Friday, March 15, 2024

Belajar Sistem Inovasi Pertanian Pedesaan "Culik Tanam" dari Kang Yadi, Petani Desa Ciherang, Kec. Nagreg, Kab. Bandung

 






Belajar Sistem Inovasi Pertanian Pedesaan "Culik Tanam" dari Kang Yadi, Petani Desa Ciherang, Nagreg, Kab. Bandung.

Ke lapangan bareng Frizka @frizeerr sama Mekka @mekkaamedina :)



Reposted from @frizeerr

Hari ini, berkesempatan mengunjungi Ketua kelompok tani di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung🌾

Belajar sistem inovasi pertanian pedesaan tentang "Sistem Culik Tanam". Apaantuh? Kenapa taneman aja diculik? 🫣

Usut punya usut, sistem ini lahir dari keresahan para petani akan cuaca yang tidak menentu. Sistem culik tanam hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan hujan melalui manajeman waktu mempercepat waktu tanam.

Jadi, petani sesaat akan melakukan panen, diminta langsung menanam kembali. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi petani di lapangan.

Sistem ini banyak dilakukan di daerah tadah hujan, sehingga memungkinkan para petani untuk segera memasuki musim tanam utama. 

Yok, abis ini jalan-jalan ke petani lagi kita?

#cctvrizzy #pertanianindonesia #bandung #jawabarat #tanamculik


  • JENIS DAN NAMA INOVASI :

SISTEM INOVASI PERTANIAN DAN PEDESAAN BERUPA INOVASI METODE BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG DENGAN NAMA METODE “CULIK TANAM”

  • DESKRIPSI METODE SISTEM CULIK TANAM

Sistem culik tanam lahir sebagai inovasi atas inisiatif dan keresahan para petani di Nagreg akan cuaca yang tidak menentu. Nagreg merupakan daerah tadah hujan  dimana hujan datang lebih lambat tapi juga menghilang lebih cepat dibandingkan daerah lain, sehingga sistem culik tanam hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan hujan melalui manajeman waktu mempercepat waktu tanam, dimana benih ditanam pada saat 1 bulan sebelum panen dilakukan tepat diantara batang jagung yang akan panen. Sehingga pada saat panen dilakukan, benih dengan sistem culik tanam akan menggantikan batang panen yang dibabat. Benih tersebut diharapkan sudah tumbuh dengan baik memanfaatkan waktu musim penghujan yang masih stabil, karena tanaman jagung membutuhkan waktu 1 bulan awal dengan curah hujan cukup untuk pertumbuhan yang optimal. Sistem ini diklaim  sebagai inovasi baru dari petani di wilayah Nagreg yang disebarluaskan ke daerah lain, seperti Kadungora, Garut.

Monday, March 4, 2024

WEBINAR dan FORUM DISKUSI EKONOMI PERTANIAN UNPAD #1 "Harga Beras Meroket: Masyarakat Buntung, Tapi Untungkah Petani?”





WEBINAR dan FORUM DISKUSI EKONOMI PERTANIAN UNPAD #1 "Harga Beras Meroket: Masyarakat Buntung, Tapi Untungkah Petani?” telah terlaksana malam ini, Senin 4 Maret 2024 dari pukul 20.00-22.00 WIB

Hatur nuhun untuk Akang Eceu yang sudah hadir :)

Sedikit highlight diskusi, Pak Iwan Setiawan berstatement bahwa kenaikan harga ini adalah "Kejutan Pangan" yang disebabkan oleh (tanda kutip) "El Nino Politik 2024". Kenaikan harga beras harus diwaspadai karena petani kita, selain produsen juga bertindak ganda sebagai konsumen yang akan sangat terpengaruh penghidupannya oleh harga beras.

Dari Kang Suryadi dan Pak Asep Amrullah sebagai praktisi petani berpendapat bahwa fenomena kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang hampir dua kali, keuntungannya hanya dinikmati petani besar saja yang bisa menyetok dan menjual dengan harga tinggi, sedangkan petani kecil dan menengah yang tidak bisa menyetok gabah dan melepas penjualan di harga menengah tidak merasakan keuntungan maksimal. Di sisI lain petani tidak bisa merasakan keuntungan karena produktivitas yang rendah. Kita harus mengejar Vietnam dan Thailand yang bisa mencapai produktivitas di atas 10 ton/ha

Ada pula inputan dari peserta diskusi bahwa kebijakan pemerintah melalui Bapanas (Badan Pangan Nasional) dan Badan Ketahanan Pangan untuk membuat estimasi produksi dan konsumi beras nasional juga menyiapkan dan mengamankan stok cadangan nasional sampai minimal 3 tahun bahkan 5 tahun kedepan sangat urgen untuk dilakukan.

Sebagai penutup, Pak Iwan berpesan mengenai diversifikasi pangan dan komoditas beras alternatif selain padi, agar masyarakat menengah keatas dengan daya beli tinggi mempunyai pilihan dan opsi. Dan bagi masyarakat rentan miskin kota, bantuan beras murah harus diprioritaskan tanpa dibumbui kepentingan politik.






Nantikan video rekamannya dan sampai bertemu di webinar dan forum diskusi selanjutnya Akang Eceu :)


Berikut ini video rekaman dari Webinar dan Forum Diskusi Ekonomi Pertanian UNPAD #1
"Harga Beras Meroket: Masyarakat Buntung, Tapi Untungkah Petani?”. Selamat Menyimak!

 

Friday, March 1, 2024

Foto Bareng Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD Angkatan 2023 Ganjil

 


Sangat senang mengenal teman-teman Ekonomi Pertanian 2023. Saya banyak belajar hal baru selain akademik. Tidak hanya tentang kajian lingkup sosial ekonomi pertanian, tetapi juga saya belajar tentang persahabatan, mimpi, cita-cita, idealisme, sampai orientasi mencari cuan duniawi. Haha..

Hatur nuhun sudah membersamai selama satu semester kebelakang, yuk lanjutkan sampai lulus dan kehidupan seterusnya..

Proficiat Friends!

@agoemrst @suryadiabdulgani @frizeerr @odelia_faustina @fitrisulisse @alifendk @sabrinalbs @anasfebri @annkazh @mekkaamedina @sisca

Foto dibuang sayang :)




Monday, February 19, 2024

GEOSIGHT - Geoscience Webinar dari Geoaccess Indonesia @geoaccess dengan Topik "GIS-RS dalam Perspektif: Tantangan Ketahanan Pangan dalam Bayang-bayang Deforestasi dan Perubahan Iklim"


 

Baru aja mengikuti GEOSIGHT - Geoscience Webinar dari Geoaccess Indonesia @geoaccess dengan topik "GIS-RS dalam Perspektif: Tantangan Ketahanan Pangan dalam Bayang-bayang Deforestasi dan Perubahan Iklim".

Pembicara dalam webinar ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Wardhana, S.Hut, M.Sc. dari Fakultas Kehutanan UGM. Beliau mengingatkan tentang pentingnya data geospasial untuk berbagai komoditas pertanian di Indonesia, baik pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Karena yang jadi permasalahan saat ini adalah tidak adanya data geospasial yang tersedia, kalaupun ada sangat terbatas. Data geospasial per komoditas pertanian ini sangat penting karena dengan data geospasial per komoditas pertanian kita akan bisa melakukan penataan dan perencanaan lebih terperinci mengenai arah pembangunan pertanian Indonesia.

Beliau pun mengajak untuk kita menguasai algoritma, coding, dan AI terkini untuk mengolah data geospasial dan membuat Earth Engine lokal buatan Indonesia, mengingat keunikan topografi dan tutupan lahan di Indonesia yang karakteristiknya berbeda dengan negara lain, sehingga dengan adanya Earth Engine dan pengolahan dengan algoritma spesifik akan menghasilkan data serta hasil yang lebih presisi.

Dari webinar ini saya belajar bahwa dengan data geospasial kita bisa mempunyai helicopter view tentang perencanaan pembangunan pertanian suatu daerah. Tidak melulu tentang untung rugi atau profit ekonomi tapi tentang masalah lingkungan dan kesesuaian geografis dari suatu wilayah.

Hatur nuhun buat Teh Inuy @noey_gumatti yang sudah memberikan info tentang Geoaccess Indonesia. Semoga bisa belajar lebih banyak lagi :)

Friday, February 16, 2024

Belajar QGIS Dasar: Inspirasi dari Teh Inuy dan Aziz


Beberapa waktu kemarin IA SITH ITB mengadakan pertemuan dengan Dekanat SITH untuk membahas beberapa hal dan saya ingin hadir karena sekalian ingin bertemu dengan Pak Angga Dwiartama. Di pertemuan tersebut juga hadir Teh Jim, Aziz, juga Teh Inuy. Setelah beres diskusi dengan Dekanat SITH, saya mengobrol dengan Teh Inuy dan Aziz, dan salah satu topik yang dibahas Teh Inuy adalah mengenai banyaknya peluang project tentang analisis spasial keanekaragaman hayati dan sumber daya alam juga lingkungan. Setali tiga uang, Aziz pun mendalami bidang ini dengan beberapa project di Rumah Amal Salman ITB dan juga karena background kelimuannya di Rekayasa Pertanian SITH ITB. Percakapan singkat di ruangan dilanjutkan sambil jalan dari Labtek Biru ke Gerbang SR. Setiba di Gerbang SR percakapan pun berakhir.

Tak lama berselang, beberapa hari setelah pertemuan tersebut Teh Inuy melalui DM Instagram menghubungi saya dan memberi tahu tentang pelatihan GIS / Sistem Informasi Geografis untuk ketahanan pangan yaitu analisis  kesesuaian lahan untuk Food Estate (Lumbung Pangan) di Kalimantan Tengah dari salah satu konsultan geoscience. Saya coba buka postingan dari salah satu konsultan geoscience tersebut dan tertarik dengan aplikasi QGIS yang ternyata open source dan bisa didownload dengan bebas yang dijadikan sebagai aplikasi GIS yang digunakan dalam pelatihan tesebut. Saya pun meluncur ke YouTube untuk mempelajari QGIS. Setelah menonton beberapa tutorial saya memutuskan untuk menginstall QGIS karena penasaran. Hehehe Maklum, selama S1, yaitu di Rekayasa Pertanian SITH ITB, saya pernah belajar sedikit tentang GIS/SIG di mata kuliah Pengelolaan Bentang Alam Terpadu (PBAT). Ternyata menggunakan QGIS cukup menyenangkan dan lebih ringan dibanding pengalaman saya dulu menggunakan ArcGIS. Sepertinya laptop saya memang spek nya rendah sih pada saat itu. Hehe

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Di bawah ini layout Peta Pertama yang saya buat. Masih sederhana, masih newbie. Peta ini menampilkan filter perbedaan jumlah penduduk negara di Asia dengan warna yang berbeda. Yang yang bergradasi hijau di bawah saya sertakan legenda dari interval jumlah penduduk yang dimaksud.

 

 


 





Saya kira akan sangat penting untuk saya kuasai kedepan mengenai SIG (Sistem Informasi Geografis) ini, termasuk untuk dunia Pertanian dan Perencanaan Pertanian. Dan kebetulan saya akan mengambil matkul Perencanaan Wilayah Partisipatif semester ini. Semoga jadi awal yang baik :)


Setelah belajar layouting lebih kompleks, saya mencoba membuat peta yang lebih rumit. Sehingga saya membuat Peta Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, dan Kota Bandung, tempat dimana saya tinggal. Bisa dilihat di bawah ini, juga di banner postingan ini di atas ya.

 

 

Hasil percobaan pertama menerapkan layouting yang sedikit lebih kompleks :)

Dan peta di bawah ini merupakan peta tutupan lahan sawah di Provinsi Jawa Barat di tahun 2019, peta yang berhubungan dengan perencanaan di bidang pertanian, sesuai dengan yang disarankan Aziz kepada saya untuk dicoba.




Sedangkan di bawah ini merupakan peta tutupan lahan pertanian kering, perkebunan, dan oleh pemukiman di tahun 2019.




 



Gambar di bawah ini adalah gambar globe Indonesia yang bersumber dari Citra Google Satellite.



Video Kompilasi

 
 
Yak, begitulah sedikit cuplikan hasil peta dan belajar QGIS dasar dari saya yang masih pemula ini, semoga bisa terus belajar dan mendalami Sistem Informasi Geografis (SIG), khususnya untuk Perencanaan Pertanian. Mohon bimbingan dan arahan dari para suhu, senior, dan expert di bidang ini. Semangat terus belajar, semoga hal ini akan bermanfaat dan menghasilkan kedepannya. Aamiin.. 💓

Sunday, February 11, 2024

Arti Cinta Untukku

Arti Cinta Untukku

 



Di umurku yang dua tahun lagi kepala tiga, berbicara tentang cinta bukan lagi perkara main-main atau hanya sekedar bercandaan, tapi mendekati hal serius penuh tanggung jawab. Dalam Islam tidak ada namanya pacaran dan sudah ada caranya tersendiri melalui taaruf. Tapi melihat berbagai cerita orang, proses yang sesuai syariat pun tidak selalu berjalan mulus dan menghasilkan pernikahan yang bahagia, begitu pula dengan cara yang lainnya. Tapi tenang-tenang pembaca sekalian, topik tulisan ku ini tidak akan membahas dan mengkritisi tentang apakah pacaran atau taaruf yang harus dilalui untuk menuju pernikahan, tapi lebih kepada bagaimana seorang Dzikra mendefinisikan "Cinta" berdasarkan apa yang dipahaminya. Mari kita simak bersama!

Mengutip beberapa sumber dari beberapa pembicara, bagi seorang Dzikra ada tiga jenis "Cinta". Yang pertama adalah "Fatherly and Motherly Love" yaitu Cinta yang sebanding dengan ketulusan kasih sayang orang tua atau bapak dan ibu kepada anaknya, kakak kepada adiknya, adik kepada kakaknya, dan juga hubungan keluarga lainnya, dan merupakan cinta tanpa pamrih dan tanpa mengharap balasan. Cinta yang kedua adalah "Friendship Love" yaitu Cinta yang sebanding dengan ketulusan kasih sayang seorang sahabat kepada rekan sahabatnya, kasih sayang tulus pertemanan. Dan yang ketiga adalah "Romantic Love" yaitu cinta asmara serta ketulusan kasih sayang seorang suami kepada istri atau pasangan yang diiringi oleh hasrat dan ketertarikan seksual. Tiga jenis cinta ini sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari tentunya.

Menurut saya, untuk seorang pasangan atau yang sedang mencoba mencari pasangan, ketertarikan pertama saat bertemu lawan jenis bisa melalui "Friendship Love" yang berujung kepada "Romantic Love" ataupun langsung jatuh kepada "Romantic Love" dengan catatan hanya bertemu sebentar dan langsung melangsungkan pernikahan tanpa melalui hubungan persahabatan atau pertemanan. Dan hubungan pasangan atau suami istri ini akan langgeng apabila bisa mengkombinasikan ketiga jenis cinta, baik "Friendship Love", "Romantic Love", dan berujung pada "Fatherly and Motherly Love" dimana ikatan kasih sayang sudah pada puncaknya tanpa diiming-imingi pamrih atau balasan.

Pertanyaan bagi seorang jomblo seperti saya ini adalah bagaimana membangun ketiga jenis Cinta untuk membangun hubungan yang everlasting? Mungkin ini hal yang menjadi catatan bagi diri saya pribadi yang harus saya terapkan untuk diri sendiri, dan saya persilahkan teman-teman mencari versi dari teman-teman sendiri. Untuk meraih "Friendship Love", temukanlah circle dimana kita bertumbuh bersama menjadi sahabat yang tulus berbagi dan membangun jalinan pertemanan yang erat. Carilah komunitas-komunitas yang memiliki minat serupa yang membangun ikatan dan banyak kesamaan sehingga akan terbangun kedekatan yang tanpa disadari akan menjalin hubungan persahabatan yang kuat. Untuk meraih "Romantic Love" adalah bagaimana kita memperbaiki dan mempersolek diri baik secara fisik maupun batin juga perilaku. Ketertarikan untuk membangun "Romantic Love" bisa berasal dari banyak faktor dan setiap orang memiliki alasan yang unik dan berbeda- beda, apakah karena fisik ketampanan dan kecantikan, sifat-sifat tertentu maupun sikap dan kebiasaan yang sering dilakukan. Oleh karena itu bangunlah faktor-faktor tersebut sehingga kita bisa menarik "Romantic Love" sesuai dengan apa yang kita ingin tampilkan dan tonjolkan. Dan untuk membangun "Fatherly and Motherly Love" baik untuk pasangan maupun orang lain adalah bagaimana mencamkan dalam diri dan hati kita bahwa Cinta yang kita berikan hanyalah akan dibalas oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, baik secara langsung di dunia maupun di akhirat. Dengan memiliki sikap tersebut maka kita akan memberikan Cinta dan ketulusan kasih sayang tanpa pamrih dan tanpa berharap balasan.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan hadits yang menjadi panduan untuk memilih pasangan. Berikut di bawah ini:


Syarah Riyadhus Shalihin, Hadits No. 364

Memilih Wanita

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْاَةُ لِاَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

"Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, karena derajatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang beragama niscaya engkau akan beruntung." (Muttafaq alaih)

Pengesahan hadis:
Diriwayatkan oleh Bukhari (IX/132-Fathul Bari) dan Muslim (1466)

Kandungan hadis:
- Beberapa hal yang mendorong seorang laki-laki menikahi seorang wanita adalah harta, nasab, kecantikan dan agama.

- Yang paling baik dan utama dari semua itu adalah agama, karena wanita yang taat beragama akan membantu seorang hamba untuk mentaati Allah.

- Penekanan Islam terhadap pemeluknya untuk menikahi wanita shalihah yang taat beragama, karena dia akan membantu hamba untuk berbuat ketaatan kepada Allah.

- Ketika yang menjadi dasar pernikahan itu agama, pernikahan itu akan langgeng sebab agama merupakan petunjuk sekaligus pembimbing.

 

Akhir kata, ayo pantaskan diri karena pada saatnya datang kita harus sudah siap lahir maupun batin untuk menjalani dan menghadapinya.

Kira-kira itulah Cinta bagi seorang Dzikra, jadi apa arti Cinta untukmu? Yuk boleh comment di bawah 😍

Friday, February 9, 2024

Dream - Steve Harvey

@dzikrayr

The biggest adventure you can take is to live the life of your dreams :) Don't be afraid to dream. Make all your dreams come true!

♬ original sound - Dzikra Yuhasyra

 

The biggest adventure you can take is to live the life of your dreams 😃 Don't be afraid to dream. Make all your dreams come true!

Wednesday, February 7, 2024

Tony Robbins | Tell Me Your State and I’ll Tell You Your Future



“The difference between the dreamers and the doers? One word: State.” – Tony Robbins


Looking for a new result in a certain area of your life?

Or a better result than what you’ve had in years past?

We don’t get new results magically. We get new results from new behaviors.

But many don’t understand the key difference between wanting something and making the shifts necessary to see it through to reality.

People say they’ve “tried everything”. But they don’t embody the changes necessary to meet their goal. They just go through the motions...

Really, you’ve tried everything? Every possibility? Every antidote? Every angle?

Or did you try a few things, get discouraged when they didn’t work, and give up?

We give up because not seeing results puts us in a disempowered state.

The difference between the dreamers and the doers? One word: State.

What do I mean by state?

Your physicality. The physical state you are in.

You can be in a state of fear, overwhelm, stress, abundance, joy, gratitude...

Tell me your state and I’ll tell you your future.

It’s often far less about a person’s ability and more about their behavior.

Look at athletes. Have you ever been able to predict with accuracy if a player will make a basket or goal? Something about their state clued you in.

They’re going to miss this free throw...

Or they’ve got this. You can see it in their eyes, in their body.

When a person is in a state of absolute certainty (think Tom Brady when his team is down in the final minutes of the game) the results are unstoppable.

Talent and skills are of no use if you don’t have the right state to execute with.

Have you ever met an incredibly talented person with a lousy state? They just couldn’t snap out of it, couldn’t apply themselves, or reach for more. They were stuck in a pattern of complacency, comparison, overwhelm, frustration, disappointment, or defeat.

Maybe that’s been you, friend.

Luckily no state is permanent.


Two Ways to Change Your State

Here’s what you need to know – you don’t have to stay in a lousy state. You don’t have to stay in a mediocre state.

There are two ways to change your state in an instant.

The first: change your physiology.

Think about someone who is feeling depressed. What is their body doing?

Where are their shoulders? Are they held back and proud? Or are they slumped forward?

How’s their breathing? Is it full and rich? Or is it shallow?

What’s their head doing? Is it upright, or hanging low?

The mind takes these physical cues and there are biochemical changes that happen.

The same can be said for when we feel excited. How do you breathe when you’re feeling excited? What’s your posture like?

This is the first way to snap yourself out of a lousy state and into an empowering one.

The second way to change your state immediately is to change your FOCUS.

Where focus goes, energy flows.

Think about it: If you’re ruminating on how someone at your job was rude to you, took credit for your idea, or left you out of an important decision, what state are you most likely going to be in?

A pissed off one.

And if you focus on how someone has taken advantage of you or screwed you over, you’re going to feel it, even if it’s not true.

How many negative emotions do you experience in a day due to focusing on situations that create states of fear, anger, and overwhelm?

What if you focused on what’s working instead? What kind of state would you be in if you thought about all the GOOD things happening to you throughout the day?

What kind of emotions would you feel if you thought about a warm interaction you had with a manager or colleague, one where your skills and passion felt seen and valued?

Or a moment where your team crossed the finish line together on a big project and celebrated?

Or a loved one’s face lit up because of something kind you did or said?

How different is life experiencing that state?

What you focus on is everything.

In today’s world everyone is competing for your attention, and they’re aiming to profit from it.

Social media, the news...

But it’s up to you to direct where your focus goes, friend.

Control your focus, control your life.




The Ultimate Comeback


Do you remember Andre Agassi?

He was one of the first athletes I had a chance to work with in my early thirties.

Andre was injured and went from being the number one tennis player in the world to not even ranking in the top 25.

He was incredibly frustrated and close to quitting the sport all together.

At the time he was dating a famous actress, who happened to be one of my clients.

After the injury, she suggested Andre work with me.

“I don’t need to be motivated,” was Andre’s response.

“He isn’t a motivator; he’s a strategist,” the actress offered in return.

Andre is a good friend and a very nice person, but he was neither of those two things when he walked through my door for our first session.

Can nice people be mean? Absolutely. And Andre was in a mean state. Because, really, he was mad at himself.

He came in, shook my hand, and said “OK, do your crap.”

I blinked at him.

“I don’t do crap and you're in my home. I’m going to require a different attitude.”

To his credit he agreed.

“Have you ever hit a tennis ball perfectly?” I asked him.  He offered a sarcastic “no”, but eventually he admitted to hitting a tennis ball with such precision, such skill, that he deemed it a perfect hit.

“Visualize yourself doing it.” I instructed.

And he did. He closed his eyes and I had him visualize hitting a tennis ball perfectly over and over again.

His face started to change. His shoulders weren’t quite as slumped as they were when he first walked in.

We were making progress.

“But my issue is with my wrist.” he countered at one point.

“When you hit the ball perfectly, are you focusing on your wrist?” I asked.

“Well, no,” he responded. “I didn’t even have to think about it.”

Bingo.

“There’s a state inside of you where the perfect swing happens. All we need to do is get you back in that state. But in a state of frustration, you can’t find it and you’re doing what all athletes do... You get caught up in a habit that no longer works and now you feel like you’re choking. The failures are mounting, you’re in a frustrated state, and you can’t find the answer.”

“What’s the state?” he asked.

I came prepared.

If you’re reading this, are you ancient enough to remember a thing called a VHS tape?

I played a tape of him from Wimbledon.

In the recording, he saunters out onto the court and adopts a prowling quality to his movements. Lethal as a jungle cat.

He bounces the ball, once, twice...

He looks up and stares directly into his opponent’s eyes..

Swishes his hair (the flare this man possessed) ...

And dominates.

“Do you remember that moment?” I asked Andre.

“Yes, yes I do.”

“What were you thinking in that moment?”

“I thought, why did that other guy even bother to show up?” he replied. Andre had that level of certainty in his skills before the injury.

I played another tape, the one from the French Open.

He walks onto the court completely differently. There’s no bounce in his step, no energy. He looks at his opponent right before he swings, and I freeze the tape right in that moment. His eyes tell all.

“Do you remember that moment?” I ask.

“Yes.”

“And what were you thinking?”

“I was thinking about the last time that guy beat me and how I can't go through it again.” Andre said quietly.

That’s the difference between victory and defeat.

I had him focus on what he does at his best and rehearse it repeatedly.

He won the next tournament.

He placed second in the next one, third, then first. In four months, he was back to number one, and he gave me an unbelievable amount of public credit, probably more than I deserve. Maybe not.

How fast can you change your state, my friend? In a heartbeat.

It’s where the radical change in physiology (your voice, your body, your movement) altars your biochemistry. But you can also do it by changing your focus.

Is there an area of your life that could use a state change?

Maybe it’s in the way you show up at work or in meetings.

Or maybe it’s the state you walk in the door with after a long day. The one your partner and kids are met with.

Or maybe it’s that dream you’ve been holding on to – your life at the next level – that requires a different state, my friend.

Change is always available to you, and it starts with your physical body and your focus.

Here’s to living in an empowered state.

Live with passion!



Tony Robbins



Pentingnya Kebijakan Pemupukan yang Berimbang



Pada postingan kali ini saya ingin menulis mengenai materi yang berhubungan dengan bahan kuliah pada saat saya S1 atau sarjana di Rekayasa Pertanian SITH ITB juga skripsi saya yaitu pentingnya "kebijakan pemupukan berimbang" yang menjadi salah satu hal yang krusial untuk diterapkan dan disebarluaskan di Indonesia. Masih banyak kalangan yang belum sadar dan mengetahui mengenai bagaimana pemupukan berimbang ini, khususnya petani pemula, dan semoga postingan ini memberikan clue atau sedikit pencerahan mengenai masalah yang umum terjadi di negeri kita ini.

Kelebihan dosis pemupukan terlebih pupuk kimia akan menyebabkan unsur hara menjadi jenuh di dalam tanah sehingga pada akhirnya akan mendegradasi lahan dan menimbulkan kerusakan pada tanah. Awareness atau kesadaran pengaplikasian pemupukan berimbang ini masih harus ditingkatkan di lapangan karena seringkali petani pemula maupun petani tradisional pada umumnya belum menerapkan pemupukan berimbang dan masih mengandalkan naluri, insting, dan warisan cara dari orang tua atau kebiasaan di wilayah setempat. Sebelumnya untuk mengetahui mengenai pengetahuan dasar tentang pupuk, pemupukan, unsur hara, dan nutrisi tanaman bisa disimak video di bawah ini ya :)




Setelah teman-teman tahu mengenai pupuk, pemupukan, unsur hara, dan nutrisi tanaman kita harus menyadari pentingnya pengaplikasian pupuk secara berimbang. Teman-teman bisa simak materi dasar tentang "pemupukan berimbang" di bawah ini yang saya download dari Portal Universitas Medan Area.





Konsep pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai ketersediaan hara-hara esensial yang seimbang dan optimum ke dalam tanah.

Dengan penerapan pemupukan berimbang diharapkan sesuai status hara tanah, maka kebutuhan tanaman dan target hasil (neraca hara) bisa tercapai.

Adapun penentuan dosis pupuk yang sesuai status hara tanah dan kebutuhan tanaman ditetapkan dengan uji tanah.

Pengelolaan bahan organik dan pupuk hayati dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pupuk anorganik.


Prinsip Pemupukan

Tepat Jenis: Formula pupuk sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Tepat Dosis: Sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan tanaman, dan target hasil.

Tepat Waktu: Hara tersedia saat tanaman memerlukan dalam jumlah banyak

Tepat Cara: Penempatan pupuk di lokasi tanaman secara efektif mengakses hara

Hara tanah berasal dari pelapukan bahan induk, bahan organik, air irigasi dan hujan serta pengelolaan petani. Sehingga kesuburan tanah sangat erat hubungannya dengan bahan induk, pengelolaan bahan organik, dan dosis pemupukan.

Keseimbangan hara merupakan keseimbangan antara hara yang ditambah dan diambil tanaman yang muara pada suatu status hara. Jika hara yang ditambah lebih kecil dari hara yang diambil tanaman maka akan terjadi mining hara tanah (pengurasan), jika hara yang ditambah lebih besar dari hara yang diambil tanaman maka akan terjadi pengkayaan hara tanah (yang jika terjadi secara terus menerus maka akan terjadi kejenuhan) kemudian jika hara yang ditambah setara hara yang diambil tanaman maka yang demikian dinamakan pelestarian kesuburan tanah.

Produktivitas tanaman akan sangat tergantung dengan ketersediaan hara, dimana dibatasi oleh ketersediaan hara dalam tanah yang paling minimum.

Teknologi pendukung pemupukan berimbang dan prediksi kebutuhan pupuk dapat dilakukan dengan:

1.Peta status Hara P dan K, peta ini biasa digunakan untuk penyusunan kebutuhan pupuk
2.KATAM (Kalender Tanah), untuk penyusunan kebutuhan pupuk dan rekomendasi pupuk spesifik lokasi
3.Software (PHSL, PUPS, PKDSS, Sipapudi, Sipindo), untuk penyusunan rekomendasi pupuk spesifik lokasi
4.Perangkat Uji Tanah (PUTS,PUTK, PUTR), untuk penyusunan rekomendasi pupuk spesifik lokasi.

Gambaran dan penjelasan mengenai uji tanah sederhana melalui Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) bisa teman-teman simak di pdf di bawah ini.



 





Selain melaui PUTS dan PUTK bisa digunakan pula software dan hardware pendeteksi hara tanah melalui sensor dan IoT. Saya ingin mencontohkan mengenai salah satu alat dan aplikasi tersebut yaitu Jinawi melalui video di bawah ini.





Jinawi merupakan sistem pintar rekomendasi pemupukan berbasis IoT yang terdiri dari sensor yang terintegrasi dengan aplikasi android RiTx Bertani.

Jinawi berfungsi memberikan informasi unsur N,P,K dan pH tanah secara real time, serta rekomendasi pemupukan yang presisi.

Jinawi di produksi oleh PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) yang bisa dilihat selengkapnya di link berikut ini: https://msmbindonesia.com/jinawi/

Saya membayangkan bahwa petani-petani Indonesia bisa secara profesional menerapkan pemupukan berimbang ini melalui berbagai perangkat yang sudah tersedia. Tinggal bagaimana akses petani terhadap perangkat ini dipermudah dengan subsidi maupun sewa dengan harga murah. Sehingga konsep "The Lean Farm" atau bertani secara efektif dan efisien dapat dicapai melalui pemupukan berimbang.

Untuk teman-teman petani pemula atau yang ingin mempelajari lebih jauh mengenai pemupukan tetapi belum mengetahui jenis pupuk, anorganik khususnya, dan materi mengenai pemupukan pada umumnya, bisa menyimak beberapa file pdf di bawah ini. Selamat menyimak!
















Meskipun kita di Indonesia pada umumnya belum bisa menerapkan pertanian organik atau agroecofacture, yaitu pertanian yang kembali meniru cara alam bekerja sebagaimana yang dijelaskan di konsep "Blue Economy" di Buku Pertanian Postmodern karya Bapak Iwan Setiawan dkk, penggunaan pupuk kimia buatan harapannya bisa diefektifkan dan menjadi efisien penggunaannya, sehingga biaya produksi akan minimal dan menyebabkan harga pangan murah, margin keuntungan petani lebih tinggi, juga keseimbangan alam akan terjaga karena lahan tidak terdegradasi. Semoga hadir kebijakan yang pro kepada isu ini dan menjadi pertimbangan untuk pemerintahan selanjutnya, tidak hanya memikirkan subsidi pupuknya saja, tetapi juga KEBIJAKAN PEMUPUKAN BERIMBANG. Semoga!