurusannya. Kita butuh itu.“ 

Dr. Eng. Sandro Mihradi, selaku Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB menyebutkan bahwa kegiatan LKM ITB 2016 ini adalah salah satu bentuk pembinaan karakter mahasiswa dari Lembaga Kemahasiswaan ITB bekerjasama dengan Secapa AD untuk pengurus lembaga-lembaga mahasiswa di ITB, seperti himpunan, unit, maupun kabinet untuk membina mental kepemimpinan, kebangsaan, dan manajemen organisasi mahasiswa yang sebelumnya pernah dilaksanakan rutin oleh Lembaga Kemahasiswaan dan terhenti pada tahun 2011. Beliau menyebutkan bahwa selama dua minggu pendaftaran acara LKM ITB 2016  ini disambut antusias oleh mahasiswa dengan pendaftar yang melebihi kuota yang sediakan yaitu 200 peserta. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini akan diupayakan untuk dilaksanakan rutin ke depan dan mungkin akan dilaksanakan pada setiap semester.

Semoga dengan hadirnya LKM ITB 2016 ini terbentuk leader dengan kepemimpinan yang mumpuni dan bisa menjadi agen terdepan dari lembaga masing-masing!



Demi Ibu Pertiwi

ITB Siap Aksi

Satukan Tekad Untuk Membangun Negeri

ITB Siap Aksi

Huha!



Sikap, Mental, Disiplin

Jiwa Korsanya Pasti

Mari Berkarya Untuk Membangun Negeri

Semua demi NKRI

Huha!



Yel-Yel LKM ITB 2016


Penulis : Dzikra Yuhasyra