Tuesday, April 4, 2023

#22HBB Day 13 and Day 14 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder


 

Day 13 #22HBB Vol. 2 (3 April 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 498-527 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Immanuel Kant dilahirkan pada 1724 di sebuah kota di Prusia Timur bernama Konigsberg, putra seorang pembuat pelana kuda. Dia tinggal di sana praktis sepanjang hidup nya hingga dia meninggal pada umur delapan puluh tahun. Keluarga nya sangat saleh, dan keyakinan agama nya sendiri menjadi latar belakang penting bagi filosofinya. Seperti Berkeley, dia merasa sangatlah penting untuk melestarikan dasar-dasar kepercayaan Kristiani.

Kant adalah filosof pertama yang sejauh ini kita ketahui pernah mengajarkan Filsafat di Universitas. Dia adalah Profesor dalam bidang Filsafat. Alberto menjelaskan ada dua jenis filosof. Yang satu adalah orang yang mencari jawaban sendiri bagi pertanyaan-pertanyaan filosofis. Yang satu nya lagi adalah orang yang menjadi ahli dalam sejarah Filsafat tapi tidak menyusun filosofi nya sendiri, dan Kant adalah gabungan dari dua jenis filosof ini.

Kant beranggapan bahwa baik 'indra' maupun 'akal' sama-sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia. Tapi dia beranggapan bahwa kaum rasionalis selangkah terlalu jauh dalam pernyataan mereka tentang seberapa banyak akal dapat memberikan sumbangan, dan dia juga beranggapan bahwa kaum empirisis memberikan tekanan terlalu besar pada pengalaman indra.

Kant menyatakan bahwa bukan hanya pikiran yang menyesuaikan diri dengan segala sesuatu. Segala sesuatu itu sendiri menyesuaikan diri dengan pikiran. Kant menyebut ini Revolusi Copernicus dalam masalah pengetahuan manusia.

Filsafat Kant setuju dengan Hume bahwa kita tidak dapat mengetahui secara pasti seperti apa dunia 'itu sendiri'. Kita hanya dapat mengetahui bahwa dunia itu seperti yang tampak 'bagiku' -atau bagi semua orang. Sumbangan terbesar yang diberikan Kant pada Filsafat adalah garis pembatas yang ditariknya antara benda-benda itu sendiri -das Ding an sich- dan benda-benda sebagaimana yang tampak di mata kita. Kant mengemukakan perbedaan jelas antara 'benda itu sendiri' dan 'benda itu bagiku'. Kita tidak pernah dapat mempunyai pengetahuan tentang benda-benda 'itu sendiri'. Kita hanya dapat mengetahui bagaimana benda-benda itu 'tampak' bagi kita. Sebaliknya, sebelum terjadi nya pengalaman apapun, kita dapat mengatakan sesuatu tentang bagaimana benda-benda itu akan ditangkap oleh pikiran manusia.

Kant pun membuka suatu dimensi keagamaan. Disanalah, dimana akal maupun pengalaman tidak ada, terjadi kekosongan yang dapat diisi oleh oleh iman.

Kemampuan untuk menentukan yang benar dan yang salah itu sama-sama merupakan bawaan lahir sebagaimana sifat-sifat akal yang lain. Hanya karena kita ini makhluk yang cerdas, misalnya, karena memahami segala sesuatu itu mempunyai hubungan kausal, kita semua mempunyai akses pada Hukum Moral Universal yang sama.

Kant merumuskan Hukum Moral sebagai suatu perintah pasti. Dengan ini yang dimaksudkannya adalah bahwa Hukum Moral itu 'pasti', atau bahwa ia berlaku untuk semua situasi. Lagi pula, ia berupa 'perintah' yang berarti memiliki kekuatan dan kewenangan mutlak.

Kant merumuskan 'perintah pasti' ini dengan berbagai cara. Pertama-tama dia mengatakan: "Bertindaklah sesuai dengan ketentuan Hukum Universal". Kant juga merumuskan 'perintah pasti' itu dengan cara begini: "Bertindaklah dengan cara sedemikian rupa sehingga kamu selalu menghormati perikemanusiaan, entah kepada dirimu sendiri maupun kepada orang lain, bukan hanya sekali-sekali, melainkan selalu dan selamanya."

(Selesai)

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku


Day 14 #22HBB Vol. 2 (4 April 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 528-574 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Alberto memberikan pelajaran lanjutan. Sebelumnya kita telah membicarakan Renaisans, periode Barok, dan Pencerahan. Hari ini kita akan membicarakan Romantisisme, yang dapat digambarkan sebagai masa kebudayaan besar terakhir di Eropa, kita sedang mendekati akhir sebuah kisah panjang.

Romantisisme dimulai menjelang akhir abad kedelapan belas dan berlangsung hingga pertengahan abad kesembilan belas. Tapi setelah 1850 orang tidak dapat lagi membicarakan seluruh 'masa' yang terdiri dari puisi, Filsafat, seni, ilmu pengetahuan, dan musik.

Pernah dikatakan bahwa Romantisisme adalah pendekatan umum terakhir Eropa terhadap kehidupan. Itu dimulai di Jerman, dan timbul sebagai reaksi terhadap tekanan Pencerahan yang sangat kuat pada akal. Setelah Kant dan intelektualismenya yang sejuk, seakan-akan pemuda Jerman mengembuskan napas lega.

Mereka menggantikannya dengan slogan baru seperti, 'perasaan', 'imajinasi', 'pengalaman', dan 'kerinduan'. Beberapa ahli pikir Pencerahan telah menarik perhatian pada pentingnya perasaan -lebih-lebih Rosseau- tapi pada waktu itu, hal tersebut dimaksudkan sebagai kritik atas prasangka terhadap akal. Apa yang dulu nya merupakan aliran terpendam kini menjadi aliran utama kebudayaan Jerman.

Kebanyakan penganut Romantisisme menganggap diri mereka sebagai penerus Kant, sebab Kant telah menetapkan bahwa ada batasan bagi apa yang dapat kita ketahui tentang 'das Ding an sich'. Sebaliknya, dia telah menggarisbawahi makna penting sumbangan ego terhadap pengetahuan, atau kesadaran. Individu kini bebas sepenuhnya untuk menafsirkan kehidupan dengan caranya sendiri. Kaum Romantik memanfaatkan ini sehingga terjadi 'pemujaan-ego' yang hampir tak terkendali, yang mendorong timbulnya sikap mengagung-agungkan genius kesenian.

Beethoven adalah salah satunya. Musiknya mengungkapkan perasaan dan kerinduaannya sendiri. Beethoven dalam satu pengertian adalah seorang seniman 'bebas' -tidak seperti para jagoan Barok seperti Bach dan Handel, yang menyusun karya mereka untuk memuliakan Tuhan, terutama dalam bentuk-bentuk musik yang kaku.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel adalah anak sah Romantisisme. Orang hampir dapat mengatakan dia berkembang bersama semangat Jerman ketika semangat itu perlahan-lahan mulai berkembang di Jerman. Dia dilahirkan di Stuttgart pada 1770, dan mulai belajar teologi di Tubingen pada usia delapan belas tahun. Mulai 1799, dia bekerja dengan Schelling di Jena pada waktu Gerakan Romantik mengalami pertumbuhannya yang paling pesat. Setelah menjalani satu periode sebagai asisten profesor di Jena, dia menjadi profesor di Heidelberg, pusat Romantisisme Nasional Jerman. Pada 1818, dia diangkat menjadi profesor di Berlin, tepat pada waktu kota tersebut menjadi pusat spiritual Eropa. Dia meninggal karena penyakit kolera pada 1831, setelah 'Hegelianisme' berhasil mendapatkan pengikut yang sangat besar di hampir semua universitas di Jerman.

Hegel menyatukan dan mengembangkan hampir semua gagasan yang muncul ke permukaan pada periode Romantik. Tapi dia sangat kritis terhadap banyak tokoh Romantik, termasuk Schelling.

Schelling dan juga tokoh-tokoh Romantik lainnya pernah mengatakan bahwa makna kehidupan yang paling dalam ada pada apa yang mereka sebut 'ruh dunia' . Hegel juga menggunakan istilah 'ruh dunia' tapi dalam suatu pengertian baru. Ketika Hegel berbicara tentang 'ruh dunia' atau 'akal dunia', yang dimaksudkannya adalah seluruh perkataan manusia, sebab hanya manusia yang mempunyai 'ruh'.

Dalam pengertian ini, dia dapat membicarakan kemajuan ruh dunia sepanjang sejarah. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa dia mengacu pada kehidupan manusia, pikiran manusia, dan kebudayaan manusia.

Hegel mengatakan bahwa 'kebenaran itu subjektif' dan dengan demikian menyangkal adanya 'kebenaran' tertinggi di atas atau di luar akal manusia. Semua pengetahuan adalah pengetahuan manusia.

Hegel yakin bahwa dasar kesadaran manusia berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, tidak ada 'kebenaran abadi', tidak ada yang kekal. Satu-satu nya titik pasti yang dapat dijadikan pegangan bagi Filsafat adalah sejarah itu sendiri.

Sejarah adalah suatu rangkaian perenungan yang panjang. Hegel menunjukkan aturan-aturan tertentu yang berlaku bagi rangkaian perenungan ini. Siapapun yang mempelajari sejarah secara mendalam akan mengetahui bahwa suatu pemikiran biasanya diajukan atas dasar pemikiran-pemikiran lain yang sebelumnya pernah diajukan. Tapi begitu satu pemikiran diajukan, ia akan dihadapkan pada pemikiran lain. Suatu ketegangan akan muncul di antara dua cara berpikir yang saling bertentangan ini. Tapi ketegangan itu dicairkan oleh pemikiran ketiga yang dapat merujukkan hal-hal terbaik dari kedua sudut pandang tersebut. Hegel menyebut ini suatu proses dialektis, yang terdiri dari tesis, negasi, dan negasi atas negasi. Dia juga menyebut ketiga tahap pengetahuan ini tesis, antitesis, dan sintesis.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

Sunday, April 2, 2023

#22HBB Day 11 and Day 12 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 



Day 11 #22HBB Vol. 2 (1 April 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 401-440 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie datang ke Kota Lama bersama Hermes, dan Alberto pun memberikan pelajaran lanjutan.

Pemikiran rasionalis merupakan ciri khas Filsafat abad ketujuh belas. Itu juga berakar kuat di Abad Pertengahan, dan berasal dari Plato dan Socrates pula. Tapi pada abad kedelapan belas, rasionalisme mendapat kritik yang semakin meningkat. Sejumlah filosof berpendapat bahwa pikiran kita sama sekali tidak memiliki ingatan akan apa-apa yang belum pernah kita alami melalui indra. Pandangan semacam ini dinamakan empirisisme.

Tokoh-tokoh empiris -atau filosof berpengalaman- yang paling penting adalah Locke, Berkeley, dan Hume, dan ketiga nya berasal dari Inggris. Tokoh-tokoh rasionalis terkemuka dari abad ketujuh belas adalah Descartes, orang Prancis; Spinoza, orang Belanda; dan Leibniz, orang Jerman. Maka kita biasanya membedakan antara empirisisme Inggris dan rasionalisme Eropa.

John Locke, hidup dari 1632-1704. Karya utama nya adalah "Esai Mengenai Pemahaman Manusia" (Essay Concerning Human Understanding), yang diterbitkan pada 1690. Di situ dia berusaha untuk menjelaskan dua masalah. Pertama, dari mana kita mendapatkan gagasan-gagasan kita, dan kedua, apakah kita dapat memercayai apa yang dikatakan oleh indra-indra kita.

Locke menyatakan bahwa sebelum kita merasakan sesuatu, pikiran itu sama polos dan kosongnya dengan papan tulis sebelum guru masuk ke dalam kelas. Ia juga membandingkan pikiran dengan ruangan yang belum dilengkapi perabot. Tapi kemudian kita merasakan sesuatu. Kita melihat dunia di sekeliling kita, kita mencium, mengecap, merasa, dan mendengar. Dan tidak ada yang melakukan semua ini secara lebih bersemangat dibandingkan dengan bayi. Dengan cara ini muncul apa yang disebut Locke gagasan-gagasan indra yang sederhana. 

Tapi pikiran tidak hanya bersikap pasif menerima informasi dari luar. Beberapa aktivitas berlangsung di dalam pikiran pula. Gagasan-gagasan dari indra itu diolah dengan cara berpikir, bernalar, memercayai, dan meragukan, dan dengan demikian menimbulkan apa yang dinamakannya perenungan. Jadi ia membedakan antara 'pengindraan' dan 'perenungan'.

Locke membedakan antara apa yang dinamakan nya kualitas 'primer' dan kualitas 'sekunder'. Setiap orang sepakat tentang kualitas-kualitas primer seperti ukuran dan berat, sebab kualitas-kualitas itu ada dalam objek-objek itu sendiri. Tapi kualitas-kualitas seperti warna dan rasa itu beragam dari satu orang ke orang lainnya dan dari satu binatang ke binatang lainnya, bergantung pada pengindraan individu.

David Hume, yang hidup dari 1711 hingga 1776, ia menonjol sebagai empirisis paling penting. Dia juga mempunyai peran menentukan sebagai orang yang mengantarkan filosof besar Immanuel Kant menuju Filsafat nya sendiri.

Karya utama Hume adalah "Sebuah Risalah tentang Watak Manusia (A Treatise of Human Nature). Hume adalah filosof yang berpikir dengan cara yang berbeda. Lebih dari filosof manapun, dia mengambil dunia sehari-hari sebagai titik awalnya. Alberto beranggapan bahwa Hume mempunyai perasaan kuat terhadap cara anak-anak -para warga dunia yang baru- menjalani kehidupan.

Hume memulai dengan menetapkan bahwa manusia mempunyai dua jenis persepsi, yaitu kesan dan gagasan. Dengan 'kesan', yang dimaksudkannya adalah pengindraan langsung atas realitas lahiriah. Dengan 'gagasan', yang dimaksudkannya adalah ingatan akan kesan-kesan semacam itu.

Hume pun membahas mengenai hukum sebab akibat. Dan menurut Hume bukan akal yang menentukan apa yang kita katakan dan kita lakukan, tapi itu adalah perasaan.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

 

 

Day 12 #22HBB Vol. 2 (2 April 2023)


5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 441-497 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Alberto melanjutkan pelajaran. George Berkeley adalah seorang Uskup Irlandia yang hidup pada 1685 hingga 1753.

Berkeley percaya pada 'ruh'. Dia beranggapan bahwa semua gagasan kita mempunyai penyebab di luar kesadaran kita, tapi penyebab ini tidak bersifat material, melainkan spiritual. Menurut Berkeley, jiwa sendiri dapat menjadi penyebab gagasan-gagasan nya sendiri -seperti ketika bermimpi- tapi hanya kehendak atau ruh lainlah yang dapat menjadi penyebab gagasan-gagasan yang membentuk dunia 'jasmaniah'. Segala sesuatu disebabkan oleh ruh itu yang merupakan penyebab 'segala sesuatu di dalam segala sesuatu' dan yang 'membentuk segala sesuatu'. Dan 'Ruh' yang dibicarakan dan dipikirkan Berkeley adalah Tuhan.

Alberto menyatakan bahwa Ayah Hilde mungkin adalah Tuhan bagi dia dan Sophie. Dan Hilde adalah yang didatangi 'ruh' ini.

Hilde Moller Knag terbangun di kamar loteng rumah kapten tua di luar Lillesand. Jumat, 15 Juni 1990, bunyi kalender itu sekarang, dan hari ini adalah ulang tahun nya. Ia menemukan hadiah dari Ayah nya yang merupakan sebuah buku dengan judul "Dunia Sophie". Ia pun larut membaca buku dari Ayah nya itu yang menceritakan bahwa ada anak bernama Sophie dan guru Filsafat nya Alberto Knox. Hilde pun membaca secara runut sejarah Filsafat yang diceritakan Ayahnya melalui Sophie dan Alberto. Hilde tidak yakin apakah Sophie hanya karangan Ayahnya atau ia benar-benar ada di suatu tempat.

Alberto melanjutkan pelajaran kepada Sophie. Pertama-tama dia akan mengemukakan mengenai Pencerahan Prancis. Lalu akan membahas garis besar Filsafat Kant sehingga sampai pada Romantisme. Hegel juga akan merupakan bagian penting dari gambaran itu. Dan dengan membicarakan dirinya, mau tak mau kita akan mengenal perselisihan sengit antara Filsafat Kierkegaard dan Filsafat Hegel. Dan mereka pun akan membicarakan sedikit tentang Marx, Darwin, dan Freud. Dan sedikit komentar penutup mengenai Sartre dan Eksistensialisme.

Dan Pencerahan Prancis akan memusatkan perhatian pada tujuh hal, yaitu:

1. Tentangan terhadap kekuasaan
2. Rasionalisme
3. Gerakan pencerahan
4. Optimisme kebudayaan
5. Kembali ke alam
6. Agama alamiah
7. Hak Asasi Manusia

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

Friday, March 31, 2023

#22HBB Day 9 and Day 10 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 


Day 9 #22HBB Vol. 2 (30 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 339-364 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Setelah beberapa hari Sophie tidak mendapat kabar dari Alberto Knox. Sampai pada suatu hari Hermes mendatangi pagar dan ia pergi bersama Hermes ke Kota Lama di tempat Alberto. Dan kali ini Alberto akan menjelaskan mengenai Zaman Barok.

Alberto menunjukkan edisi pertama dari esai-esai Filsafat Descartes yang terbit pada 1637. Dalam buku itulah karyanya yang termasyhur "Diskursus tentang Metode" (Discourse on Method) mula-mula dimunculkan. Juga peti berisi lensa-lensa yang eksklusif atau kaca optik, semuanya digosok oleh filosof Belanda Spinoza di suatu masa pada pertengahan 1600an. Benda-benda itu sangat mahal dan merupakan harta Alberto yang sangat berharga. Dua filosof tadi adalah filosof besar di Zaman Barok, yang akan dibahas masing-masing nanti.

Alberto menjelaskan kata Barok berasal dari kata yang mula-mula digunakan untuk menggambarkan sebutir mutiara dengan bentuk tidak beraturan yang berarti abad ketujuh belas dicirikan oleh ketegangan antara kontras optimisme Renaisans yang sangat meluap juga menjalani kehidupan dalam khalwat agama dan penolakan diri.

Dalam berbagai pengertian, periode Barok ditandai oleh kepalsuan atau sikap yang dibuat-buat. Tapi pada saat yang sama banyak orang yang sangat gandrung dengan sisi lain dari mata uang itu; mereka sangat memerhatikan hakikat kesementaraan dari segala sesuatu. Yaitu kenyataan bahwa seluruh keindahan yang mengelilingi kita suatu hari akan musnah.

Pada masa ini ditandai oleh pergulatan sengit antara cara berpikir yang sama sekali bertentangan. Sebagian filosof percaya bahwa apa yang ada itu pada dasarnya bersifat spiritual. Sudut pandang ini dinamakan idealisme. Sudut pandang kebalikannya dinamakan materialisme. Dengan ini yang dimaksud adalah Filsafat yang menganggap bahwa semua hal yang nyata itu berasal dari substansi materi yang konkret. 

Materialisme juga mempunyai banyak pendukung pada abad ketujuh belas. Barangkali yang paling berpengaruh adalah filosof Inggris Thomas Hobbes. Dia percaya bahwa semua fenomena, termasuk manusia dan binatang, terdiri dari semata-mata partikel-partikel materi. Bahkan kesadaran manusia atau jiwa berasal dari gerakan partikel-partikel yang sangat kecil di dalam otak.

Dua filosof terbesar dari abad ketujuh belas adalah Descartes dan Spinoza. Mereka bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan seperti hubungan antara jiwa dan badan, Alberto pun akan menjelaskan secara lebih cermat pada Sophie.

 



Day 10 #22HBB Vol. 2 (31 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 365-400 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Rene Descartes dilahirkan pada 1596 dan tinggal di sejumlah negeri di Eropa pada beberapa periode kehidupannya. Bahkan sebagai seorang pemuda, dia mempunyai hasrat yang kuat untuk mendapatkan wawasan mengenai hakikat manusia dan alam raya. Tapi setelah mempelajari Filsafat, dia semakin yakin akan kebodohan nya sendiri.

Kita dapat mengatakan tanpa melebih-lebihkan bahwa Descartes adalah Bapak Filsafat modern. Dengan mengikuti penemuan kembali manusia dan alam di zaman Renaisans, kebutuhan untuk menyusun pemikiran kontemporer menjadi satu sistem Filsafat yang koheren kembali muncul. Pembangun sistem pertama yang paling berpengaruh adalah Descartes, dan dia diikuti oleh Spinoza dan Leibniz, Locke dan Berkeley, Hume dan Kant.

Sistem Filsafat yang dimaksud adalah Filsafat yang disusun dari dasar dan yang berusaha untuk menemukan penjelasan bagi pertanyaan-pertanyaan penting mengenai Filsafat. Baru setelah abad ketujuh belas, para filosof berusaha untuk memasukkan gagasan-gagasan baru ke dalam sistem Filsafat yang jernih, dan yang pertama mengusahakan nya adalah Descartes. Karyanya merupakan pelopor dari apa yang merupakan proyek Filsafat paling penting pada generasi-generasi mendatang. Perhatian utama nya adalah pada apa yang dapat kita ketahui atau dengan kata lain, pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pertanyaan besar lainnya adalah hubungan antara badan dan jiwa. Kedua pertanyaan ini merupakan substansi argumen Filsafat selama seratus lima puluh tahun setelah itu.

Dalam karyanya, Diskursus tentang Metode (Discourse on Method), Descartes mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang metode yang harus digunakan filosof untuk memecahkan suatu masalah filosofis. Ilmu pengetahuan telah mempunyai metode baru. 

Descartes adalah seorang ahli matematika; dia dianggap sebagai Bapak Geometri Analitis, dan ia memberikan banyak sumbangan penting pada ilmu aljabar. Dia berusaha membuktikan kebenaran-kebenaran Filsafat dengan cara seperti membuktikan sebuah dalil matematika. Dengan kata lain, dia ingin menggunakan instrumen yang persis sama dengan yang kita gunakan ketika kita bekerja dengan angka-angka yaitu akal, sebab hanya akal yang dapat memberi kepastian.

Descartes meragukan segala sesuatu, dan hanya itulah yang dia yakini. Namun kemudian ia menyadari sesuatu: satu hal pasti benar, dan itu adalah bahwa dia ragu. Ketika dia ragu, dia pasti sedang berpikir, dan karena dia berpikir, pastilah bahwa dia seorang makhluk yang berpikir. Atau, seperti dia sendiri mengungkapkan nya: Cogito, ergo sum. Yang berarti, "Aku berpikir, karena itu aku ada."

Descartes adalah seorang dualis, yang menyatakan bahwa ada dua bentuk realitas yang berbeda atau dua substansi. Substansi yang satu adalah gagasan (res cogitan), atau pikiran. Dan yang satunya lagi adalah perluasan (res extensa), atau materi.

Descartes sangat berpengaruh bagi filosof besar lainnya yaitu Baruch Spinoza yang hidup dari 1632 hingga 1677. Bukunya yang paling penting adalah Etika Dibuktikan secara Geometris (Ethics Geometrically Demonstrated).

Kata Substansi dapat ditafsirkan sebagai yang membentuk sesuatu, atau pada dasarnya merupakan sesuatu atau dapat disempitkan menjadi itu. Descartes waktu itu bekerja dengan dua substansi ini. Segala sesuatu itu kalau bukan pikiran pasti perluasan. Namun Spinoza menyangkal pemisahan ini. Dia percaya bahwa hanya ada satu substansi. Segala sesuatu yang ada dapat dikecilkan menjadi satu realitas yang disebutnya Substansi. Kadang-kadang dia menyebutnya Tuhan atau alam. Dengan demikian, Spinoza tidak menyimpan pandangan dualistik mengenai realitas seperti yang dipunyai Descartes. Kita katakan dia seorang Monis. Yaitu dia mereduksi alam dan kondisi segala sesuatu menjadi satu substansi. Perbedaan Descartes dan Spinoza tidak begitu mendalam seperti yang sering dikatakan banyak orang. Descartes juga mengemukakan bahwa hanya Tuhan yang ada secara mandiri. Hanya ketika Spinoza menyamakan Tuhan dengan alam -atau Tuhan dan ciptaannya- sajalah dia menjauhkan diri dari Descartes dan juga dari doktrin Yahudi dan Kristen. Ketika Spinoza menggunakan kata alam, yang dimaksudkannya bukan hanya alam materi. Dengan Substansi, Tuhan, atau Alam yang dimaksudkannya adalah segala sesuatu yang ada, termasuk segala yang bersifat ruhaniah.

Wednesday, March 29, 2023

#22HBB Day 7 and Day 8 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 


Day 7 #22HBB Vol. 2 (28 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 260-293/ 798

Insight/rangkuman/catatan:

Setelah seminggu Sophie tidak mendapat surat dari Alberto Knox. Ia mendapat dua kartu pos dari ayah Hilde. Setelah itu telepon berdering, dan itu dari Alberto Knox. Ia menyebutkan bahwa tidak akan ada lagi surat kali ini, Alberto akan menemui langsung Sophie untuk menjelaskan pelajaran nya. Dan kali ini ia ingin menemui Sophie di Gereja St. Mary untuk menjelaskan pelajaran: "Abad Pertengahan".

Abad Pertengahan adalah Abad Kegelapan Eropa sebelum akhirnya masuk ke Renaisans atau abad pencerahan yang berlangsung selama 1400 tahun setelah masa Yesus. Pada masa ini kerajaan Romawi hancur dan jumlah penduduk berkurang drastis.

Sebagian tulisan Aristoteles dan Plato tetap dikenal. Tapi kekaisaran Romawi Kuno lambat laun terbagi ke dalam tiga kebudayaan yang berbeda. Di Eropa Barat, kita mendapati kebudayaan Kristen Latin dengan Roma sebagai ibukotanya. Di Eropa Timur kita bertemu dengan kebudayaan Kristen Yunani dengan Konstantinopel sebagai ibukotanya. Kota ini mulai disebut dengan nama Yunani nya, Bizantium. Oleh karena itu, kita membicarakan Abad Pertengahan Bizantium yang berbeda dengan Abad Pertengahan Katolik Roma. Namun, Afrika Utara dan Timur Tengah juga telah menjadi bagian kekaisaran Romawi. Daerah ini pada Abad Pertengahan berkembang menjadi kebudayaan Muslim yang menggunakan Bahasa Arab. Setelah wafatnya Muhammad pada 632, baik Timur Tengah maupun Afrika Utara berhasil direbut Islam. Tidak lama kemudian, Spanyol pun menjadi bagian dunia kebudayaan Islam. Islam menetapkan Makkah, Madinah, Jerusalem, dan Bagdad sebagai kota-kota suci. Dari sudut pandang sejarah kebudayaan, adalah menarik untuk mencatat bahwa bangsa Arab juga mengambil alih kota Helenistik kuno, Alexandria. Dengan demikian, banyak di antara ilmu pengetahuan Yunani Kuno diwarisi oleh bangsa Arab.

Sepanjang Abad Pertengahan, bangsa Arab sangat menonjol dalam bidang ilmu pengetahuan seperti matematika, kimia, astronomi, dan ilmu kedokteran. Sekarang ini kita masih menggunakan angka-angka Arab. Di sejumlah wilayah, kebudayaan Arab lebih unggul daripada kebudayaan Kristen.

Sophie penasaran bagaimana dengan Filsafat Yunani pada Abad Pertengahan. Alberto menjawab bahwa kebudayaan Yunani-Romawi terbagi, tapi berhasil mempertahankan dirinya dalam tiga kebudayaan: Katolik Roma di barat, Bizantium di timur, dan Arab di selatan. Meskipun ini merupakan penyederhanaan yang berlebihan, dapat dikatakan bahwa Neoplatoisme diturunkan di barat, Plato di timur, dan Aristoteles kepada bangsa Arab di selatan. Tapi masing-masing masih menyimpan ciri yang sama. Maksudnya pada akhir Abad Pertengahan ketiga aliran itu menyatu di Italia Utara. Pengaruh Arab datang dari bangsa Arab di Spanyol, pengaruh Yunani dari Yunani dan kekaisaran Bizantium. Dan kini kita melihat awal Renaisans, "kelahiran kembali" kebudayaan Yunani Kuno. Dalam satu pengertian, kebudayaan Yunani Kuno tetap bertahan melewati Abad Kegelapan.

Para filosof Abad Pertengahan menerima nyaris dengan begitu saja bahwa agama Kristen itu benar. Pertanyaannya adalah apakah kita semata-mata memercayai wahyu Kristen atau apakah kita dapat melakukan pendekatan pada kebenaran-kebenaran Kristen dengan bantuan akal. Apa hubungan antara para filosof Yunani dan pernyataan-pernyataan dalam Bibel? Apakah ada pertentangan antara Bibel dan akal, atau apakah iman dan pengetahuan itu bersesuaian? Hampir semua Filsafat Abad Pertengahan berkutat pada satu pertanyaan ini. 

Dua diantara filosof yang paling menonjol adalah St. Agustin yang hidup dari 354 hingga 430 dan Thomas Aquinas yang hidup dari tahun 1225 sampai 1274. St Agustin menempatkan gagasan Plato dalam diri Tuhan dan dengan cara itu mempertahankan pandangan Plato mengenai ide-ide Plato. Untuk Aquinas singkatnya dapat dikatakan bahwa Aquinas mengkristenkan Aristoteles dengan cara sebelumnya St. Agustin mengkristenkan Plato pada awal Abad Pertengahan. 'Mengkristenkan' kedua filosof besar Yunani ini, yang kita maksudkan hanyalah bahwa mereka ditafsirkan dan dijelaskan dengan sedemikian rupa sehingga mereka tidak lagi dianggap ancaman bagi dogma Kristen. Aquinas adalah salah satu di antara orang-orang yang berusaha membuat Filsafat Aristoteles sesuai dengan agama Kristen. Kita anggap dia menciptakan perpaduan hebat antara iman dan ilmu pengetahuan. Dia melakukan hal ini dengan memasuki Filsafat Aristoteles dan mencerna kata-katanya.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

 



 

Day 8 #22HBB Vol. 2 (29 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 294-338 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Ibunya Sophie melihat seekor anjing mengorek pagar taman dekat sarang persembunyian Sophie dan Sophie menduga itulah Hermes. Dan ternyata ya itu adalah Hermes. Sophie pun meminta izin kepada Ibu nya untuk mengantarkan anjing itu pulang.

Hermes pun mengantarkan Sophie ke kawasan bangunan tua di pinggir kota. Mereka berhenti di salah satu bangunan dan pergi ke atas loteng, disana Sophie bertemu dengan Alberto Knox. Alberto menjelaskan pelajaran mengenai Renaisans.

Agama dan ilmu pengetahuan pada masa itu dapat berhubungan secara lebih bebas satu sama lain, terbukalah jalan pada metode-metode ilmiah baru dan semangat keagamaan yang baru pula. Maka, terciptalah landasan bagi dua kehebohan besar pada abad kelima belas dan keenam belas, yaitu Renaisans dan Reformasi.

Tiga penemuan yaitu kompas, senjata api, dan percetakan merupakan prasyarat penting bagi periode baru ini yang kita sebut Renaisans.

Kompas membuat pelayaran lebih mudah. Dengan kata lain, ia menjadi dasar bagi pelayaran-pelayaran besar untuk menemukan sesuatu. Demikian pula senjata api, dalam satu hal. Senjata baru itu memberikan pada bangsa-bangsa Eropa keunggulan militer atas kebudayaan Amerika dan Asia, meskipun senjata api juga merupakan faktor penting di Eropa. Percetakan memainkan peranan penting dalam menyebarkan gagasan-gagasan baru Kaum humanis Renaisans. Dan seni percetakan merupakan salah satu faktor yang memaksa Gereja untuk melepaskan posisi awalnya sebagai satu-satu nya penyebar pengetahuan. Penemuan-penemuan dan instrumen- instrumen baru mulai mengikuti dengan cepat. Salah satu instrumen penting, misal nya adalah teleskop, yang menghasilkan suatu landasan lain yang sama sekali baru untuk astronomi.

Di atas semuanya, Renaisans menimbulkan pandangan baru tentang manusia. Humanisme Renaisans membawa kepercayaan baru pada manusia dan nilainya, sangat bertentangan dengan tekanan dari Abad Pertengahan yang penuh prasangka pada hakikat manusia yang penuh dosa. Pada masa ini manusia dianggap sangat hebat dan berharga. Salah satu tokoh utama dari zaman Renaisans adalah Marsilio Picino, yang berseru: 'Kenalilah dirimu sendiri, wahai keturunan Ilahi dalam samaran sebagai manusia!" Tokoh utama lainnya, Pico della Mirandola, menulis Pidato tentang Kemuliaan Manusia (Oration on the Dignity of Man), sesuatu yang pasti tak terpikirkan di Abad Pertengahan.

Sepanjang periode Abad Pertengahan, titik tolak selalu pada Tuhan. Kaum Humanis zaman Renaisans mengambil titik tolak dari manusia itu sendiri. Tapi begitu pula para filosof Yunani kata Sophie. Alberto menjawab karena itulah maka kita membicarakan 'kelahiran kembali' humanisme zaman Yunani Kuno. Tapi humanisme Renaisans jauh lebih dikenal karena tekanan nya pada individualisme. Kita bukan hanya umat manusia, kita adalah individu-individu yang unik. Gagasan inilah yang selanjutnya mendorong pada pemujaan tak terkendali pada kecerdasan pikiran. Maka yang ideal jadinya adalah yang kita namakan manusia Renaisans, yaitu manusia dengan kecerdasan universal yang mencakup seluruh aspek kehidupan, kesenian, dan ilmu pengetahuan.

Sejak abad keempat belas, semakin banyak ahli pikir yang memberikan peringatan terhadap kepercayaan buta kepada otoritas lama, entah itu doktrin agama atau Filsafat alam Aristoteles. Juga timbul peringatan terhadap kepercayaan bahwa segala masalah dapat dipecahkan semata-mata melalui pikiran. Kepercayaan yang berlebihan pada pentingnya akal telah mengakar sepanjang Abad Pertengahan. Kini dikatakan bahwa setiap penyelidikan terhadap fenomena alam harus didasarkan pada pengamatan, pengalaman, dan percobaan. Kita menyebut ini metode empiris.

'Ukurlah apa yang dapat diukur dan buatlah agar dapat diukur sesuatu yang tidak dapat diukur', kata si orang Italia, Galileo Galilei, yang merupakan salah seorang ilmuwan paling penting dari abad ketujuh belas. Dia mengatakan bahwa buku alam ditulis dengan bahasa matematika.

Hal ini membawa kita menuju pandangan dunia yang baru. Sepanjang Abad Pertengahan dipercayai bahwa bumi lah pusat alam raya. Tapi pada 1543 sebuah buku kecil diterbitkan dengan judul 'Tentang Pergerakan Lingkaran Langit' (On the Revolutions of the Celestial Spheres). Buku ini ditulis oleh seorang ahli astronomi Polandia bernama Nicolaus Copernicus, yang meninggal pada hari buku itu terbit. Ia mengatakan bukan matahari yang bergerak mengelilingi bumi, melainkan sebaliknya.

Pada awal 1600-an ahli astronomi Jerman, Johannes Kepler, menunjukkan hasil pengamatan komprehensifnya yang membuktikan bahwa planet-planet itu bergerak dalam orbit berbentuk elips -atau bulat telur- dengan matahari sebagia pusat nya.

Lalu datanglah ahli fisika Inggris Isaac Newton, yang hidup dari 1642 hingga 1727. Dialah yang memberikan deskripsi final tentang tata surya dan orbit planet. Dia tidak hanya dapat menggambarkan bagaimana gerakan planet-planet mengelilingi matahari, diapun menjelaskan mengapa begitu. Dia mampu melakukan hal itu dengan mengacu pada apa yang kita sebut dinamika Galileo. Dan ia pun yang merumuskan apa yang kita namakan Hukum Gravitasi Universal.

Dan zaman besar selanjutnya dalam sejarah umat manusia adalah Zaman Barok. Dan Alberto akan menyimpan nya untuk hari lain.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

Sunday, March 26, 2023

#22HBB Day 5 and Day 6 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 

Day 5 #22HBB Vol. 2 (26 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 161-199 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie memutuskan mengikuti jejak Hermes ke tengah hutan untuk mengetahui tempat tinggal sang filosof yang mengirimi nya surat, Alberto Knox.

Setelah masuk ke hutan, Sophie melihat sebuah gubuk bercat merah diujung sebuah danau. Ia pun menyusuri danau dengan sebuah perahu kecil dengan sebelumnya berbasah-basahan menuju perahu itu. Setelah sampai di ujung danau, dia mengetuk pintu dan memutuskan masuk. Ia yakin bahwa gubuk itu adalah tempat tinggal Alberto Knox dan Hermes.

Tak lama kemudian Hermes datang dan menyalak dan membuatnya terkejut dan memutuskan untuk keluar, sebelum keluar ia melihat sebuah amplop bertuliskan SOPHIE. Akhirnya ia memutuskan untuk membawanya karena ia pikir itu untuk nya.

Ternyata perahu itu sudah terbawa jauh ke tengah danau dan Sophie tidak bisa meraihnya. Ia pun mencari jalan lain di tengah semak belukar dan menemukan jalan untuk pulang. Sampai di rumah ia bertemu Ibunya yang menanyakan kemana saja Sophie dan kenapa bajunya basah. Sophie pun menangis dan menceritakan semuanya kepada Ibunya. Dan Ibunya berkata bahwa Sophie sampai Gubuk Sang Mayor yang sudah lama ditinggalkan. Ia berkilah bahwa itu adalah tempat tinggal seorang filosof.

Ia membaca surat untuknya yang berisi: "Mana yang ada lebih dulu -ayam atau ayam "ide"? Apakah kita dilahirkan dengan "ide-ide" bawaan? Apakah perbedaan antara tanaman, binatang, dan manusia? Mengapa hujan turun? Apa yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik?"

Sophie pun memutuskan untuk menulis surat kepada Alberto Knox untuk meminta maaf. Ia membawa surat itu ke sarang persembunyian dan tak lama kemudian Hermes datang membawa sebuah amplop cokelat tebal yang berisi pelajaran: "Filosof dan Ilmuwan".

Aristoteles (384 - 322 SM) adalah murid di Akademi Plato hampir selama 20 tahun dan ia mengkritik Teori Plato mengenai gagasan.

Aristoteles menganggap Plato telah menjungkirbalikkan segalanya. Dia setuju dengan gurunya bahwa kuda- kuda "berubah" dan bahwa tidak ada kuda yang hidup selamanya. Dia juga setuju bahwa bentuk nyata dari kuda itu kekal dan abadi. Tapi kuda "ide" itu adalah konsep yang dibentuk oleh manusia setelah melihat sejumlah kuda tertentu. Kuda "ide" karenanya tidak mempunyai eksistensinya sendiri. Bagi Aristoteles, kuda "ide" atau "bentuk" tercipta dari ciri-ciri kuda -yang mendefinisikan apa yang kini kita sebut spesies kuda.

Agar lebih jelas: dengan kuda "ide", yang dimaksudkan Aristoteles adalah sesuatu yang dimiliki oleh semua kuda. Dan disini, kiasan tentang cetakan kue jahe tidak cocok, sebab cetakan itu berada terpisah dari kue-kue jahe tertentu. Aristoteles tidak percaya pada adanya cetakan atau bentuk semacam itu yang tersimpan di atas rak mereka sendiri di luar dunia alam. Sebaliknya, bagi Aristoteles, "ide-ide" itu ada dalam benda-benda, sebab mereka merupakan ciri khas benda-benda tersebut.

Maka, Aristoteles tidak setuju dengan Plato bahwa ayam "ide" ada sebelum ayam. Yang oleh Aristoteles dinamakan ayam "ide" itu ada dalam setiap ayam sebagai ciri khas ayam, misalnya ia bertelur. Ayam nyata dan ayam "ide" karenanya tidak dapat dipisahkan sebagaimana tubuh dan jiwa.

Aristoteles berpendapat bahwa seluruh pemikiran dan gagasan kita masuk ke dalam kesadaran kita melalui apa yang pernah kita dengar dan lihat. Namun, kita juga mempunyai kekuatan akal bawaan. Kita tidak mempunyai ide bawaan, seperti yang diyakini Plato, tapi kita mempunyai kemampuan bawaan untuk mengorganisasikan seluruh kesan indrawi ke dalam kategori-kategori dan kelompok-kelompok. Dengan cara inilah konsep seperti "batu", "tanaman", "binatang", dan "manusia" timbul. Dan timbul pula konsep seperti "kuda", "lobster", dan "kenari".

Aristoteles tidak menyangkal bahwa manusia mempunyai akal bawaan. Sebaliknya, justru akal itulah, menurut Aristoteles, yang merupakan ciri khas yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Tapi akal kita sama sekali kosong sampai kita mengalami sesuatu. Jadi, manusia tidak mempunyai "ide-ide" bawaan.

Bentuk Suatu Benda Adalah Ciri Khas nya. Setelah mencapai kesepakatan dengan Teori Plato mengenai ide, Aristoteles memutuskan bahwa realitas terdiri dari berbagai benda terpisah yang menciptakan suatu kesatuan antara bentuk dan substansi. "Substansi" adalah bahan untuk membuat benda, sedangkan "bentuk" adalah ciri khas masing-masing benda.

Mengapa hujan turun? Mungkin kita telah belajar di sekolah bahwa hujan turun karena uap di awan mendingin dan memadat menjadi titik-titik air hujan ke bumi karena adanya daya tarik bumi. Aristoteles pasti akan mengangguk setuju. Tapi dia juga akan menambahkan bahwa sampai di sini kamu baru mengungkapkan tiga sebab. "Sebab material" adalah bahwa uap (awan) ada di sana pada saat yang tepat ketika udara mendingin. "Sebab efisien" adalah bahwa uap mendingin, dan "sebab formal" adalah bahwa "bentuk", atau sifat air, adalah jatuh ke bumi. Tapi jika kamu berhenti di sana, Aristoteles akan menambahkan bahwa hujan turun karena tanaman dan binatang air agar dapat tumbuh dan berkembang. Ini dinamakan nya "sebab terakhir", Aristoteles memberikan pada air hujan itu suatu tugas-kehidupan, atau "tujuan".

Sophie pun memikirkan hal itu sambil mendatangi hewan peliharaan nya satu per satu.

 


Day 6 #22HBB Vol. 2 (27 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 200-259 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sepulang sekolah Sophie mendapat sebuah amplop tebal di sarang persembunyian nya. Ia membuka surat Alberto dan membaca: "Helenisme".

Aristoteles meninggal pada 322 SM, ketika itu Athena telah kehilangan peran dominan nya. Ini karena timbulnya pemberontakan-pemberontakan politik akibat penaklukan Alexander Agung (356 - 323 SM).

Alexander Agung adalah Raja Macedonia. Aristoteles juga berasal dari Macedonia, dan untuk beberapa lama dia bahkan menjadi guru Alexander Muda. Alexander lah yang meraih kemenangan terakhir dan menentukan atas bangsa Persia. Dan lebih-lebih dengan banyak penaklukan nya, dia menyatukan Mesir dan dunia timur hingga India dengan peradaban Yunani.

Ini menandai awal zaman baru dalam sejarah umat manusia. Suatu peradaban muncul dengan kebudayaan Yunani dan bahasa Yunani memainkan peranan utama. Periode ini, yang berlangsung selama kira-kira 300 tahun, dikenal sebagai Helenisme. Istilah Helenisme mengacu pada periode maupun kebudayaan yang didominasi Yunani yang berjaya di tiga kerajaan Yunani, yaitu Macedonia, Syria, dan Mesir. Sekalipun demikian sejak 50 SM, Roma lebih kuat dalam bidang militer dan politik. Adikuasa baru itu lambat laun menaklukan kerajaan-kerajaan Yunani, dan sejak itu kebudayaan Romawi dan bahasa Latin mendominasi mulai dari Spanyol di barat hingga jauh menembus Asia. Inilah awal dari periode Romawi, yang sering kita sebut zaman Yunani Kuno Akhir.

Secara umum Filsafat Helenisme tidak begitu orisinal. Tidak ada Plato baru atau Aristoteles baru yang muncul di panggung. Sebaliknya ketiga filosof besar Athena itu menjadi sumber ilham sejumlah aliran Filsafat diantaranya: Kaum Sinis, Kaum Stoik, Kaum Epicurean, dan Neoplatoisme, yang didalamnya terdapat mistisme.

Pada tanggal 17 Mei saat hari libur nasional Norwegia, Sophie dan Joanna memutuskan untuk berkemah di bukit Belibis. Ini adalah ide Sophie karena ingin kembali datang ke Gubuk Sang Mayor. Mereka pun mendatangi gubuk itu dengan keadaan terkunci. Sophie berupaya untuk mencari kuncinya dan akhirnya mendapatkan nya. Gubuk itu kosong. Joanna mendapatkan setumpuk kartu pos yang ditujukan kepada Hilde. Mereka pun membaca kartu pos-kartu pos itu bersama. Dan Sophie kembali ke tenda dengan membawa cermin yang ia lihat pada saat pertama datang.

Keesokan harinya Sophie kembali mendapat amplop cokelat tebal yang berisi pelajaran bahwa kebudayaan Eropa saat ini berakar pada kebudayaan Indo-Eropa dan kebudayaan Semit yang berasal dari Jazirah Arab yang merupakan asal dari tiga agama Barat, Yahudi, Kristen, dan Islam.

Sophie mendapat pelajaran mengenai Yesus dan Paulus serta agama Kristen yang tersebar ke seluruh Eropa dan seluruh ajaran Helenisme berubah menjadi Kristen dalam waktu tiga ratus tahun.

Ketika agama Kristen masuk ke dunia Yunani-Romawi, kita menyaksikan suatu pertemuan dramatis dari dua kebudayaan. Kita juga melihat salah satu revolusi besar kebudayaan dalam sejarah. Kita akan melangkah keluar dari zaman Yunani Kuno. Hampir seribu tahun telah lewat sejak masa hidup para filosof Yunani awal. Di depan, kita telah menanti Abad Pertengahan Kristen, yang berlangsung selama kira-kira seribu tahun.

Penyair Jerman Goethe pernah berkata bahwa "orang yang tidak dapat belajar dari masa tiga ribu tahun berarti dia tidak memanfaatkan akal nya." Dan Alberto tidak ingin Sophie mengalaminya.

Saturday, March 25, 2023

#22HBB Day 3 and Day 4 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 



Day 3 #22HBB Vol. 2 (24 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 84-127 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie mendapatkan sebuah amplop dengan pesan: "Mengapa Lego merupakan mainan paling cerdik di dunia?". Ia memikirkan hal itu, lalu mengambil Lego miliknya.

Keesokan hari nya ia menerima amplop cokelat besar, dan itu berisi pelajaran: "Teori Atom". Ya, Sophie akan berkenalan dengan filosof alam besar yang terakhir, namanya adalah Democritus (kira-kira 460 - 370 SM), dia berasal dari kota kecil Abdera di pantai utara Aegea.

Democritus setuju dengan para pendahulunya bahwa perubahan-perubahan alam tidak mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa segala sesuatu sungguh-sungguh "berubah". Oleh karena itu ia beranggapan bahwa segala sesuatu dibuat dari balok-balok tak terlihat yang sangat kecil, yang masing-masing kekal dan abadi. Democritus menamakan unit-unit terkecil ini atom. Kata a-tom berarti "tidak dapat dipotong". Bagi Democritus adalah sangat penting untuk menekankan bahwa bagian-bagian pokok yang membentuk segala sesuatu tidak mungkin dibagi secara tak terhingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Ia percaya bahwa semua atom itu keras dan padat dan mereka tidak mungkin sama karena memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda juga memiliki "kait" dan "mata kait" sehingga dapat disambungkan-sambungkan untuk menyusun apa saja, layaknya Lego. Democritus tidak percaya pada "kekuatan" atau "jiwa", sehingga kita menyebutnya materialis. Teori Atom Democritus menandai berakhirnya Filsafat alam Yunani untuk saat ini.

Sophie merasa bahwa gagasan-gagasan Democritus sangat cerdik. Dia telah menemukan solusi nyata bagi masalah tentang "bahan dasar" dan "perubahan".

Sophie merasa penasaran siapa yang telah mengirimi surat selama ini, sehingga ia menulis surat untuk sang filosof dan mengundangnya untuk minum kopi di rumah. Lalu semalaman ia menunggu di jendela untuk melihat kotak surat agar bisa tahu siapa yang mengirimi nya surat. Lalu ia melihat bayangan seorang pria tua menggunakan topi baret, tapi tak sempat ia kejar.

Keesokan harinya ia mendapatkan surat di sarang persembunyian nya dengan ujung berlubang dan basah. Dan ternyata nama pria itu adalah Alberto Knox, ia meminta Sophie untuk bersabar dan menunggu ia menemui Sophie pada waktu yang tepat. Dan agar aman mulai sekarang yang akan mengirimkan surat adalah Hermes, anjing Labrador yang pintar ke sarang persembunyian Sophie.

Dibalik surat balasan itu terdapat tulisan: "Adakah sesuatu yang disebut kesopanan ilmiah? Orang yang paling bijaksana adalah yang paling mengetahui bahwa dia tidak tahu.. Pengetahuan yang sejati berasal dari dalam. Barang siapa mengetahui yang benar akan bertindak benar."

Lalu Hermes datang membawakan amplop besar dan Sophie membaca: "Filsafat Athena". Kini Sophie akan bertemu dengan tiga filosof klasik besar: Socrates, Plato, dan Aristoteles. Para filosof alam disebut juga pra-Socrates sebab mereka hidup sebelum zaman Socrates.

Socrates (470 - 399 SM) barangkali adalah tokoh paling penuh teka-teki dalam seluruh sejarah Filsafat. Kehidupan Socrates hanya dapat kita ketahui melalui tulisan-tulisan Plato, yaitu muridnya. Karena Plato menyuarakan filsafatnya sendiri maka tidak mudah untuk membedakan antara ajaran-ajaran Socrates dan Filsafat Plato.

Socrates selalu mengajak berdiskusi. Ia beranggapan bahwa tugas nya adalah seperti membantu orang-orang "melahirkan" wawasan yang benar, sebab pemahaman sejati harus timbul dari dalam diri sendiri. Itu tidak dapat ditanamkan oleh orang lain dan hanya pemahaman yang timbul dari dalam itulah yang dapat menuntun kepada wawasan yang benar.

Kemampuan melahirkan adalah suatu ciri alamiah. Dengan cara yang sama, setiap orang dapat menangkap kebenaran-kebenaran filosofis jika mereka mau menggunakan akal sehat mereka sendiri. Menggunakan akal sendiri berarti masuk ke dalam diri sendiri dan memanfaatkan apa yang ada disana. Dengan berlagak bodoh, Socrates memaksa orang-orang yang ditemuinya untuk menggunakan akal sehat mereka. 

Socrates berpendapat bahwa "Orang paling bijaksana adalah yang mengetahui bahwa dia tidak tahu". Seorang filosof mengetahui bahwa dalam kenyataannya hanya sedikit yang diketahuinya.

Seorang filosof Roma, Cicero, mengatakan: Socrates "menurunkan Filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah, dan memaksanya untuk menelaah kehidupan, etika, kebaikan, dan kejahatan."

Wawasan yang benar menuntun pada tindakan yang benar. Socrates menyatakan bahwa dia dituntun oleh suara batin Ilahi, dan bahwa "hati nurani" ini mengatakan kepadanya apa yang benar. "Orang yang mengetahui apa yang baik akan berbuat baik", katanya.

Sophie pun pulang ke rumah dari sarang persembunyian nya. Ia berjanji pada Ibunya akan mencuci piring.


@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

 


Day 4 #22HBB Vol. 2 (25 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 128-160 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Kali ini Sophie mendapatkan sebuah kaset video di sarang persembunyian nya. Ibu nya sedang pergi dan ia pun memutar kaset itu di rumah menggunakan VCR.

Setelah satu dua menit, tampak gambar close-up seorang pria setengah umur, dia agak pendek, dengan janggut hitam yang dicukur rapi, dan mengenakan sebuah baret biru. Dialah Alberto Knox katanya dan mengucapkan selamat datang di Athena kepada Sophie.

Video itu berisi tur di reruntuhan Kota Athena. Alberto Knox mengajak Sophie berkeliling ke berbagai tempat di reruntuhan Athena. Tapi diakhir video ia mengajak Sophie melihat kembali bangunan-bangunan Athena di masa kejayaan nya. Sophie melihat gedung yang megah berlapis emas dan terheran-terheran bisa melihat kembali bangunan itu. Alberto Knox mengatakan bahwa disana ada Socrates dan Plato, dan Plato ingin berbicara kepada Sophie. Dia memberi Sophie empat tugas: Pertama, kamu harus memikirkan bagaimana seorang tukang roti membuat lima puluh buah kue yang persis sama. Selanjutnya kamu dapat menanyakan kepada dirimu sendiri mengapa semua kuda itu sama. Lalu kamu harus memutuskan apakah manusia itu mempunyai jiwa yang kekal. Dan akhirnya kamu harus menjawab apakah pria dan wanita sama-sama bijaksana. Sophie pun berusaha memikirkan hal itu dengan jernih.

Keesokan harinya Sophie datang ke sarang persembunyiannya dan Hermes mendatangi nya dengan sebuah amplop cokelat tebal. Ia pun membukanya dan ia mendapat pelajaran: "Akademi Plato".

Plato (428-347 SM) berusia 29 tahun ketika Socrates minum racun cemara. Bagi Plato kematian Socrates merupakan contoh mencolok dari konflik yang dapat timbul antara masyarakat sebagaimana adanya dan masyarakat sejati atau ideal. Tindakan Plato yang pertama sebagai seorang filosof adalah menerbitkan karya Socrates, Apologi,  suatu penjelasan tentang penjelasannya dihadapan juri. Socrates tidak pernah menuliskan sesuatu, berbeda dengan Plato yang hampir seluruh pemikiran nya dituliskan. Kita bisa mendapatkan karya-karya ini sekarang berkat tindakan Plato yang mendirikan sekolah filsafatnya sendiri disebuah hutan kecil tidak jauh dari Athena, yang dinamai sesuai dengan pahlawan legendaris Yunani, Academus. Karena nya sekolah itu dikenal dengan sebagai Akademi. (Sejak itu, ribuan "Akademi" didirikan diseluruh dunia.)

Kebenaran Abadi, Keindahan Abadi, Kebaikan Abadi. Plato memikirkan hubungan antara yang kekal dan abadi, di satu pihak, dan yang "berubah", di pihak lain. Plato percaya bahwa segala sesuatu yang nyata di alam ini "mengalir". Maka tidak ada "zat" yang tidak hancur. Jelas bahwa segala sesuatu yang termasuk dalam "dunia material" itu terbuat dari materi yang dapat terkikis oleh waktu, namun segala sesuatu dibuat sesuai dengan "cetakan" atau "bentuk" yang tak kenal waktu, yang kekal dan abadi.

Plato heran melihat bagaimana seluruh fenomena alam dapat begitu serupa, dan dia menyimpulkan bahwa itu pasti karena ada sejumlah terbatas bentuk- bentuk "di balik" segala sesuatu yang kita lihat di sekeliling kita. Plato menyebut bentuk-bentuk ini ide. Dibalik setiap kuda, babi, atau manusia, ada "kuda ideal", "babi ideal", dan "manusia ideal". Dengan cara yang sama, toko roti yang kita bicarakan dapat mempunyai kue jahe orang, kue jahe kuda, dan kue jahe babi. Sebab setiap toko roti terkenal mempunyai lebih dari satu cetakan. Tapi satu cetakan  sudah cukup untuk setiap jenis kue jahe.

Plato sampai pada kesimpulan bahwa pasti ada realitas di balik "dunia materi". Dia menyebut realitas ini dunia ide, di situ tersimpan "pola-pola" yang kekal dan abadi dibalik berbagai fenomena yang kita temui di alam. Pandangan yang luar biasa ini dikenal sebagai Teori Ide Plato.

Plato percaya bahwa realitas itu terbagi menjadi dua wilayah:

Satu wilayah adalah dunia indra, yang mengenai nya kita hanya dapat mempunyai pengetahuan yang tidak tepat atau tidak sempurna dengan menggunakan lima indra kita. Di dunia indra ini, "segala sesuatu berubah" dan tidak ada yang permanen. Dalam dunia indra ini tidak ada sesuatu yang selalu ada, yang ada hanyalah segala sesuatu yang datang dan pergi.

Wilayah yang lain adalah dunia ide, yang mengenainya kita dapat memiliki pengetahuan sejati dengan menggunakan akal kita. Dunia ide ini tidak dapat ditangkap dengan indra, tetapi ide (atau bentuk-bentuk) itu kekal dan abadi.

Plato juga percaya bahwa semua fenomena alam itu hanyalah bayang-bayang dari bentuk atau ide yang kekal. Tapi kebanyakan orang sudah puas dengan kehidupan di tengah bayang-bayang. Mereka tidak memikirkan apa yang membentuk bayang-bayang itu. Dengan begitu mereka tidak mengindahkan  keabadian jiwa mereka sendiri.

Dan Plato percaya bahwa pria dan wanita sama-sama memiliki akal sehat sehingga mereka akan memiliki kebijaksanaan yang sama.

Jadi itulah Plato. Teori-teorinya yang menakjubkan telah dibahas dan dikecam selama lebih dari dua ribu tahun. Orang pertama yang melakukan itu adalah salah satu murid akademinya sendiri. Namanya Aristoteles, dan dialah filosof besar ketiga dari Athena.

Sophie pun memikirkan pelajaran nya hari ini sambil memperhatikan sekeliling nya.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

Wednesday, March 22, 2023

#22HBB Day 1 and Day 2 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 

Saya sedang mengikuti Challenge 22 Hari Baca Buku #22HBB Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Salman Reading Corner, FIM Bandung, dan FIM Tangerang Raya. Dan saya memutuskan untuk membaca lagi buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder yang terakhir saya baca di tahun 2013, kurang lebih 10 tahun lalu. Di setiap harinya, saya harus menyetorkan rangkuman/insight/catatan dari halaman buku yang saya baca. Dan saya akan men-share setiap dua hari di blog ini mengenai rangkuman/insight/catatan yang saya setorkan di grup komunitas ini. Selamat menyimak!

 

Day 1 #22HBB Vol. 2 (22 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 01- 53 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie Amundsend, gadis 14 tahun yang serba ingin tahu, baru saja pulang dari sekolah dan mendapatkan sebuah surat di kotak surat atas nama dirinya tanpa nama pengirim. Surat itu berisi secarik kertas bertuliskan "Siapakah kamu?" Tak lama kemudian, ia mendapatkan sebuah surat baru yang bertuliskan "Dari mana datangnya dunia?" Dua hal itu membuatnya berpikir tentang eksistensi dunia dan dirinya sendiri. Orang itu menyentakkan Sophie keluar dari keberadaannya sehari-hari dan tiba-tiba membawa nya berhadapan dengan teka-teki besar tentang alam raya. Lalu ia mendapati surat ketiga bercap pos batalion PBB atas nama Hilde Moller Knag, dan ia terheran kenapa ada surat itu datang kepadanya. Keesokan harinya ia mendapat amplop besar dengan tulisan dibagian belakang: "Pelajaran Filsafat. Hati-hati." Lalu ia membaca isi amplop yang berisi:

'Apakah Filsafat itu?'

Cara terbaik untuk mendekati Filsafat adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan filosofis: Bagaimana dunia diciptakan? Adakah kehendak atau makna dibalik yang terjadi? Adakah kehidupan setelah kematian? Bagaimana kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Dan yang terpenting, bagaimana seharusnya kita hidup? Orang-orang telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini selama berdabad-abad. Kita tidak mengenal kebudayaan yang tidak mengaitkan diri dengan pertanyaan apakah manusia itu dan dari mana datangnya dunia.

Satu-satu nya cara yang kita butuhkan untuk menjadi filosof yang baik adalah rasa ingin tahu. Dan orang dewasa di saat ini, tidak seperti anak-anak, sudah kehilangan rasa ingin tahu dan keheranannya terhadap dunia. Mereka terlalu nyaman dengan rutinitas dan permasalahan sehari-hari, lalu apatis dan acuh tak acuh dengan pertanyaan mendasar mengenai kehidupan.

Dan Sophie membuktikan nya dengan bertanya mengenai pertanyaan esensial kepada Ibunya, yang menganggap nya aneh dan meracau.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

 

Day 2 #22HBB Vol. 2 (23 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 54-83 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie mendapatkan lagi amplop cokelat dengan namanya tertera disana, dan amplop itu berisi pelajaran tentang: "Gambaran Mitologis Dunia".

Pelajaran itu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Filsafat adalah cara pikir yang sama sekali baru yang berkembang di Yunani sekitar enam ratus tahun sebelum kelahiran Kristus. Hingga masa itu, semua pertanyaan yang diajukan oleh manusia dijawab oleh berbagai agama. Penjelasan-penjelasan agama ini disampaikan dari generasi ke generasi dalam bentuk mitos. Mitos adalah sebuah cerita mengenai dewa-dewa untuk menjelaskan mengapa kehidupan berjalan seperti adanya. Selama ribuan tahun, banyak sekali penjelasan mitologis bagi pertanyaan-pertanyaan Filsafat yang tersebar ke seluruh dunia. Para filosof Yunani berusaha untuk membuktikan bahwa penjelasan-penjelasan ini tidak boleh di percaya. Seperti di Skandinavia yang mempercayai Thor dan Odin, Freyr dan Freyja, Hoder dan Balder serta banyak Dewa lainnya. Pada masa itu mereka percaya bahwa guntur dan halilintar adalah akibat palu Thor, sehingga menyebabkan hujan. Juga di Yunani, para Dewa dinamakan Zeus dan Apollo, Hera dan Athena, Dionysos dan Asklepios, Herakles dan Hephaestos, dan yang lainnya. Para filosof Yunani paling awal mengecam mitologi itu sebab para dewa terlalu menyerupai manusia dan sama egois dan sama curangnya. Untuk pertama kalinya dikatakan bahwa mitos-mitos itu tidak lain dari hasil pemikiran manusia. Seiring berkembang nya kota-kota di Yunani, setiap individu atau warga negara mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis tanpa berpaling pada mitos-mitos kuno. Kita menyebut ini perkembangan dari cara pikir mitologis menuju cara pikir yang didasarkan pengalaman dan akal. Tujuan para filosof Yunani awal adalah menemukan penjelasan-penjelasan alamiah, dan bukannya supranatural, untuk berbagai proses alam.

Pada suatu sore Sophie mendapatkan lagi surat yang berisikan secarik kertas dengan tulisan: "Adakah zat dasar yang menjadi bahan untuk membuat segala sesuatu? Dapatkah air berubah menjadi anggur? Bagaimana tanah dan air dapat menghasilkan seekor katak hidup?"

Ketika pulang sekolah hari itu ia mendapatkan amplop tebal di kotak surat yang berisi "Proyek Para Filosof" yang diawali oleh "Para Filosof Alam".

Para filosof Yunani paling awal kadang-kadang disebut filosof alam sebab mereka hanya menaruh perhatian pada alam dan proses-prosesnya. Mereka ingin memahami proses yang sesungguhnya dengan menelaah alam itu sendiri. Ini sangat berbeda dengan menjelaskan guntur dan halilintar atau musim semi dan musim salju dengan menciptakan dongeng mengenai dewa-dewa.

Filosof yang pertama kita kenal adalah Thales dari Miletus, sebuah koloni Yunani di Asia Kecil. Thales beranggapan bahwa sumber dari segala sesuatu adalah air.

Filosof berikutnya adalah Anaximander. Dia beranggapan bahwa dunia kita hanyalah salah satu dari banyak dunia yang muncul dan sirna di dalam sesuatu yang disebutnya tak terbatas, tapi tampaknya jelas bahwa dia tidak sedang memikirkan suatu zat yang dikenal dengan cara yang dibayangkan Thales. Jelas bahwa zat dasar itu tidak mungkin sesuatu yang sangat biasa seperti air.

Selanjutnya Anaximenes (kira-kira 570-526 SM) yang beranggapan bahwa segala sesuatu pastilah berasal dari udara atau uap.

Ketiga filosof ini semuanya percaya pada keberadaan satu zat dasar sebagai sumber dari segala hal. Namun bagaimana mungkin satu zat dapat dengan tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang lain? Kita dapat menyebut ini masalah perubahan. Sejak sekitar 500 SM, ada sekelompok filosof di koloni Yunani Elea di Italia Selatan. "Orang-Orang Elea" ini tertarik pada masalah ini.

Yang paling penting diantara para filosof ini adalah Parmenides (kira-kira 540 - 480 SM). Parmenides beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada pasti telah selalu ada dan tidak ada yang disebut perubahan aktual. Tidak ada yang dapat menjadi sesuatu berbeda dari yang sebelumnya.

Rekan sezaman nya Heraclitus beranggapan bahwa perubahan terus menerus atau aliran sesungguhnya merupakan ciri alam yang paling mendasar. "Segala sesuatu mengalir".

Dua filosof tadi saling bertentangan, tapi siapa yang benar? Adalah Empedocles (kira-kira 490 - 430 SM) dari Sicilia yang menuntun mereka keluar dari kekacauan yang telah mereka masuki itu. Empedocles menyimpulkan bahwa gagasan mengenai satu zat dasar itulah yang harus ditolak. Sumber alam tidak mungkin satu unsur saja. Ia yakin bahwa alam itu terdiri dari empat unsur, atau "akar" sebagaimana ia mengistilahkan. Keempat akar ini adalah tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau berpisahnya keempat unsur ini.

Anaxagoras (500 - 428 SM) adalah filosof lain yang tidak setuju bahwa satu bahan dasar tertentu -air, misalnya- dapat diubah menjadi segala sesuatu yang kita lihat di alam ini. Dia juga tidak dapat menerima bahwa tanah, udara, api, dan air dapat diubah menjadi darah dan tulang. Anaxagoras berpendapat bahwa alam diciptakan dari partikel-partikel sangat kecil yang tidak dapat dilihat mata dan jumlahnya tak terhingga. Lebih jauh, segala sesuatu dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang jauh lebih kecil lagi, bahkan dalam bagian yang paling kecil masih ada pecahan-pecahan dari semua yang lain.

Dan nanti Sophie akan bertemu Democritus ujar sang penulis surat.

Akhirnya Sophie memutuskan bahwa Filsafat bukanlah sesuatu yang dapat kita pelajari, namun barangkali kita dapat belajar untuk berpikir secara filosofis.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

Monday, March 6, 2023

MySkill E-Learning: Facebook Ads/Meta Ads

Baru saja menyelesaikan topik Facebook Ads/Meta Ads di path learning Digital Marketing di e-learning MySkill. Topik Facebook Ads ini terdiri dari course:

1. Facebook Ads Intro
2. Targeting Facebook Ads
3. Facebook Ads Optimization #1
4. Facebook Ads Optimization #2
5. App Install Ads on Facebook
6. Facebook Ads Manager
7. Facebook Ads Dashboard
8. Facebook Ads Reporting

 

 

 

Pada pekerjaan saya sebelumnya saya tidak secara langsung menghandle Meta Ads ini dan belajar lebih banyak dari beberapa course belakangan yang saya ikuti, meskipun memang sudah memiliki gambaran secara garis besar.

Semoga bisa belajar lebih banyak dan menerapkan best practice dari penggunaan Meta Ads ini :)

#digitalmarketing #facebookads #metaads #learning #facebook