Thursday, August 11, 2016

Memori: Belajar Di Kebun.

Sebuah Obrolan. Sebuah Pembelajaran. Semoga bisa terus belajar :)

Minggu Pagi di Desa Sumber Hidup, OKI :)
Karena saat dikelola dengan berkelanjutan, bertanggung jawab, dan patuh pada regulasi, Kelapa Sawit akan menjadikan Indonesia besar dan dicintai dunia.



"Setiap industri selalu punya tantangan. Dan tantangan terbesar yang ada adalah saat low crop dan low production. Itu semua tergantung kita untuk terus survive dan terus meningkatkan produksi. Berdoalah kepada Tuhan dan biar Tuhan yang berkehendak." -Pak Ringkot

"Selama masih ada orang Batak dan orang Jawa disitu, berarti disitu masih ada kehidupan." -Pak Erwin


Asik itu saat orang Jawa Suroboyoan, orang Jawa Temanggungan, orang Bima, orang Palembang, orang Bali, orang Batak, orang Sunda ngobrol bareng-bareng di satu tempat. Indonesia itu Kaya :)




“Ga ada kerja yang ga ribet. Ga ada kerja yang gampang.  Jalanin aja pelan-pelan.” Pak Ambon & Pak Ariffin


Future. Destiny. Fate.

Future. Destiny. Fate.
Watching The Adjustment Bureau and Deja Vu in the same time :) What a Movie!

"The cornerstones of this country’s operation are economic and political strength and power. The black man doesn’t have the economic strength – and it will take time for him to build it. But right now the American black man has the political strength and power to change his destiny overnight." -Malcolm X
So do you. Make your own political and economic power and strength :)

Sunday, July 10, 2016

Memori: Ampera-Musi, Palembang.

 
 
 
 
 
 
 
  
 

 
  
 
 
 
Ampera-Musi, Palembang.

Kunjungi dzikra-yuhasyra.tumblr.com

Memori: Sejarah, Palembang.

 
 
 
  
 
Monpera dan Museum Mahmud Badaruddin II

Memori: Malam Di Palembang.


   Kompleks Olahraga Jakabaring.

Pasar 16 Ilir

 
 
Masjid Agung Palembang

Di Penginapan :)

Malam di Ampera.

Friday, July 1, 2016

Sebuah Nasehat Untuk Diri


Sebuah Nasehat Untuk Diri.

Dalam Min Washaya al-Qur’an al-Karim, Muhammad al-Anwar Ahmad Baltagi, mengutip sebuah riwayat dari Malik bin Anas, bahwa Luqman pernah menasehati putranya:

'Hai anakku; Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya adalah iman, dan layarnya adalah tawakal kepada Allah.'

'Hai anakku; Bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih ingin terus menambahkannya.'

'Hai anakku; Bilamana engkau mau mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.'

'Hai anakku; Bergaulah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya karena sesungguhnya hati akan tentram mendengarkan nasihatnya, sehingga hati ini akan hidup dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya sebagaimana tanah subur yang disirami air hujan.'

'Dan Berharaplah selalu kepada Allah tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakaiNya. Takutlah kepada Allah dengan sebenar benar takut (takwa), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat Allah.'